KISAH NABI DAUD DAN SEEKOR ULAT YANG COCOK JADI DONGENG ISLAMI PENGANTAR TIDUR SI KECIL

bukuananda.com

Bund, tahu gak kalau Bunda bisa menanamkan nilai-nilai agama Islam pada anak dengan beragam cara? Salah satu caranya yang menarik dan seru adalah menggunakan cerita anak muslim atau dongeng bernuansa Islam.


Caranya, Bunda bisa membacakan cerita atau dongeng ini buat si kecil sebelum tidur atau di sela waktu luang Bunda. Nah, kalau Bunda masih bingung mau membacakan kisah Islami apa buat si kecil, ada sebuah kisah yang bisa Bunda pilih. Kisah ini cocok untuk mengenalkan pada anak bahwa Islam adalah agama yang toleran dan tak pernah memandang rendah orang lain, lho. Diambil dari kitab Al-Ghazali, yuk langsung simak aja!


Kisah Nabi Daud dan Seekor Ulat


Nabi Daud A.S merupakan Nabi yang sangat taat kepada Allah. Sehingga Allah memberikan keistimewaan pada beliau berupa kepercayaan untuk menyebarkan kitab Zabur. Beliau merupakan seorang pemikir dan pembelajar yang baik. Suatu ketika, beliau sedang membaca kitab Zabur sembari duduk tenang dalam suraunya. Tak disangka, ada seekor ulat merah berada di dekatnya.


Alhasil, nabi Daud mengawasi ulat tersebut sambil berpikir dalam hati, "Apa ya, yang Allah harapkan dari ulat kecil ini?"


Sesaat setelah Nabi Daud berpikir demikian, seketika Allah memberikan izin bagi ulat tersebut untuk sanggup berkata-kata seperti manusia.


Ulat merah itu pun kemudian berkata kepada Nabi Daud AS:


"Wahai nabi Allah! Allah SWT telah mengilhamkan kepadaku untuk selalu membaca tasbih, Subhanallahu walhamdulillah wala ilaha illallahu wallahu akbar setiap hari sebanyak 1000 kali pada siang hari. Pada malam harinya, Allah SWT mengilhamkanku untuk membaca Allahumma solli ala Muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ala alihi wa sohbihi wa sallim, sebanyak 1000 kali juga."


Kemudian ulat tersebut berkata kepada nabi Daud AS:


"Lalu apa yang dapat kau dapat katakan kepadaku agar aku mendapat faedah darimu ya Nabi Allah?"


Mendengar perkataan ulat tersebut, Nabi Daud menjadi sadar. Beliau sadar bahwa dirinya khilaf. Dia telah memandang remeh makhluk Allah yang terlihat kecil dan tak bisa apa-apa. Padahal mereka bahkan bisa lebih dahsyat ibadahnya terhadap Allah dengan cara mereka.


Alhasil, nabi Daud pun memohon ampun dan berserah diri pada Allah. Begitulah sifat Nabi Daud sebagai pemikir yang bijak. Sejak saat itu dia tidak akan menganggap rendah lagi segala makhluk ciptaan Allah.


Pelajaran dari kisah ini, kita jangan sampai memandang rendah dan meremehkan orang lain. Seperti ulat dalam kisah ini, ia terlihat kecil, namun ternyata ia selalu mengingat Allah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *