5 Benda Bukan Mainan yang Sering Dimainkan Anak

bukuananda.com

Yang namanya anak-anak pasti memiliki segudang ide dan imajinasi. Meski mereka sudah memiliki banyak mainan di rumah, tapi percaya tidak percaya mereka masih suka lho, memainkan benda-benda di sekitar mereka. Nah, berikut ini 5 benda yang bukan mainan tapi suka dimainkan oleh anak-anak. Kira-kira apa saja itu? Yuk, simak Bunda!

 

 

    1.  Kotak kardus

 

 

Jangan langsung marah jika anak suka bermain kardus. Lihat apa yang bisa dilakukan si kecil. Bunda pasti bakal terkejut ketika dia menjadikannya rumah, pesawat atau bahkan gua tempat bersembunyi. Di sini anak bisa mengekspresikan imajinasinya dengan bebas.

 

 

    1.  Remote TV

 

 

Dengan imajinasinya, remote TV bisa berubah jadi mikrofon, pistol atau telepon genggam, lho. Pastikan TV dalam keadaan mati dan baterai dilepas jika si kecil memainkannya ya Bund. Selain itu, ingatkan anak untuk mengembalikan kembali remote ke tempat biasa setelah bermain.

 

 

    1.  Keranjang cucian

 

 

Jika Bunda sedang mencuci, mungkin ini menjadi benda favorit anak-anak untuk bermain. Bahkan tidak sedang mencuci pun, anak-anak rasanya tetap senang bermain dengan keranjang cucian. Sebaiknya Bunda harus pintar-pintar nih menyembunyikan keranjang cucian, agar pakaian kotor tidak berserakan.

 

 

    1.  Botol air minum

 

 

Biasanya si kecil anak memasukkan benda apa saja ke dalam botol. misalnya air dan sabun, atau kerikil. Sebaiknya pastikan anak bermain dengan botol plastik ya Bund bukan yang dari kaca karena akan sangat berbahaya.

 

 

    1.  Telepon genggam

 

 

Melihat orang tua bermain ponsel, tentu ini menarik perhatian si kecil juga. Sebaiknya, hati-hati ya Bund. Karena sudah banyak ponsel yang jadi pecah karena dimainkan oleh si kecil. Biasanya anak suka dengan bunyi-bunyian dari ponsel atau video lagu anak-anak favoritnya. Selain itu si kecil juga suka dengan menyalakan cahaya senter dari ponsel.

 

Nah, itu tadi 5 benda bukan mainan yang sangat senang dimainkan oleh si kecil ya Bunda. Jadi sekarang tahu kan bagaimana harus menyikapinya? Mana yang aman dan mana yang sebaiknya dijauhkan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *