Ide Mainan Anak Usia 1 Tahun yang Bisa dibikin di Rumah

bukuananda.com

Bayi berusia 1 tahun cenderung sudah bisa bermain. Apa pun di tangannya bisa menjadi mainan. Nah, tentu penting nih bagi Bunda untuk memberikan mainan yang tepat dan aman. Sayangnya, permainan edukatif yang dijual sering kali mahal. Tapi jangan khawatir karena ternyata ada, lho, beberapa mainan yang bisa dibuat sendiri. Nah, berikut ini 5 mainan untuk anak usia 1 tahun yang bisa dibuat sendiri di rumah.

 

 

    1.  Set drum

 

 

Harga set drum tentu saja tidak murah. Tapi jangan khawatir karena kita bisa bikin sendiri, lho. Drum kita buat dari blok yoga dan bagian atasnya ditutup menggunakan plastik mika maupun kertas HVS. Untuk stiknya bisa dari sumpit kayu yang pada bagian atasnya dililitkan karet gelang.

 

 

    1.  Set bowling

 

 

Kita bisa buat dari botol bekas, lho. Yang dibutuhkan adalah cat berbagai warna serta botol minum plastik ukuran 1,5 liter. Tak lupa bola plastiknya ya. Caranya cukup warnai semua botol dengan warna-warna yang berbeda, cat bagian dalam botol supaya aman bagi si kecil.

 

 

    1.  Tas sensory play

 

 

Cuma butuh waktu 5 menit membuatnya. Yang dibutuhkan adalah kantong ziplock, berbagai mainan plastik dan karet, serta gel rambut. Caranya masukkan semua mainan beserta gel rambut dalam kantong ziplock lalu tutup kantong. Pastikan kantong tertutup rapat sehingga tidak bisa dibuka oleh si kecil. Jadi sudah tas sensory play ini.

 

 

    1.  Balok bayi

 

 

Bahan yang dibutuhkan adalah beberapa lembar kain bekas dan busa. Caranya mudah, lho. Cukup potong busa jadi bentuk balok kecil lalu jahit sedikit penutup untuk tiap-tiap busa. Pilih lah kain yang warnanya cerah dan mencolok serta beragam motif ya, Bund.

 

 

    1.  Boneka monster sarung tangan

 

 

Bunda bisa isi sarung tangan bekas dengan dakron lalu hias bagian luarnya. Bisa juga bikin mata dari kancing dan mulut dari kain flanel atau pita. Jadi deh boneka monster sarung tangan yang pasti disukai si kecil.

 

Nah, itu tadi 5 mainan untuk anak usia 1 tahun yang bisa dibuat sendiri. Mudah kan Bunda? Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya.

Ilmu Pengetahuan yang Diajarkan di Sekolah ernyata Salah!

bukuananda.com

Anak-anak mempelajari bahwa ilmu pengetahuan di sekolah yang tidak diajarkan oleh orang tua di rumah. Namun, ternyata tidak semua yang diajarkan selalu benar. Karena faktanya, ilmu pengetahuan selalu berkembang dari waktu ke waktu. Nah, berikut ini 5 ilmu pengetahuan yang ternyata salah kaprah yang telah diajarkan oleh sekolah. Apa aja itu?

 

 

    1. Piramida

 

 

Selama ini kita menyangka bahwa piramida dibangun menggunakan tenaga kerja para budak. Tapi faktanya, dari situs hieroglyph serta arkeologi didapatkan bahwa yang mengerjakan piramida adalah jaringan pekerja terampil yang memang potensial dari seluruh masyarakat dan mereka dibayar cukup.

 

    1. Tembok besar Cina

 

 

Banyak yang mengatakan kalau tembok besar Cina bisa terlihat dari luar angkasa saking besarnya. Padahal itu sama sekali tidak benar. Dengan teleskop sekalipun, tembok besar Cina tidak terlihat dari luar angkasa. Bahkan mungkin setitik kecil pun juga tidak terlihat. Hal ini menunjukkan kebesaran Tuhan.

 

    1. Panca Indera

 

 

Kita tahu bahwa panca indera kita adalah penciuman, penglihatan, sentuhan, pengecapan, dan pendengaran. Namun, faktanya jumlah indera manusia sampai sekarang masih menjadi perdebatan. Karena ada yang namanya penalaran spasial, waktu, getaran, suhu dan arah. Namun, banyak orang yang setuju kalau indera manusia berjumlah lima.

 

 

    1. Warna darah

 

 

Ilmu pengetahuan lain yang salah adalah bahwa warna darah adalah biru di dalam tubuh tapi begitu keluar menjadi merah. Tentu tidak benar. Karena warna darah selalu merah baik di dalam maupun di luar tubuh manusia.

 

 

    1. Columbus

 

 

Selama ini yang kita tahu adalah Columbus yang menemukan bahwa Bumi berputar, yaitu ketika ia berlayar dari India dan berhenti di Amerika. Faktanya, teori bahwa bumi itu bulat sudah lebih dulu diketahui sejak 2000 tahun lalu oleh orang-orang Yunani Kuno.

 

Nah, sudah tahu kan sekarang 5 pengetahuan yang ternyata tidak benar. Memang dalam mempelajari suatu ilmu tidak lah mudah, terkadang para ilmuwan sendiri masih berdebat tentang suatu hal tapi yang terpenting kita bisa memberikan arahan yang benar untuk anak-anak kita. Semoga info ini bermanfaat ya Bunda.

Permainan Mengasah Kemampuan Otak Anak

 

bukuananda.com
Young woman helping her daughter with puzzle

Kemajuan teknologi sekarang ini membuat anak-anak memiliki banyak akses untuk bisa bermain. Selain permainan di tempat bermain atau halaman, anak-anak kini juga bisa melakukan permainan yang bisa mengasah otak. Jika Bunda sering khawatir dengan permainan yang mereka lakukan mungkin membahayakan, permainan asah otak bisa menjadi solusi. Berikut ini 5 permainan yang bisa mengasah otak anak.

 

1. Lego

 

Mainan yang sudah hits sejak dulu ini terbukti bisa mengasah kecerdasan anak. Si kecil bisa belajar tentang konsep arsitektur, desain dan bangunan. Mereka akan menyusun balok sesuai imajinasi mereka atau menurut petunjuk.

 

2. Flash card

 

Permainan ini akan mengenalkan si kecil tentang banyak hal. Misalnya angka, gambar, huruf, bentuk, warna, hewan dan lainnya. Sangat sederhana tapi dapat merangsang daya ingat anak.

 

3. Puzzle

 

Selain lego, puzzle juga salah satu permainan yang cukup terkenal dan tak lekang oleh waktu. Anak-anak akan menggabungkan potongan puzzle tersebut hingga jadi suatu gambar. Dengan begitu mereka belajar memecahkan sebuah masalah. Puzzle bisa dibeli berdasarkan tingkat kerumitannya. Pilih yang sesuai dengan usia anak Bunda ya.

 

4. Bermain peran

 

Permainan ini tidak melulu soal drama atau film. Tapi si kecil akan belajar berpikir fleksibel selain tentu saja melatih daya ingatnya. Mereka bisa bermain polisi dan penjahat atau pasien dan dokter. Semakin banyak teman-temannya yang ikut bermain maka akan semakin ramai dan menyenangkan juga. Semakin kompleks orang-orang yang berperan, si kecil dapat berlatih cara bersosialisasi sedini mungkin dalam masyarakat.

 

5. Bermain detektif

 

Misalnya berburu harta karun. Bunda bisa menyembunyikan sesuatu di dalam rumah, lalu coba beri petunjuk atau peta sederhana. Dari situ si kecil akan belajar mencari solusi untuk menemukan benda tersebut. Selain seru, bermain detektif akan membuat bonding ibu dan anak semakin kuat.

 

Nah, itu tadi 5 permainan yang bisa mengasah kemampuan otak si kecil. Menarik bukan. Selain aman, murah meriah juga membuat anak lebih cerdas. Nah, permainan mana nih yang bakal Bunda lakukan di rumah? Selamat mencoba ya!

5 Rekomendasi Permainan Edukasi untuk Balita

bukuananda.com

Memilih mainan untuk balita merupakan hal yang gampang-gampang susah. Kita tidak tahu bagaimana baiknya mengajari balita karena masih sulitnya berkomunikasi. Tidak semua mainan aman untuk dimainkan balita. Namun, permainan edukasi bisa jadi merupakan solusi dari kebingungan Bunda tersebut. Nah, berikut ini ada 5 permainan edukasi yang cocok untuk balita. Yuk simak!

 

 

    1.  Melipat kertas

 

 

Seni melipat kertas atau biasa disebut dengan origami. Pilih lah warna kertas yang mencolok atau bercorak supaya lebih menarik perhatian si kecil. Ajarkan mulai dari bentuk yang sederhana yaitu pesawat terbang. Permainan origami ini akan melatih fokus dan konsentrasinya.

 

 

    1.  Bricks

 

 

Bermain Bricks akan membuat Bunda dan si kecil bekerjasama dengan baik sebagai satu tim. Bunda akan membacakan instruksi kemudian si kecil yang menyusunnya, tentu saja dengan bantuan Bunda. Jika susunan sudah jadi, pasti si kecil akan sangat senang. Jangan lupa untuk mengapresiasi si kecil ya Bund.

 

    1.  Mainan alat musik

 

 

Anak akan berlatih menggunakan panca inderanya. Mereka belajar memukul, menekan atau meniup, yang akan melatih motorik halus dan kasar si kecil. Biarkan si kecil menciptakan musiknya sendiri. Selain melatih kreatifitas, permainan ini juga bisa memperlihatkan bila anak memiliki bakat musik atau tidak. Jika memang ada bakat musik, maka jangan ragu untuk mengembangkannya ya Bund.

 

 

    1.  Finger painting

 

 

Permainan melukis dengan jari ini akan mengajarkan si kecil berani berkreasi dan bermain warna. Selain tentu saja untuk ajang berimajinasi dalam menggambar. Bunda bisa siapkan kertas gambar dan cat air. Sebagai saran, sebaiknya gunakan cat air dari bahan pewarna makanan. Sehingga kalau tidak sengaja tertelan, si kecil tetap aman ya Bund.

 

    1.  Pasir kinetik

 

 

Dengan permainan ini kemampuan motorik kasarnya akan semakin baik, karena anak akan meremas, mencetak dan menekan. Pasir kinetik dijual dalam berbagai pilihan warna sehingga anak juga bisa belajar mengenal warna.

 

Itu tadi ya Bund 5 permainan edukasi yang bisa Bunda berikan pada balita. Di samping memberikan mainan, jangan lupa untuk selalu memiliki quality time bersama sang buah hati ya Bund. Semoga artikel ini bermanfaat.

5 Tips Hadapi Anak yang Merengek Minta Mainan

bukuananda.com

Mengajak anak ke toko sering menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Biasanya anak-anak suka merengek saat melihat mainan yang mereka inginkan. Berbagai macam cara dilakukan untuk membujuk si kecil tapi sering kali gagal. Beberapa anak ada yang bakal nangis kenceng kalau kemauannya tidak terpenuhi. Dan Bunda bingung harus gimana lagi. Berikut ini yuk simak 5 cara hadapi anak rewel minta mainan di toko.

 

 

    1.  Buat kesepakatan dengan anak

 

 

Sebelum pergi ke mall, Bunda bisa bikin kesepakatan lebih dulu. Misalnya nanti kalau ada mainan robot-robotan beli satu. Jadi, waktu di mall ketika si kecil minta mainan lagi atau minta mainan yang harganya lebih mahal, Bunda bisa jelaskan kalau tadi di rumah perjanjiannya tidak begitu.

 

 

    1.  Ajak anak berinteraksi

 

 

Perbanyak waktu untuk berinteraksi dengan anak. Bisa mengobrol sambil membaca buku dongeng, menggambar, menyanyi, menari atau bermain origami. Ajak juga si kecil bermain dengan teman sebayanya dengan permainan edukatif. Dia akan belajar bersosialisasi. Dari situ, si kecil tidak akan terlalu fokus lagi dengan mainan di toko karena sudah terbiasa berinteraksi dengan teman-temannya.

 

 

    1.  Ajarkan kebiasaan menabung

 

 

Jangan biasakan untuk selalu mengabulkan permintaan si kecil. Ajarkan juga menabung sedari kecil. Bunda bisa jelaskan kalau dia mau mainan ini, dia harus nabung dulu. Atau bisa diberitahu untuk minta mainan harus ada moment yang tepat, misal ulang tahun, kenaikan kelas atau lainnya.

 

    1.  Tegas menolak permintaan

 

 

Jangan selalu menuruti kemauannya, tegas lah menolak permintaannya. Jelaskan kenapa dia tidak dibelikan mainan. Dalam 4-5 kali mereka akan mengerti ada hal yang tidak bisa selalu mereka dapatkan. Intinya, perbanyak waktu berinteraksi dengannya sehingga mereka tidak terlalu tergantung pada mainan.

    1.  Belikan mainan mendidik dan bisa dimainkan dengan keluarga

 

 

Prioritaskan untuk membeli mainan yang bisa dimainkan bersama orang lain dan mendidik. Seperti FUNtastic Learning, SabaQu, dan permainan yang bisa dimainkan berkelompok. Jadi, anak punya quality time bersama keluarga.

 

Nah, itu tadi setelah baca 5 tips di atas semoga bisa diterapkan ya Bunda. Mudah-mudahan ke depannya, si kecil tidak rewel lagi kalau diajak berbelanja ke toko. Selamat mencoba.

Ini 5 Mainan yang Bisa Dimainkan Anak Laki-laki dan Perempuan

bukuananda.com

Ketika anak-anak sedang bermain, biasanya mereka suka mengelompok. Anak perempuan bermain bersama anak perempuan, sedangkan anak laki-laki bermain bersama anak laki-laki. Ada kecenderungan mereka lebih senang bermain dengan sesama jenis, karena takut yang laki-laki dianggap terlalu gemulai, sementara yang perempuan dianggap terlalu badung. Anak perempuan lebih banyak bermain dengan menggunakan imajinasi, sedangkan anak laki-laki lebih senang permainan fisik. Namun, sebenarnya tidak masalah jika mereka bermain bersama. Berikut ini 5 permainan yang bisa dilakukan oleh anak laki-laki dan perempuan, yuk simak!

 

 

    1. Permainan tradisional

 

 

Banyak permainan tradisional yang bisa dimainkan oleh anak laki-laki dan perempuan. Misalnya tap benteng, congklak, gobak sodor maupun petak umpet. Permainan semacam ini akan membuat anak-anak belajar kerja sama dan berkompetisi secara sehat, selain bisa melatih koordinasi fisik.

 

 

    1. Berburu harta karun

 

 

Bunda bisa menyembunyikan hadiah-hadiah atau mainan di suatu tempat. Lalu beri anak-anak petunjuk atau peta sederhana. Mereka pasti senang saat bisa menemukan hadiah tersebut. Permainan ini melatih interaksi dan kerjasama anak perempuan dan laki-laki. Seru deh.

 

 

    1. Permainan yang butuh pemecahan masalah

 

 

Salah satunya adalah bermain puzzle. Permainan ini akan melatih sensomotorik anak dengan mengkoordinasikan antara kerja mata dan tangan. Karena puzzle punya banyak bentuk dan warna sehingga anak akan berlatih memilih dan berkonsentrasi dengan satu potongan demi potongan.

 

 

    1. Permainan olahraga

 

 

Beberapa permainan olahraga yang bisa dimainkan bersama adalah kasti, berenang atau lempar bola. Sebaiknya orang tua mengawasi karena biasanya anak laki-laki lebih agresif dan tanpa sengaja melukai teman-temannya yang perempuan.

 

 

    1. Permainan menggunakan imajinasi

 

 

Mereka bisa bermain berperan seperti dokter-dokteran atau pura-pura memasak. Namun, tetap berikan pengawasan ya Bund. Beri pengertian agar mereka tidak melakukan permainan yang sampai memegang anggota tubuh di area pribadi maupun membuka baju.

 

Itu tadi ya, 5 permainan yang bisa dimainkan oleh anak laki-laki dan perempuan. Bisa mulai diterapkan nih Bund. Supaya anak-anak juga memiliki pergaulan yang lebih luas. Semoga bermanfaat ya Bunda.

Ini Dia 5 Mainan Anak Laki-laki yang Bisa Jadi Referensi!

bukuananda.com

Membelikan mainan untuk anak-anak bisa jadi tugas yang cukup membingungkan bagi para orang tua. Jujur saja, kita sering tidak mau merogoh kocek terlalu dalam, untuk membeli mainan yang tidak berguna, karena hanya dipakai untuk usia tertentu saja. Apalagi anak laki-laki, rasanya tidak banyak pilihan mainan yang bisa dibeli. Nah, untuk itu yuk, sekarang kita tengok dulu 5 mainan yang cocok untuk anak laki-laki.

 

 

    1.  Robot-robotan

 

 

Robot-robotan termasuk yang cukup digemari baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Dengan bermain ini anak bisa berlatih fokus dan kesabaran serta kreativitas. Jika Bunda membelikan robot yang harus dirakit sendiri, maka itu akan melatih fokus dan kesabarannya. Namun, perlu diperhatikan ya supaya jangan membeli robot dengan banyak potongan kecil untuk balita. Bisa-bisa nanti termakan dan jadi bahaya.

 

    1.  Mobil-mobilan

 

 

Mobil-mobilan ada yang dikendalikan dengan remote control dan ada yang bisa dinaiki. Jika mobil-mobilan dengan remote, anak bisa mengembangkan imajinasi serta pola pikirnya. Sedangkan mobil-mobilan yang dinaiki bisa mengasah kemampuan motorik halus dan spasialnya. Kalau harganya mahal, Bunda bisa bawa mereka naik mobil-mobilan di mall. Jaman sekarang ini sudah banyak mobil-mobilan yang bisa dinaiki yang ada di taman bermain atau mall.

 

    1.  Yoyo

 

 

Bermain yoyo berguna untuk pertumbuhan anak, lho, Bund. Karena anak bisa memaksimalkan keseimbangan otak kiri dan kanan, meningkatkan kemampuan logika dan menguatkan konsentrasi. Ini karena bermain yoyo melibatkan aktifitas konsentrasi, ketangkasan tubuh, koordinasi mata dan tangan, serta kreativitas.

 

 

    1.  Sepeda

 

 

Naik sepeda akan melatih perkembangan motorik si buah hati, mengasah otot, kekuatan fisik dan keseimbangan. Selain itu, tentu saja dengan olahraga fisik ini si kecil akan menjadi lebih sehat dan kuat.

 

 

    1.  Bola

 

 

Permainan dengan menggunakan bola ada banyak, seperti basket, baseball, golf maupun sepak bola. Tidak hanya tubuhnya jadi lebih sehat dan kuat tapi juga mengajarkan cara mencari strategi supaya menang. Selain itu juga membangun relasi dan melatih kemampuan sosialisasi dengan teman-teman atau keluarganya.

 

Nah, itu lah 5 mainan yang bisa diberikan untuk anak laki-laki. Semoga menginspirasi ya Bund. Jadi, mainan untuk anak laki-laki tidak harus selalu mahal kan?

Ini Dia Mainan Perempuan Berdasarkan Usianya

bukuananda.com

Banyak yang bilang membesarkan anak perempuan jauh lebih susah dibandingkan anak laki-laki. Mulai dari pakaian, pilihan sepatu, dan aksesoris lainnya, anak perempuan jauh lebih ribet. Demkian pula saat memilihkan mainan untuk anak perempuan, mungkin Bunda akan lebih banyak pertimbangan. Karena tidak semua mainan bisa jadi mainan anak perempuan. Yuk, simak berikut ini mainan perempuan yang disesuaikan menurut usia. Ada apa saja?

 

 

    1. Usia 1 tahun

 

 

Di usia ini, Bunda bisa belikan boneka dengan tema binatang. Bisa pula tambahkan rumah-rumahan misalnya. Mainan semacam ini akan membantu perkembangan fisik sekaligus mengenalkan berbagai macam binatang.

 

 

    1. Usia 2 tahun

 

 

Di usia 2 tahun, anak bisa dibelikan mainan yang melatih daya ingatnya, seperti mengingat huruf, warna dan bentuk. Di sini Bunda bisa ikut bermain, jadi ada interaksi yang lebih baik dengan anak.

 

 

    1. Usia 3 tahun

 

 

Untuk anak perempuan 3 tahun, coba berikan PlayDoh sehingga anak bisa bermain bentuk, bangunan maupun menciptakan bentuk baru. Mainan edukasi lilin semacam ini akan mengasah indera perasanya, mengenalkan warna dan imajinasi. Selain itu, bisa juga diberi pasir mainan untuk memaksimalkan kemampuan motorik kasar dan halus.

 

    1. Usia 4 tahun

 

 

Anak perempuan 4 tahun bisa bermain menyusun balok. Cocok bagi anak yang sebentar lagi akan sekolah karena merupakan permainan edukatif. Balok susun bisa mempunyai angka dan huruf, juga warna yang menarik.

 

 

    1. Usia 5 tahun

 

 

Untuk anak yang sudah siap sekolah, kita bisa memberikan mainan aksesoris profesi, misalnya dokter. Dari situ anak akan mengenal bermacam profesi dan memikirkan profesi apa yang kelak ingin dipilihnya saat dewasa. Selain itu, bisa juga diberi papan menggambar. Ada yang sudah dilengkapi dengan spidol warna dan penghapus, keping angka dan huruf yang bisa ditempel di papan.

 

Nah, itu tadi mainan perempuan berdasarkan usia. Sudah tidak bingung lagi kan Bunda memilihkan mainan? Jangan lupa untuk menemani si kecil bermain ya, Bund. Supaya ikatan batin jadi semakin erat dan si kecil juga tidak merasa sendirian. Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 5 Tahun yang Perlu Diketahui Orang Tua

bukuananda.com

Merawat dan membesarkan anak menjadi tugas amanah yang tidak bisa dianggap enteng oleh para orang tua. Dari hari ke hari, ada saja hal-hal yang masih membuat takjub para orang tua ketika anak-anak tumbuh dan berkembang. Memperhatikan tumbuh kembang anak menjadi hal yang luar biasa bagi para orang tua. Ketika si kecil sudah memasuki usia 5 tahun, orang tua biasanya sudah mulai memasukkannya ke PAUD atau TK. Nah, yuk simak dulu tahap tumbuh kembang anak usia 5 tahun seperti apa sih?

 

 

    1.  Tinggi dan berat badan

 

 

Untuk tinggi badan ideal anak usia 5 tahun adalah 99,9-118,9 cm bagi perempuan dan 100,7-119,2 cm bagi laki-laki. Sementara berat badan ideal yaitu 13,7-24,9 kg bagi perempuan dan 14,1-24,2 kg bagi laki-laki. Itu lah data dari Kementerian Kesehatan RI.

 

 

    1.  Perubahan fisik

 

 

Usia 5 tahun si kecil sudah memiliki fisik yang baik, mulai dari koordinasi otot-otot tubuh, keseimbangan dan kekuatan otot. Mereka bisa berlari cepat, berdiri dengan satu kaki dan sebagainya. Di usia ini pula biasanya mereka sudah tidak memiliki gigi susu dan tergantikan dengan gigi tetap.

 

 

    1.  Kemampuan berkomunikasi

 

 

Mereka sudah bisa bercakap-cakap dengan orang dewasa atau teman sebayanya. Mereka mulai bisa menyampaikan pendapat, menceritakan kegiatan yang dilakukan maupun mendeskripsikan sesuatu. Bunda bisa menanyakan bagaimana pendapatnya atau perasaannya pada suatu hal.

 

 

    1.  Kemampuan sosial

 

 

Mereka sudah bisa bersosialisasi. Mereka senang bermain bersama teman-temannya meski kadang bertengkar lalu menangis. Itu adalah hal yang wajar. Bunda perlu mengingatkan si kecil bahwa bertengkar itu tidak baik, melerai mereka dan mengatakan untuk tidak malu meminta maaf jika salah ataupun memaafkan temannya yang bersalah. Namun, jika anak Bunda termasuk yang pemalu atau diam saat ada orang, Bunda bisa melatihnya pelan-pelan untuk mau membuka diri pada orang lain.

 

Itu tadi yang perlu diperhatikan dalam tahap tumbuh kembang anak usia 5 tahun. Tentunya masing-masing anak akan memiliki pengalaman yang berbeda. Cobalah untuk menjadi teman bagi mereka, sehingga mereka bisa bercerita apa saja pada Bunda. Semoga informasi ini berguna ya Bund dan bisa menjadi panduan.

3 Permainan yang Bisa Melatih Kemandirian Anak

bukuananda.com

Sebagai orang tua kita sering kali dibayangi ketakutan jika anak-anak kita kelak tidak bisa mandiri. Terutama bagi anak yang sebentar lagi akan bersekolah, apakah si anak akan baik-baik saja. Atau apakah dia akan rewel saat berjauhan dengan orang tua. Berbagai pemikiran semacam itu sering kali menghantui. Namun, jangan khawatir Bunda berikut ini ada 3 permainan yang bisa dimainkan supaya anak jadi lebih bisa mandiri, yuk, cek ke bawah ini!

 

 

    1.  Petak umpet

 

 

Permainan ini akan melatih anak untuk bisa berjauhan dengan ibunya sedikit demi sedikit dan memastikan si kecil tetap aman. Karena kelak saat bersekolah si anak tidak bisa selamanya terus ditunggui si ibu. Permainan ini bisa dimainkan dengan seluruh anggota keluarga ataupun berdua dengan si kecil saja. Biasakan bermain petak umpet setiap hari dan beri waktu agak lama untuk si kecil menemukan Bunda. Lama-kelamaan emosi si kecil akan terlatih untuk berjauhan dengan ibunya. Namun, pastikan anak tetap merasa aman meski berjauhan dengan ibunya.

 

 

    1.  Mandi bola air

 

 

Sebaiknya permainan ini dilakukan saat mandi sore saja. Ini melatih anak untuk bisa mandi sendiri. Syaratnya anak harus sudah gosok gigi, mandi pakai sabun dan keramas sendiri (dengan shampoo yang tidak pedih di mata). Setelah selesai barulah Bunda bisa memasukkan bola-bola ke dalam ember besar berisi air hangat. Jangan lupa agar Bunda juga memberikan pujian untuk hasil usaha mandi sendirinya si kecil ya Bund. Walau mungkin hanya perutnya saja yang disabun, atau keramas hanya bagian depan.

 

 

    1.  Lomba makan

 

 

Ini melatih anak untuk makan sendiri dan sebaiknya dilakukan pada masa awal mpasi. Biasakan anak memasukkan makanannya sendiri ke dalam mulut dan hal ini juga bisa mengenalkan anak pada alat makan. Bunda dan si kecil bisa melakukan misalnya lomba makan melon. Masing-masing punya porsi yang sama, lalu usahakan Bunda mengalah dalam permainan ini.

 

Menarik banget kan 3 permainan di atas? Semoga dengan begitu si kecil jadi lebih bisa mandiri ya Bund. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat.