3 Mitos yang Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

3 Mitos yang Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

bukuananda.com

Dalam masa tumbuh kembang anak, banyak sekali pemahaman dan metode yang masih keliru dan sering kali diterapkan. Misalnya anak dua tahun tidak bisa duduk diam selama dua jam di kelas, akan dicap mengalami gangguan konsentrasi, anak lima tahun harus ikut macam-macam les sehingga tidak punya waktu bermain. Penting bagi orang tua untuk benar-benar memahami proses tumbuh kembang anak dan tidak termakan oleh mitos-mitos yang salah. Berikut ini 3 mitos yang sering dipercaya dan justru menghambat tumbuh kembang anak.

 

 

    1.  Mitos: Bisa membaca usia dini adalah tanda-tanda kejeniusan

 

 

Tentu saja bisa membaca di usia dini adalah hal yang baik, tetapi jika anak benar-benar memahami apa yang ia baca. Jika hanya tau cara membaca atau nama suatu benda bukan berarti si anak benar-benar paham dengan apa yang dia ucapkan. Memaksa anak menghafalkan banyak kata tanpa tau maknanya di saat otak masih terus berkembang akan menyebabkan hiperleksia yaitu kondisi si anak bisa membaca tapi kesulitan untuk menangkap maknanya dan itu bukan lah tanda kejeniusan.

 

 

    1.  Mitos: Anak perlu ditempatkan di kelas khusus karena terlambat bicara dibanding anak-anak lain

 

 

Hanya karena anak Bunda terlambat bicara dan orang-orang di sekitar Bunda atau guru menyarankan supaya anak ditempatkan di kelas khusus atau melabeli mereka dengan diagnosis tertentu, jangan buru-buru menerimanya. Suatu penelitian menyatakan bahwa 60% anak yang mulanya terlambat bicara, pada akhirnya bisa mengejar ketertinggalan dalam waktu 2 sampai 3 tahun.

 

 

    1.  Mitos: Bunda harus fokus mengembangkan otak bayi sedini mungkin

 

 

Otak memang membutuhkan input tapi tidak perlu selalu dengan cara-cara khusus. Lingkungan natural bayi pun biasanya juga memberi stimulus untuk perkembangan otaknya, misal suara, sinyal, sentuhan, rasa, atau bau. Misalnya ketika seorang ibu bernyanyi sambil memakaikan baju, si ibu sebenarnya sedang merangsang gelombang otak anak untuk bekerja secara aktif.

 

Nah, itu tadi ya Bunda 3 mitos yang sering kali dipercaya oleh para orang tua. Jadi sekarang harus lebih teliti lagi ya. Agar proses tumbuh kembang anak bisa terus berjalan dengan optimal. Semoga informasi ini bermanfaat buat Bunda ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *