BERBAKTI PADA NEGERI SEBARKAN LITERASI, YUK JUAL BUKU MIZAN!

Bukuananda.com

Bukuananda.com :

Tingkat literasi di Indonesia masih dibilang belum cukup baik. Indikatornya banyak. Di zaman sekarang, kemunculan hoax yang sangat masif ditambah banyaknya yang terpengaruh oleh hoax tersebut adalah salah satu indikator kecil bagaimana tingkat literasi di Indonesia masih minim.

 

Di waktu yang sama, kita semua harus tahu bahwa di sekitar tahun 2050, Indonesia akan mengalami apa yang disebut dengan bonus demografi. Itu adalah suatu kondisi di mana penduduk usia produktif jumlahnya sangat jauh lebih besar dibanding yang sudah tidak produktif.

 

Nah, kebermanfaatan dari fenomena tersebut kuncinya tergantung pada literasi. Pasalnya, produktivtas juga ditentukan oleh kapasitas pribadinya. Jangan sampai, usianya tergolong dalam usia produktif, tapi kapasitas pribadinya tidak produktif. Dan ya, satu hal yang menentukan produktivitas seseorang di usia produktifnya adalah literasi.

 

Maka dari itu, anak-anak di usia sekarang, adek-adek kita semua, Ayah-ayah dan Bunda-Bunda muda yang baru memulai bahtera rumah tangga, dan siapapun itu, mereka semua harus terliterasi dengan sangat baik. Meliterasi mereka, meliterasi kita semua, sama dengan menyelamatkan Indonesia, khususnya di tahun-tahun mendatang.

 

Lantas, siapa yang bertugas untuk meningkatkan literasi di negeri ini? Pemeintah? Menteri Pendidikan? Ya, mereka adalah salah dua yang bertanggung jawab atas tingkat literasi di Indonesia. Namun, yang pasti, ini adalah tugas semua elemen bangsa. Terlebih, kita semua hai sahabat mahasiswa.

 

Ayo kita jalan-jalan ke masa lampau. Mahasiswa tidak pernah terlepas dari roda kehidupan negeri tercinta ini. Bahkan, garda terdepan yang membebaskan Bumi Pertiwi dari tirani oligarki sekelompok elit di tahun 1998 silam adalah mahasiswa. Mahasiswa menjadi tulang punggung rakyat untuk menyuarakan aspirasinya. Bersama mahasiswa, rakyat menjadi kuat.

 

Sahabat-sahabat mahasiswa sekalian, jika kita cermati, banyak sekali pihak yang ingin berkuasa di negeri ini, baik itu politikus kelas kakap, maupun pihak-pihak asing yang juga ingin menikmati potensi kekayaan Indonesia. Dan kita saksikan dengan mata kepala kita sendiri, cara mereka guna mewujudkan hasrat berkuasanya itu harus dibayar dengan ongkos yang sangat mahal. Cara-cara tak beradab acap kali mereka ambil. Mereka pecah anak bangsa. Mereka sulut kebencian di antara kita semua. Mereka ciptakan chaos yang tentunya sangat tidak produktif. Bayangkan, jika kita bertikai, jika kita gontok-gontokan satu sama lain, siapa yang akan mengambil manfaat dari kondisi tersebut? siapa yang diuntungkan dari carut-marut tersebut? Bukan kita! Bukan anak bangsa!

 

Literasi adalah perisai. Literasi adalah kunci. Bukan pistol, bom, atau tank baja, senjata kita semua adalah literasi. Ayo, Mahasiswa! Agent of Change bukan slogan semata. Predikat tersebut adalah nilai yang mesti kita pupuk, kita semai, dan kita upayakan.

 

Mari kita sebarkan literasi hingga ke pelosok negeri. Masa depan indonesia berada di tangan kita, di tangan adik-adik kita, berada di tangan saudara-saudara kita.

 

Mizan memanggil sahabat-sahabat mahasiswa. Mandira memanggil  kalian semua. Mari bersama bahu-membahu bentengi tanah air dengan literasi. Ayo libatkan diri dalam upaya meliterasi anak bangsa.

 

Mandira, sebuah unit khusus dari Penerbit Mizan, hendak menyebarkan buku-buku premium dan perangkat edukasi kepada seluruh anak-anak indonesia. Dari sabang sampai Merauke harus merasakan manfaat dari buku-buku dan perangkat edukasi ini. Semua anak-anak di negeri ini punya hak untuk mengakses pendidikan, salah satunya adalah buku ini.

 

Nah, Mandira membuka peluang untuk sahabat-sahabat mahasiswa yang ingin terlibat dalam gerakan menyebarkan virus literasi. Sahabat semua bisa ikut jual buku Mizan, khususnya buku-buku Mandira.

 

Manfaatkan media sosial yang sahabat-sahabat mahasiswa miliki. Bergeriliya lah di medium tersebut. Papar semua orang dengan unggahan buku-buku Mandira. Papar semua orang dengan informasi dan caption yang mencerahkan. Ya, ayo jual buku Mizan di platform media sosial yang kalian miliki.

 

Di saat yang bersamaan, dengan jual buku Mizan, sahabat mahasiswa telah meberdayakan diri sendiri. Dari komisi yang diberikan, kalian tak harus lagi minta uang jajan, minta uang sewa kos, atau minta biaya kuliah pada Ayah Bundanya. Dengan jual buku Mizan, kalian sudah bisa mandiri. Mizan membuka pintu bagi kalian semua untuk terlibat dalam gerakan menyebar virus literasi, sekaligus untuk mandiri memulai usaha sendiri. Ayo jual buku Mizan. Ayo jadi book advisor Mandira. Bukan besok, tapi sejak saat ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *