PERMAINAN ANAK PEREMPUAN EDUKATIF

bukuananda.com

Bunda, memiliki anak perempuan memang menyenangkan. Kita jadi punya hobi baru buat senantiasa membelikan dan memakaikan baju yang imut-imut buatnya. Atau Bunda juga jadi hobi membelikannya mainan khas anak perempuan sepeti peralatan masak-masakan atau boneka.

 

Selain membutuhkan mainan lucu, anak perempuan juga membutuhkan permainan edukatif. Permainan edukatif ini sangat baik bagi tumbuh kembang anak, lho! Ternyata ada lho, permainan edukatif khusus anak perempuan, permainan ini akan berhubungan dengan dunia perempuan kelak saat ia dewasa nanti. Mau tahu apa aja, yuk simak di bawah ini Bund!

 

 

    1. Finger Painting

 

 

Permainan pertama ada finger painting. Cara memainkannya mirip seperti mewarnai, namun permainan ini menggunakan telapak tangan sebagai kuas dengan pewarna yang aman untuk dimakan si kecil.

 

Bunda bisa membuat pewarna dari tepung yang dicampur pewarna makanan alami. Siapkan pula kertas yang lebar agar anak puas bermain di atasnya. Fungsi dari permainan ini adalah melatih perkembangan motorik, terutama motorik halus.

 

 

    1. Membentuk lilin

 

 

Permainan membentuk lilin atau plastisin ini menyenangkan banget buat anak perempuan. Si kecil dapat membentuk plastisin tersebut sesuai dengan imajinasinya. Tentunya hal ini akan mengasah kemampuan motorik halus dan kreativitasnya. Bunda bisa memilih plastisin yang aman bagi anak-anak sambil tetap mengawasinya saat bermain.

 

 

    1. Mencetak pasir

 

 

Bunda pernah dengar soal pasir kinetik atau pasir ajaib belum, nih? Anak perempuan Bunda juga bisa diajak bermainan mencetak pasir ini untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasinya. Ia bisa belajar mencetak dan membentuk bangunan dengan pasir tersebut. Namun jangan lupa untuk selalu mengawasinya saat bermain pasir ini, agar tidak tertelan atau terhirup.

 

 

    1. Permainan untuk anak perempuan – main boneka

 

 

Boneka pastinya selalu identik dengan permainan anak perempuan. Bunda justru bisa mendorongnya untuk melakukan permainan ini. Ada satu hal yang bisa Bunda ajarkan, yakni ajari ia cara bercerita pada boneka. Lakukan hal ini setiap menjelang tidur, hal ini bisa melatih kemampuannya membaca dan bercerita, lho!

 

 

    1. Rumah-rumahan

 

 

Sebagai orang tua kita pasti menyadari dong, jika memiliki anak perempuan, suatu hari kita harus merelakannya tinggal terpisah untuk menjalani kehiduan rumah tangganya. Bunda bisa nih melatih dirinya sebagai ‘ibu rumah tangga’ kecil dengan mengajaknya bermain rumah-rumahan.

 

Ia akan berimajinasi kemudian meniru kegiatan Bunda layaknya ibu rumah tangga yang harus merawat ‘rumah’. Permainan ini juga biasanya ia lakukan bersama teman-temannya, hingga bisa melatih dirinya berkomunikasi dengan teman sebayanya.

 

 

    1. Masak-masakan

 

 

Selain bermain rumah-rumahan, Bunda juga bisa nih mengajarinya bermain masak-masakan. Permainan ini ternyata punya banyak manfaat. Permainan ini bisa mengembangkan motorik halus dan kreativitasnya.

 

Setelah masak-masakan, Bunda bisa lho, mengajaknya memasak menu-menu sederhana bersama. Misalnya membuat sandwich atau masakan sederhana lainnya. Hal ini bisa meningkatkan kualitas hubungan Bunda dengannya. Jiwa keibuannya pun bakal tumbuh seiring waktu.

 

Itu dia 6 permainan untuk anak perempuan yang memiliki manfaat penting yang bisa ia rasakan saat ini maupun saat ia dewasa kelak. Semoga bermanfaat Ayah Bunda!

TAHAP PERMAINAN ANAK SESUAI DENGAN USIA

bukuananda.com

Bermain sudah dipastikan jadi kegiatan utama dan bagian dari kehidupan anak-anak. Ternyata, bermain ini bukan hanya untuk kesenangan, namun bisa mengasah kreativitas, imajinasi, bahkan keterampilan lain yang mendukung tumbuh kembangnya.

 

Sebagai orangtua, Bunda juga berperan untuk mengawasi permainan si kecil, nih. Gak banyak yang tahu, permainan ini juga terbagi beberapa jenis yang akan berkaitan dengan perkembangan kognitifnya, lho! Nah, ada enam jenis permainan anak yang dilakukan sesuai usianya. Yuk, baca deskripsi lengkapnya di bawah ini, Bund!

 

 

    1. Permainan ‘bebas’ (Unoccupied play)

 

 

Sesuai namanya, permainan ini biasanya dilakukan si kecil saat masih bayi. Permainan bebas ini mengacu pada kreativitas anak dalam menggerakan tubuh secar acak dan tanpa tujuan. Permainan ini jadi permainan dasar bagi anak-anak, terutama untuk melatih kebebasan mereka dalam berpikir, bergerak, dan berimajinasi.

 

 

    1. Bermain sendiri (Independent play)

 

 

Pada permainan ini tugas Bunda hanya akan mengawasinya dalam bermain sedangkan si kecil akan bermain sendirian. Membiarkannya bermain sendiri ternyata punya dampak pada tumbuh kembangnya. Hal ini disebabkan bermain sendiri bisa mendorongnya untuk bersikap mandiri.

 

Ia akan lebih mengenal kemampuan dirinya sendiri dan meningkatkan kepercayaan diri atas usahanya dalam menyelesaikan permainan sendiri. Permainan ini biasanya anak usia 2 sampai 3 tahun. Contoh permainan yang cocok untuk independent play yaitu kereta-keretaan, bermain boneka, dan menyusun balok atau puzzle.

 

 

    1. Permainan mengamati (Onlooker play)

 

 

Bunda, pernah dengar soal ‘permainan mengamati’ ini belum? Sesuai namanya, dalam permainan ini si anak hanya duduk diam mengamati anak lain sedang bermain. Meski gak andil bermain, namun sebenarnya ia sedang bermain juga.

 

Fungsi permainan ini adalah membantu si kecil mengembangkan komunikasi dengan teman seumurannya, memahami aturan permainan baru, dan lebih berani untuk berinterkasi dengan teman-teman lain untuk membahas permainan itu.

 

 

    1. Permainan paralel (parallel play)

 

 

Permainan ini biasanya terjadi pada masa peralihan si kecil yang telah berusia balita. Biasanya ia bermain sendiri namun ia pun mulai berbaur dengan teman-temannya, hal ini yang disebut parallel play.

 

Di fase permainan ini, ia akan sibuk dan fokus memainkan permainannya sendiri meski di sekitarnya ada anak lain yang juga sedang bermain yang sama. Jenis permainan ini akan memberikan kesempatan pada si kecil untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

 

 

    1. Permainan Asosiatif

 

 

Fase ini mirip seperti permainan mengamati sebelumnya. Bedanya di sini si kecil gak hanya mengamati namun mulai ikut tertarik dan mengikuti gerakan permainan yang ia lihat. Dalam tahap permainan ini ia masih belum mengetahui cara melakukan permainan tersebut dengan benar dan mengetahui peraturannya.

 

 

    1. Permainan berkelompok (Cooperative play)

 

 

Jenis permainan terakhir adalah tahap dimana si kecil sudah benar-benar bisa bermain dengan teman yang lain. Cooperative play ini lebih sering dilakukan anak-anak yang sudah bersekolah. Anak akan menggunakan semua keterampilan sosial yang ia miliki untuk berkomunikasi.

6 PERMAINAN ANAK ZAMAN DULU

bukuananda.com

Bunda tahu gak sih kalau permainan anak itu gak sekedar buat mengisi waktu tapi juga bisa meningkatkan beragam aspek kecerdasannya? Misalnya kecerdasan intelektual seperti menaksir dan menghitung, kecerdasan kinestetis dengan beragam gerakan, hingga kecerdasan sosial.

 

Sayangnya, kini dengan kecanggihan digital, anak-anak sudah beralih ke permainan dalam gadget. Padahal, di zaman dulu ada banyak banget permainan anak yang bisa melatih kecerdasan mereka. Apa saja ya permainan zaman dulu yang ternyata punya banyak manfaat buat si kecil? Simak di bawah ini!

 

 

    1. Bermain Congklak (Dakon)

 

 

Permainan satu ini bikin nostalgia, nih. Dulu congklak jadi permainan yang identik sama anak perempuan. Congklak atau dakon ini biasanya dimainkan dua orang, dengan menggunakan manik, kulit lokan, atau kerang, dan papan kayu berbentuk perahu yang berlubang-lubang.

 

Ternyata permainan ini bisa melatih kemampan anak untuk menaksir dan berhitung dengan baik. Plus, menumbuhkan sifat kompetitif pada diri anak.

 

 

    1. Galah Asin/Galasin

 

 

Permainan ini biasanya dilakukan secara berkelompok dan mengasyikan untuk dimainkan karena memerlukan konsentrasi dan kecepatan fisik. Biasanya anak-anak akan dibagi dua kelompok, yang bermain dan yang menjaga. Dua kelompok ini akan saling adu kecepatan dan ketangkasan. Permainan ini mengasah kerjasama dan melatih kecerdasan gerak anak. Sayangnya udah langka banget nih!

 

 

    1. Layang-layang

 

 

Masih hits sampai sekarang, layang-layang jadi permainan favorit para anak laki-laki, nih. Bermain layang-layang juga bisa mengasah kreativitas anak saat ia menghias layang-layang itu agar menarik dilhat. Permainan ini melatih gerak fisik, seni, dan juga sifat kompetitif anak.

 

 

    1. Kelereng

 

 

Bermain kelereng bersama sekelompok teman-teman bagi anak-anak bisa sangat menyenangkan. Apalagi jika ia berhasil membidik sasaran, hal ini jadi kemenangan sendiri. Permainan ini membuat anak belajar konsentrasi untuk mengukur target bidikan secara akurat.

 

 

    1. Monopoli

 

 

Monopoli memang lebih seru bila dimainkan bersama dengan teman-teman, biasanya terdiri dari 4 orang. Dalam permainan ini setiap anak akan belajar merencanakan dan mengembangkan modal yang dimilikinya. Strategi ini dilakukan, agar ia bisa memiliki aset-aset strategis yang menguntungkan, dan menghindarkan diri dari kebangkrutan. Permainan ini tentu mengasah anak untuk mengembangkan konsentrasi dan kemampuan berhitung.

 

 

    1. Petak umpet

 

 

Terakhir, ada permainan petak umpet yang biasanya dilakukan oleh anak-anak pada sore hari. Petak umpet ini bisa melatih kepekaan anak. Selain itu, permainan ini akan membuat anak belajar mengenali pola pikir teman-temannya serta menumbuhkan jiwa sportif.

OPTIMALKAN KEMAMPUAN MOTORIK ANAK

bukuananda.com

Bunda sudah tahu belum kalau tumbuh kembang motorik anak itu penting? Satu hal yang harus Bunda pahami bahwa keterampilan motorik kasar itu mengacu pada segala tindakan yang memanfaatkan otot lengan, kaki, dan anggota gerak lain untuk saling berkoordinasi.

Gerakan ini meliputi merangkak, duduk dari berdiri atau sebaliknya, rebahan, berjalan, berlari, mengangguk dan menggelengkan kepala, melempar bola, menggenggam boneka, hingga melambaikan tangan dan mengayunkan kaki.

Keterampilan ini dikenal juga sebagai kemampuan motorik luas dan sudah harus dikuasai anak usia satu tahun. Pengembangan keterampilan ini diawali dengan otot-otot besar di lengan, kaki, dan badan. Setelah itu, barulah otot-otot kecil mulai berkembang dalam ketangkasan anak soal menggenggam, menangkap, atau melempar.

Namun, Bunda tahu gak kalau kita sebagai orang tua juga bisa merangsang perkembangan motorik anak agar lebih baik? Kaya gimana caranya, simak di bawah ini penjelasan lebih lanjutnya ya!

    1. Menari bersama

Ya, menari bisa jadi kegiatan menyenangkan yang Bunda lakukan dengan si kecil. Kegiatan ini akan membutuhkan koordinasi gerakan tangan, kaki, dan tubuh sekaligus. Hingga efektif untuk mengembangkan motorik kasarnya. Meskipun gerakan si kecil belum terkoordinasi dengan baik dan indah, menari bisa memberinya kesempatan lebih banyak mengembangkan variasi gerakan, lho!

    1. Bermain peran

Setelah menari, Bunda bisa mengajaknya untuk bermain peran. Kira-kira kaya gimana caranya, ya? Gampang kok, misalnya bunda bisa menugaskan si kecil jadi penjual makanan dan meracik pesanan pembeli dengan alat-alat seperti mangkuk plastik dan benda-benda lain. Bunda bertugas sebagai pembeli. Masih banyak pilihan peran yang bisa Bunda pilih, yang tentunya berasal dari profesi yang gampang ditemui. Selamat mencoba ya!

    1. Jalan-jalan bersama

Jika bosan bermain di dalam rumah, Bunda bisa nih mengajaknya bermain di taman kota terdekat. Carilah taman kota yang dilengkapi zona khusus bermain anak, dengan jungkat-jungkit, perosotan, ayunan, dan lain sebagainya.

Semua permainan tersebut dapat mendorong anak melakukan berbagai gerakan seperti duduk tegak, jalan, melompat, dan mendorong. Bunda juga bisa lho, mengajak si kecil mengendarai sepeda dan lempar tangkap bola. Apapun kegiatan menyenangkan bisa Bunda coba!

Manfaat Perkembangan Bahasa Anak

bukuananda.com

Bersama tumbu kembangnya fisik anak, perkembangan bahasa anak juga harus diperhatikan, nih, Bund. Umumnya, anak mulai bisa merangkai banyak kosakata jadi sebuah kalimat utuh saat usianya memasuki 18 – 24 bulan.

Anak akan banyak mengambil kosa kata dari apa yang didengarkannya di sekitar. Maka koleksi kosa kata ini akan membantu menumbuhkan pemahaman, komunikasi bicara, serta kemampuan membaca.

Mengetahui hal ini, Bunda pasti paham dong kalau proses meningkatkan kosakata sangat penting bagi perkembangan berbahasa si kecil untuk berbicara. Sebagai orangtua Bunda bisa nih membantunya optimalkan perkembangan kosakata. Apa aja? Yuk, simak di bawah ini daftarnya!

    1. Ajak ia berbicara tentang hal apapun

Cara pertama yang paling mudah adalah Bunda harus rajin mengajak si kecil berbicara. Sebuah penelitian dari laman Parents mengatakan bahwa anak yang selalu diajak bicara tentang hal apapun oleh orangtuanya, perkembangan kemampuan bicara akan lebih baik, lho!

Sebesar 90 persen anak-anak mempelajari kosakata baru dengan mengulang serta meniru pembicaraan orangtua dan orang lain sekitarnya. Bunda juga harus senantiasa mengawasi si kecil serta perkembangan kosakatanya ya.

    1. Beri si kecil kesempatan berbicara sesukanya

Bunda bisa memberi si kecil kesempatan untuk berbicara apapun mengenai hal yang ia suka. Bunda bisa memulainya dengan memberikan perhatian lebih dan mendengarkan dengan seksama saat ia mencoba berbicara.

Pilih kegiatan yang akan membuat si kecil menyuarakan pemikirannya dan membicarakan apapun yang ada di sekelilingnya. Pembelajaran kosakata akan muncul secara alami dari lingkungan sekitar, lho!

    1. Ajak ia bernyanyi

Bunda bisa lho, mengajarkan si kecil beragam lagu anak-anak setiap hari sebagai media pembelajaran kosakata baru. Hal ini bisa jadi cara menyenangkan dan positif untuk anak menyerap berbagai kosakata yang masih asing di telinganya.

    1. Rutin bacakan cerita anak-anak

Selain menyanyi, Bunda juga bisa membelikan buku anak-anak yang seru lalu membacakan ceritanya setiap sebelum si kecil tidur. Pilihlah buku bergambar lalu jelaskan padanya gambar-gambar yang ada di buku tersebut. Bunda juga bisa membiarkannya mulai membaca sendiri dan biarkan ia bertanya tentang kosakata yang masih asing baginya.

    1. Ajak ia berjalan-jalan

Cara seru lain buat memperkenalkan kosakata baru adalah sering mengajaknya jalan-jalan ke tempat-tempat baru. Misalnya Bunda bisa mengajaknya ke taman bunga, kebun binatang, museum, atau ke tempat melihat beragam jenis ikan. Sembari berjalan-jalan, Bunda bisa memperkenalkan beragam mahluk hidup yang ada di sana, sembari memperlihatkan bentuk aslinya.

    1. Buat suara lucu

Saat mengenalkan kosakata baru, Bunda bisa mengucapkan dengan cara yang lucu ataupun aneh. Hal ini bisa membuatnya mengingat kosakata itu lebih cepat. Jika si kecil terlihat menirukan cara bicara Bunda, kemungkinan besar ia telah memahami kosakata tadi.

    1. Koreksi kesalahan dengan cara positif

Wajar jika si kecil melakukan kesalahan saat mengucapkan kosakata yang sedang ia pelajari. Maka dari itu, sebagai orangtua, Bunda harus mengoreksinya dengan lemah lembut tanpa memarahi.

Saat mengoreksi, ada baiknya Bunda juga mengapresiasi usaha anak namun tetap mengarahkan kosakata yang tepat. Pengalaman positif ini justru akan mendorongnya untuk semangat meningkatkan koleksi kosakata.

#manfaatbahasa

#manfaatbahasaanak

#bahasaanak

#perkembanganbahasa

#perkembanganbahasaanak

Manfaat Musik Untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

bukuananda.com

Bunda tahu gak sih kalau musik ternyata punya andil dan manfaat besar dalam tumbuh kembang anak? Hal ini diperkuat dengan keterangan dari psikolog Hoshael E yang menjelaskan bahwa musik sebaiknya jadi hal pertama yang dipelajari anak-anak. Kira-kira kenapa ya?

 

Jawabannya, masa kanak-kanak merupakan masa si kecil belajar tumbuh dan berkembang, usia ini jadi masa paling kritis bagi anak membangun fondasi intelektual, fisik, mental, dan emosional yang bakal mendukung setiap aktivitasnya di masa depan.

 

Bunda bisa memfasilitasi tumbuh kembang ini dengan maksimal, salah satu caranya mengajarkan musik sejak dini. Otak anak akan sangat siap untuk menerima stimulus agar berkembang. Musik berpotensial dalam hal ini, karena merupakan salah satu variabel yang bisa mengaktifkan beberap bagian otak sekaligus.

 

Selain itu, musik juga dapat membantu si kecil membangun kreativitas untuk mempermudah proses belajar di masa depan. Hal ini karena musik dapat membuat komponen-kompnen dalam otak selalu aktif. Adapun manfaat lain musik bagi perkembangan otak si kecil. Simak yuk, Bund!

 

Meningkatkan daya otak dan fungsi memori

 

Hal ini sudah dibuktikan secara ilmiah bahwa musik memiliki manfaat bagi kesehatan anak, salah satunya untuk membantu meningkatkan daya otak dan fungsi memori. Musik dapat membantu merangsang bagian otak yang bertanggung jawab dalam membaca, berhitung, dan perkembangan emosional.

 

Mengembangkan keterampilan sosial

 

Bunda tahu gak kalau keterampialn sosial ada kaitannya dengan musik? Hal ini berlaku kalau si kecil mempelajari musik di tempat les dan jadi bagian dari sana. Sejak dini si kecil pun bakal belajar bagaimana caranya berhubungan dengan orang, bekerja dalam tim, kepemimpinan, dan disiplin.

 

Membangun kepercayaan diri

 

Saat si kecil memainkan alat musik, kepercayaan diri mereka pun akan berkembang. Mereka dapat belajar meyakini diri dan meningkatkannya sesuai kebutuhan. Hal ini karena bermain musik membutuhkan sebuah kepercayaan diri pada kemampuan diri sendiri.

 

Mengajarkan rasa sabar

 

Koordinasi dalam permainan grup musik menuntut kesabaran si kecil. Formasi tersebut akan membutuhkan kerja sama tiap anggota untuk mendapatkan giliran bermain masing-masing. Hal ini juga bakal melatih kesabaran si kecil saat menanti gilirannya bermain.

 

Mengajarkan disiplin

 

Tentunya, bermain musik atau bernyanyi membutuhkan sebuah disiplin tersendiri. Si kecil akan memerlukan banyak latihan berkala. Mereka akan tahu bahwa menjadi lebih baik perlu waktu. Hal ini diharapkan memupuk disiplin mereka sejak kecil.

Belajar Di Rumah Saja Saat Pamdemi

bukuananda.com
bukuananda.com
bukuananda.com
bukuananda.com
Bukuananda.com
bukuananda.com

Belajar di rumah saja

Jika anda masih belum yakin untuk menyekolahkan anak anda saat pandemi ini, maka lebih baik anak anda belajar di rumah lagi. Pasalnya jumlah kasus korban covid19 masih meningkat dari hari ke hari.

So gak ada salahnya untuk tetap mempertahankan metode #belajardarirumah, orang tua bisa tenang anak pun dijamin aman.

Mungkin sudah saatnya saya dan anda sekalian untuk “kembali ke rumah” mengambil peran secara serius sebagai orang tua sekaligus guru dari anak anak kita.

Maka persiapkan diri anda untuk merancang kurikulum belajar sendiri, jangan hanya mengandalkan kurikulum dari sekolah saja. Agar anak anda juga tidak bosan dengan metode belajar ala text booknya.

Dan Mandira Dian Semesta siap membantu keluarga anda untuk menerapkan pendidikan yang berkesinambungan melalui buku buku bacaan berkualitas sedari usia bayi, balita, TK, SD, SMP, SMA hingga orang dewasa.

Karena produk kita telah dirancang dengan berorientasi pada pengembangan semua potensi diri anak anda dan seluruh anggota keluarga yang meliputi : IQ, EQ dan SQ.

Selamat belajar…

#BukuBalitaDanAnak

#Prom03HariLagi

Bermain Sambil Belajar, 4 Permainan Memori si Kecil

bukuananda.com

Bunda tahu gak sih, ternyata ada jenis permainan anak yang bisa meningkatkan kemampuan memori si kecil? Hal ini bisa didapatkan dari jenis permainan asah otak yang menyenangkan. Selain itu jenis permainan ini juga dapat bermanfaat bagi pertumbuhan otak anak. Berguna banget nih buat si kecil yang sedang dalam masa perkembangan!

Asiknya, permainan memori ini bisa divariasikan dengan banyak pilihan media. Bunda misalnya, bisa mengajak si kecil menghafal abjad sembari bermain permainan memori ini. Jadi, si kecil bisa belajar sembari bermain. Nah, penasaran gak Bund permainan apa aja yang bisa mengoptimalkan perkembangan memori si kecil? Yuk simak di bawah ini!

Gunakan Kartu Remi

Bunda bisa nih menggunakan kartu remi untuk memainkan permainan memori sama si kecil. Caranya gampang, cukup siapkan satu set kartu remi, kemudian kocok seperti biasa. Bentangkan satu persatu kartu di atas meja. Minta si kecil memasangkan masing-masing kartu hingga seluruh kartu habis terbuka. Sebelum bermain dengannya, contohkan terlebih dahulu ya supaya dia gak bingung.

Gunakan barang-barang sekitar

Asiknya, Bunda bisa kok pakai benda-benda di sekita buat permainan memori ini. Asal jangan memilih benda tajam dan berbahaya, ya! Bunda bisa memilih lima benda yang ada di sekitar, dan meletakannya di atas nampan. Minta si kecil menghafal benda apa aja yang ada di atas nampan tersebut. Setelah beberapa detik sembunyikan nama tersebut, kemudian minta dia menyebutkan benda apa saja yang ada di nampan barusan. Jika ia berhasil menyebutkannya dengan benar, beri ia apresiasi.

 Berhitung perkalian

Permainan ini bisa juga jadi sarana belajar sambil bermain yang menyenangkan. Bunda bisa memintanya buat menghitung jumlah kelipatan dari sebuah angka, misal kelipatan dua. Ia harus menyebutkan jumlah kelipatannya. Permainan memori ini dapat membantunya belajar perkalian. Oh iya, permainan ini bisa dilakukan untuk anak berusia 4 sampai 5 tahun, ya, Bund.

Permainan Mencocokkan Bentuk dan Gambar

Selain di dalam rumah, permainan memori ini bisa juga Bunda lakukan di luar, misal di taman atau beranda. Belilah stiker berbagai bentuk dan gambar. Pastikan juga setiap stiker memiliki pasangan. Ajak si kecil ke taman lalu minta ia mengambil beberapa batu pipih.

Kemudian, bersama dengannya tempelkan stiker tersebut pada batu. Atur batu di hadapan si kecil dengan stiker menghadap ke bawah, minta ia membalikan satu batu dan mencari pasangannya. Jika ia gak menemukan pasangannya, ia harus membalik batu tersebut dan mengulanginya.

Gimana, seru kan bermain permainan memori sama si kecil? Selain bermain, ia juga bisa sambil belajar, lho. Cobain deh Bund!

Baca Juga Artikel Ini : https://www.bukuananda.com/5-manfaat-membaca-buku-ensiklopedia-bagi-anak/

5 Manfaat Baik Membaca Komik Buat Si Kecil !

bukuananda.com

Bunda pernah dengar atau baca gak sih kalau komik itu punya pengaruh gak baik buat anak? Mari kesampingkan pemikiran ini mulai dari sekarang, Bund. Soalnya, komik bisa lho, jadi media buat si kecil memperkaya kosa kata atau bahkan mengembangkan imajinasi dan kreatifitas. Dengan catatan, sebagai orangtua, Bunda harus senantiasa mengawasi jenis bacaan dan cerita komik di dalamnya.

Pada dasarnya si kecil pasti suka deh membaca komik. Hal ini dikarenakan tampilannya yang penuh gambar, terutama jika berwarna warni. Nah, buat Bunda yang belum tahu, ini 5 manfaat positif kalau si kecil gemar baca komik. Simak, yuk!

    1. Waktu senggang jadi lebih bermanfaat

Di masa digital sekarang, pasti udah gak aneh kalau banyak anak-anak bermain gadget. Apalagi kalau udah datang waktu libur, kebanyakan anak-anak lebih senang berkutat dengan gadget. Dengan mengenalkan komik pada si kecil, kemungkinan besar ia akan belajar untuk mencintai membaca lewat bahan yang menarik. Ia pun bakal lebih senang membaca komik daripada bermain gadget di waktu luangnya.

    1. Menumbuhkan minat baca sejak kecil

Jika si kecil belum bisa membaca, Bunda bisa nih mengenalkan komik sebagai alternatif belajar membacanya supaya menyenangkan. Pengalaman pertamanya mengenal bacaan jadi seru, deh. Banyaknya gambar, huruf-huruf yang gak terlalu rapat, plus pilihan kata yang pendek dan mudah dimengerti bikin komik jadi media yang pas buat belajar baca.

    1. Daya imajinasi dan kreativitas meningkat

Ini nih yang gak banyak diketahui oleh orang tua. Komik bisa menjadi wadah yang mengembangkan imajinasi dan kreatifitas si kecil. Bacaan bergambar pasti sangat menarik di mata anak-anak. Dengan membaca serial bergambar penuh warna, hal ini yang bakal membantunya memvisualisasikan jalan cerita dari komik tersebut dalam otaknya. Hal ini merangsang daya imajinasinya lewat gambar-gambar yang dibaca. Setelah mengembangkan imajinasi hal ini akan berlanjut ke perkembangan kreatifitas. Bisa aja lho, si kecil jadi mulai suka menggambar karena baca komik.

    1. Daya ingat jadi tajam

Si kecil akan mulai belajar untuk menceritakan ulang bacaan yang telah ia baca pada orang sekelilingnya, terutama pada Bunda. Hal ini karena membaca merangsang daya ingat untuk merekam alur ceritanya. Hal ini tentu bisa juga mempertajam daya ingat si kecil sejak dini.

    1. Anak lebih mudah menyerap kata baru

Ini nih Bund, inti dari membaca komik sejak dini. Saat membaca komik pastinya kosakata si keci bakal bertambah dan semakin meningkat. Semakin sering membaca, semakin bermacam-macam pula kosakata yang mereka dapatkan. Hal ini terjadi berkat urutan cerita bergambar dalam komik yang memudahkan anak menyerap kosa kata baru. Kata akan lebih mudah dimengerti ketika ada gambar yang menjelaskan maksudnya.

Baca Juga Artikel Ini : https://www.bukuananda.com/product/smart-penterobosan-seru-membaca-ratusan-buku/

 

KOMIK BISA JADI MEDIA ANAK BELAJAR BAHASA

bukuananda.com

bukuananda.com : Ada banyak jenis bacaan anak yang bisa Bunda kenalkan pada si kecil, lho! Mulai dari cerita bergambar hingga fabel, semuanya bisa jadi sarana edukasi berbahasa anak. Salah satu yang menarik buat mengajari si kecil bahasa adalah komik anak.

 

Jenis bacaan ini terdiri atas ilustrasi dan teks, kombinasi ini pasti bisa menarik minat baca si kecil. Plus, gambar-gambar yang ada bisa meningkatkan daya imajinasinya. Banyak orang tua kurang setuju jika anak mereka terlalu sering membaca komik. Padahal banyak manfaat yang bisa didapat, nih, Bund.

 

Tapi dengan catatan Bunda juga harus bisa memilah dan memilih komik yang baik dan sesuai dengan sesuai dengan usia si kecil. Cari juga tema komik yang menarik perhatiannya, misal cerita yang terdapat kereta api dan lainnya.

 

Nah, kalau Bunda tertarik buat memperkenalkan komik anak pada si kecil, terlebih dulu kenali karakter dan bahasa yang digunakan dalam ceritanya. Juga cari komik dengan kisah moral berharga yang bisa dipetik oleh anak. Pastikan gak ada unsur seks, kekerasan, dan hal-hal buruk lainnya.

 

Sebelum beranjak untuk membeli buku komik buat si kecil, yuk simak tiga hal ini Bund!

 

 

    1. Hal pertama yang harus Bunda perhatikan adalah lihat siapa penulsi atau komikusnya. Cari tahu juga apa dia memiliki latar belakang menulis yang baik dengan target pasar anak-anak.

 

    1. Cari buku komik dengan gambar dan grafis ringan dan gak ribet. Hal ini biar memudahkan si kecil membaca dan mencernanya.

 

    1. Sebagai referensi, Bunda juga bisa menanyakan pada staf toko bagian komik anak-anak yang bagus. Biasanya komik tersebut best seller, atau sedang digemari. Bisa juga Bunda membeli komik yang sedang populer asal memenuhi kriteria yang sudah disebutkan di atas.

 

 

Nah itu dia sederet tips bagi Bunda yang ingin mengenalkan komik sebagai wadah berbahasa si kecil. Semoga bermanfaat Bunda.