BUNDA, BEGINI CARA MUDAH MENGECEK PERKEMBANGAN MOTORIK BAYI

bukuananda.com

Bunda, memerhatikan tumbuh kembang anak memang menjadi sebuah hal menyenangkan sekaligus penting. Salah satu yang harus diperhatikan dengan seksama adalah perkembangan motorik bayi. Nggak heran deh, fase-fase bayi seperti tengkurap, duduk, dan jalan selalu ditunggu dan diperhatikan.


Namun, Bunda udah paham belum tentang motorik dan perkembangannya pada anak? Motorik sendiri terbagi menjadi dua yaitu kasar dan halus. Keduanya sama-sama penting untuk diperhatikan dalam tumbuh kembang bayi.


Apa itu perkembangan saraf motorik?


Selain motorik, ada pula saraf sensorik dan konektor. Namun, motorik ini jadi perhatian lebih pada perkembangan anak, mengapa demikian? Hal ini karena respon motorik anak lebih mudah diamati sebagai sebuah gerakan tampak.


Menariknya, jika Bunda mengamati perkembangan motorik anak, hal ini sama dengan Bunda memerhatikan sel saraf si kecil secara keseluruhan, lho! Nah, saraf ini pun terbagi secara umum jadi kasar dan halus.


Dibandingkan motorik kasar, motorik halus ini harus mendapatkan perhatian lebih, Bund. Bukan berarti motorik kasar nggak penting, namun perkembangan motorik halus sangat bergantung dengan stimulasi yang diterima si Kecil dari lingkungan sekitar.


Gimana cara menstimulasi motorik anak?


Motorik kasar biasanya terjadi lebih dulu daripada yang halus. Sejak bayi memasuki usia 3-4 bulan, ia sudah mulai banyak menggerakkan tangan, kaki, dan kepalanya. Itu sudah termasuk perkembangan pesat dalam motorik kasar. Kemudian, motorik halus bisa dirangsang dengan beberapa cara. Yuk cari tahu apa aja, Bund!



  1. Berikan si kecil mainan yang tepat, misalnya boneka gantung yang bisa bergerak di atas boksnya. Mata Si Kecil akan menangkap pergerakan itu dan membuatnya mengikuti arah gerak. Bahkan tak jarang tangannya ikut bergoyang sesuai gerakan boneka.

  2. Saat anak sudah bisa merangkak, Bunda bisa lho, melatihnya dengan menjauhkan atau mengubah posisi mainan. Ketika ia sudah bergerak menuju mainannya, jauhkan lagi ke arah lain agar ia mengejar.

  3. Terakhir, Bunda juga bisa mengarahkan dengan meniru. Misalnya Bunda merangkak ke sebuah arah untuk mengambil mainan. Si kecil melihatnya akan otomatis meniru, lho!


Nah, itu dia sederet tips untuk menstimulasi motorik kasar pada anak. Selamat mepraktekannya Bunda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *