Ide Permainan yang Bisa Bunda Lakukan dengan Bayi Baru Lahir

Permainan memiliki peran penting bagi tumbuh kembang anak. Mengapa demikian? Hal ini karena permainan bisa jadi media yang mengasah kreativitas, keterampilan, serta media belajar anak. Nah, Bunda juga bisa mengajak bermain bayi yang baru lahir, lho.


Pada usia 0-6 bulan, bermain bagi bayi akan melibatkan panca indranya seperti sentuhan, penglihatan, penciuman, dan pendengaran. Selama 3 bulan pertama, bayi mungkin menjangkau dan mencoba untuk mengambil sesuatu serta terpesona oleh suara, bau, dan pola.


Nah, berikut ini ide 5 permainan yang bisa Bunda lakukan dengan bayi. Yuk, disimak apa aja!



  1.  Menggendong sambil menari


Permainan pertama, Bunda bisa coba memutar lagi dan menari sambil menggendong bayi. Gendong ia sambil mengayunnya dengan lembut seiring irama musik. Pastikan setiap gerakan yang Bunda lakukan tetap aman, ya. Gerakan baru yang heboh bisa jadi hiburan buat bayi.



  1.  Menunjuk barang


Bunda bisa bermain sambil menunjuk barang-barang yang ada di sekitar bayi. Atau gendong ia dan ajak berkeliling sambil menunjuk beragam benda yang bisa ditemukan. Bunda juga bisa meletakkan beberapa benda di sekitar tempat tidur lalu mengambilnya dan mengenalkannya. Biarkan juga ia belajar buat memegangnya, ya.



  1.  Bermain dengan benda sederhana


Hal-hal sederhana dapat membuat bayi senang juga heran, lho. Contohnya Bunda bisa mengikatkan tali atau pita pada sendok kayu dan menggantungnya depan wajah bayi. Sambil mengayunkannya, Bunda bisa membuat suara-suara lucu yang mengundang tawa baginya.



  1.  Menyanyi di depan bayi


Bayi akan menyukai semua yang Bunda nyanyikan, nah, Bunda bisa mulai mencari lagu anak yang populer untuk dinyanyikan. Bayi juga akan menyukai lagu yang disertai gerakan. Bunda bisa coba menyanyi dengan suara pelan atau lantang dan lihat yang paling bereaksi bagi si kecil. Selain itu Bunda bisa juga menggunakan boneka sebagai alat peraga dalam bernyanyi.


Oh iya perlu diketahui kemungkina besar ia nggak akan merespon dengan responsif karena rentang perhatiannya yang berbeda. Namun, Bunda bisa terus mengajaknya bermain secara berulang agar ia responsif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *