Mulai Usia Berapa Si Kecil Bisa Belajar Baca Al-Quran? Yuk, Cari Tahu Jawabannya!

Mengajarkan ilmu agama menjadi sebuah kewajiban bagi orang tua. Termasuk di dalamnya mengajarkan si kecil membaca Al-Quran. Namun, memang tahapan ini bukanlah hal yang mudah. Ada banyak hal yang harus dipelajari anak, seperti huruf hijaiyah, tajwid, makhraj, panjang pendek membacanya, dan masih banyak lainnya.

 

Belajar Al-Quran lebih kompleks dibandingkan belajar huruf latin. Dari sini mungkin Bunda bakal bertanya-tanya, mulai kapan sih sebaiknya anak belajar membaca Al-Quran.

 

Menurut Ustadz Bendri Jaisyurrahman, konselor anak, remaja dan pernikahan yang dilansir dari KumparanMOM, ada beberapa tahapan yang harus dilalui anak sebelum ia diajari baca Al-Quran, hal ini juga mengacu pada salah satu ucapan sahabat Rasul, Jundub bin Junadah.

 

“Kami telah bersama Nabi Muhammad SAW – ketika kami masih sangat muda. Kami mempelajari iman sebelum belajar Al-Quran, kemudian barulah kami mempelajari Al-Quran hingga bertambahlah keimanan kami karenanya.” (diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan disahihkan oleh al-Albani).

 

Mengacu pada riwayat di atas, akan lebih baik jika anak beriman lebih dulu pada Allah sebelum membaca kitab sucinya. Bunda bisa mengenalkan dan menjelaskan dulu tentang Allah dan mengapa kita harus beriman pada-Nya.

 

Setelah ia mengenal pengertian ‘iman’, baru si kecil bisa dikenalkan pada Al-Quran. Namun Bunda nggak perlu langsung mengajarinya membaca. Urutan pengenalan Al-Quran sendiri dapat disesuaikan dengan tingkat kematangan indra anak. Hal ini juga mengacu pada surat An-Nahl ayat 78.

 

Baru setelah semua tahap tersebut dilewati, si kecil akan memiliki motivasi sendiri untuk membaca Al-Quran. Nggak hanya termotivasi, panca indra anak juga sudah matang buat mendukung proses belajarnya, nih.

 

Nah, usia di mana anak sudah bisa diperintahkan untuk salat, membaca Al-Quran, puasa, dan ibadah lainnya disebut sebagai usia mumayyiz. Satu yang harus Bunda tahu, fase ini akan berbeda pada tiap anak. Bergantung pada akanya yang cukup matang membedakan kanan dan kiri.

 

#buku #bukuananda #bukuanandacom #bukuanak #bukupintar

Novel coronavirus (COVID-19)

Novel coronavirus (COVID-19)

Virus ini ditularkan melalui kontak langsung dengan percikan dahak dari orang yang terinfeksi (melalui batuk dan bersin), dan jika menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus.

Bagaimana mengantisipasi penularan novel coronavirus?

1. Rutin cuci tangan pakai sabun ke telapak tangan, punggung tangan, dan sela-sela jari – setidaknya selama 20 detik atau dengan cairan pembersih tangan berbasis alkohol, terutama sebelum makan, setelah batuk atau bersin, dan setelah pergi ke toilet.

2. Tutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin

3. Penggunaan masker medis disarankan jika Anda batuk atau bersin

4. Hindari kontak dengan siapapun yang menunjukkan gejala seperti demam atau flu

5. Jika Anda batuk, demam, atau kesulitan bernapas, segera cari bantuan medis

#seo #siduasatutech #digitalmarketing #google #backlink

Ingin Si Kecil Belajar Membaca Al-Qur’an? Ini Rekomendasi Al-Qur’an Digital yang Cocok!

Bunda, mulai berpikir untuk mengajarkan membaca Al-Quran buat si kecil? Atau si kecil udah dalam usia yang pas belajar Al-Quran? Biasanya sih yang bikin bingung, mengajarkannya dengan Al-Quran biasa atau digital?

 

Jika Bunda lebih tertarik untuk mengajarkan Al-Quran digital buat anak karena bersifat lebih praktis, hal ini nggak dilarang kok. Selain itu versi digital ini lebih mudah dibawa kemana-mana dan dibaca dimanapun. Nah, ini dia rekomendasi 3 aplikasi Al-Quran digital yang pas buat si kecil. Yuk, disimak!

 

 

    1.  Al-Qur’an Indonesia

 

 

Aplikasi Al-Qur’an ini berisi 114 surat dan 30 juz tanpa batasan. Bunda juga bisa membacanya saat offline dengan interface yang sangat user friendly. Selain itu ada juga fitur audio, jadwal salat, alarm adzan, dan arah kiblat.

 

 

    1.  Al-Qur’an Bahasa Indonesia

 

 

Jika Bunda ingin sekalian mengajarkan arti dari Al-Qur’an pada si kecil, aplikasi yang ini pas banget. Aplikasi ini menyediakan teks bacaan Al-Qur’an dengan bahasa Indonesia. Ada pula fitur audio manager, yang memudahkan Bunda untuk mendownload bacaan-bacaan sesuai kebutuhan.

 

Ada tiga modus kontras yang bisa dipilih, standar, hijau, atau hitam putih. Disediakan juga kode warna tajwid jika Bunda ingin mengenalkan Tajwid.

 

 

    1.  Al-Qur’an (Tafsir & Per Kata)

 

 

Terakhir, ada Al-Qur’an yang fiturnya juga lengkap banget. Mulai dari kode warna tajwid, analisis kata per kata dan terjemahan, indeks Al-Qur’an, penulisan catatan, serta penanda-bacaan sesuai keinginan dan penyelarasannya. Lengkap banget, apalagi buat mengajarkan si kecil!

 

Juga tersedia fitur catatan sederhana dengan penyelarasan, fitur pencarian, tampilan beberapa terjemahan sekaligus, bermacam-macam tema dan jenis huruf, dan masih banyak lagi.

Ini Dia Kemuliaan yang Didapatkan dari Anak-Anak Penghafal Al-Qur’an

Sudah jadi impian setiap orang tua muslim jika anak mereka mencintai dan bisa membaca

dengan lancar. Sebagai kitab suci umat Islam, Al-Qur’an memiliki banyak kebaikan. Mengajarkan si kecil membacanya sudah merupakan pahala bagi Bunda, lho.

 

Memiliki anak-anak hafidz atau penghafalan Al-Qur’an pun tentu sangat diinginkan banyak orang tua. Alangkah bahagianya jika kita dikarunia anak yang bisa menghafal seluruh isi Al-Qur’an. Hal ini juga nggak terlepas dari kemuliaan yang akan didapat oleh orang tua di hari akhir.

 

Hal ini tertuang dalam riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

”Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat seperti orang yang wajahnya cerah. Lalu bertanya kepada penghafalnya, ”Kamu kenal saya? Sayalah membuat kamu bergadangan tidak tidur di malam hari, yang membuat kamu kehausan di siang harimu… ” kemudian diletakkan mahkota kehormatan di kepalanya, dan kedua orang tuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia seisinya. Lalu orang tuanya menanyakan, ”Ya Allah, dari mana kami bisa diberi pakaian seperti ini?” kemudian dijawab, ”Karena anakmu belajar Al-Qur’an”. (HR. Thabrani dalam al-Ausath 6/51, dan dishahihkan al-Albani).

 

Kemuliaan ini menjadikan banyak orang tua termotivasi memiliki anak hafiz. Namun, untuk mencapai hal ini nggak mudah. Harus ada komitmen tinggi dari Bunda dan si kecil. Dukungan penuh dari orang tua juga sangat penting.

 

Setelah tahu kemuliaan tersebut, tentu semakin menginginkan si kecil menjadi hafiz Qur’an kan, Bund?

Buku adalah Jendela Dunia

Menyediakan buku anak edukatif yang ASLI (bukan produk bajakan) dengan harga bersaing.

Kami hadir dengan tujuan membantu Anda untuk mendapatkan buku anak edukatif yang berkualitas dengan cara yang mudah dan harga yang terjangkau.

 

Anda bisa mendapatkan buku anak board book, buku cerita anak, buku anak islami dari Pelangi Mizan / MDS.

 

Kini Anda bisa mendapatkan buku edukatif untuk anak, kapan saja dan darimana saja dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Pembelian bisa dengan cash, tabungan, serta Gratis Ongkir untuk produk tertentu. S & K berlaku.

Alamat :

Perumahan taman setiabudi blok B14 kelurahan kebonmanis kecamatan cilacap utara

53235

Bunda, Ini 3 Tanda Bayi Mulai Tumbuh Gigi di Masa Perkembangannya, Yuk Cari Tahu!

Salah satu fase dalam tumbuh kembang bayi adalah tumbuh gigi. Saat tumbuh gigi, biasanya si kecil akan menjadi rewel dan menangis seharian. Menurut artikel dari American Academy of Pediatrics, gigi bayi umumnya mulai tumbuh saat usia 4-7 bulan. Nah, agar nggak kelimpungan serta bisa mengatasinya dengan baik, yuk, kenali tanda-tanda ia tumbuh gigi!

 

Mengeluarkan banyak air liur

 

Jika Bunda melihat si kecil saat berusia antara 10 minggu hingga 4 bulan sering mengeluarkan air liur hingga bajunya basah, ini salah satu tandanya. Hal ini jadi pertanda pertama gigi si kecil akan mulai tumbuh, lho. Hal ini disebabkan pertumbuhan gigi menstimulasi produksi air libur berlebih dalam mulut. Nah, saatnya mulai memerhatikan kebersihan mulut si kecil, ya!

 

Jadi suka menggigit

 

Tanda tumbuh gigi berikutnya adalah si kecil yang suka menggigit. Jadi, jangan kaget kalau ia mulai suka menggigit saat menyusui, ya. Ia juga akan mulai memasukkan jari-jari ke dalam mulut untuk digigti. Hal ini merupakan respon si kecil karena tekanan di bawah gusi yang membuat mulutnya nggak nyaman. Menggigit suatu obyek membuatnya nyaman. Bunda bisa membelikannya mainan teether atau camilan buah yang lembut untuk ia gigiti.

 

Terbangun di malam hari

 

Terakhir, biasanya si kecil akan mulai sering terbangun saat malam hari sambil menangis. Jangan panik ya Bund, hal ini biasa terjadi dalam proses pertumbuhan bayi. Rasa nyeri di bagian gusi membuat kenyamanan tidurnya jadi terganggu. Bunda bisa mencari posisi tidur yang lebih nyaman buat si kecil untuk mengurangi rasa nyerinya.

 

Nah itu dia beberapa tanda yang paling mudah dikenali saat si kecil sedang tumbuh gigi. Hal yang paling menyenangkan melihat perkembangan bayi salah satunya adalah saat gigi-gigi pertama mulai tumbuh. Setuju nggak, Bund?