MENGENALKAN KISAH NABI-NABI PADA ANAK

toko buku terlengkap

Bukuananda.com :

Kisah nabi-nabi itu sunguh luar biasa manfaatnya bagi anak. Mereka bisa belajar banyak dari kisah-kisah tersebut, tentang bagaimana menjadi manusia yang sabar, istiqamah, tawakal, bagaimana menjadi manusia yang taat kepada Allah Swt, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penting bagi Ayah Bunda untuk memperkenalkan anak-anaknya pada kisah nabi-nabi.

 

Untuk orang dewasa yang telah paham tentang siapa nabi, apa kedudukannya, barangkali sangat wajar jika mampu mempelajari atau menyelami kisah nabi-nabi dalam bentuk apapun seperti buku tebal yang kering tanpa gambar. Tapi, untuk anak, tentu hal itu belum bisa terjadi. Pasalnya, anak belum punya cukup dasar pengetahuan tentang siapa dan apa itu nabi. Kan judulnya juga baru mau memperkenalkan. Hihi.

 

Nah oleh sebab itu, penting sekali bagi Ayah Bunda untuk memikirkan cara seperti apa yang harus digunakan untuk memperkenalkan kisah nabi-nabi pada anak sehingga mereka bisa tertarik pada kisahnya, sehingga mereka bisa menerima pesannya, dan sehingga pengetahuan atau referensi mereka tentang nabi bisa bertambah. Tentu caranya harus dikemas dengan cara anak-anak, yang sesuai dengan karakteristik belaar anak-anak.

 

Berangkat dari pemahaman di atas, maka di sini kita akan bahas beberapa tips yang cocok untuk memperkenalkan kisah nabi-nabi kepada anak. Supaya apa? supaya pesan-pesan yang ingin disampaikan dalam kisah nabi-nabi tersebut sampai kepada anak dengan baik, supaya mereka menyukai sosok yang diceritakan hingga kedepannya bisa mengeksplor sendiri lebih dalam, serta yang terpenting agar mereka bisa meneladani para nabi yang diceritakan itu.

 

 

    • Mendongeng

 

 

Cara yang pertama untuk memperkenalkan kisah nabi-nabi pada anak ini denga mendongeng. Cara ini bisa dibilang sangat efektif, terlebih ketika Ayah Bunda bisa mendongeng dengan interaktif dan menarik. Tentu akan menjadi nilai plus. Selain itu, sudah diketahui bersama bahwa format atau bentuk cerita adalah cara terbaik untuk menyampaikan pesan atau pengajaran pada anak. kemudian, dengan mendongeng, Ayah Bunda pun bisa secara eksplisit menyampaikan pesan pribadinya sebagai  orangtua kepada anaknya melalui kisah nabi-nabi yang diceritakan. Misalnya, “adek nanti harus sabar kaya nabi Nuh ya, tidak boleh menyerah dan berjuang untuk memberi kebaikan kepada semua makhluk.”

 

 

    • Membaca

 

 

Cara yang kedua ini juga tak kalah efektifnya dengan yang pertama. Dan terlebih ketika buku bacaan tentang kisah nabi nabi tersebut dikemas dalam bentuk cerita. Di luar itu, aktivitas membaca sendirinya pun sudah merupakan aktivitas positif yang bisa mengantrkan anak pada manfaat lainnya. Hanya, yang perlu diperhatikan adalah buku bacaan atau buku cerita nabinya. Sebagai rekomendasi, buku Nabiku Idolaku bisa menjadi sarana yang tepat untuk memperkenalkan kisah nabi-nabi pada anak. khusus untuk anak di bawah lima tahun, Nabiku Idolaku Balita adalah pilihan tepat. selain karena berntuknya berupa board books, ilustrasi, warna, dan gaya bertutur yang khasnya membuat nilainya tersampaikan degan baik sekaligus menumbuhkan minat anak pada buku.

 

 

    • Menonton

 

 

Sebetulnya, dua cara di atas adalah pilihan terbaik yang bisa Ayah Bunda pilih. Tapi memang, tidak bisa dipungkiri perangkat seperti gadget itu sangat diminati anak karena karakteristik yang dimilikinya. Nah, daripada kemudian aktivitas anak bersama gadget sia-sia, ya sudah manfaatkan saja dengan menonton konten kisah nabi-nabi. Memang, tayangan itu lebih mudah dinikmmati dan bisa memberikan suguhan visualisasi yang tak bisa dilakukan di dalam buku. Tak heran jika anak kadang lebih suka menonton daripada membaca Jika memang cara ini yang dipilih, upayakan untuk menyeimbangkan juga dengan dua cara terdahulu. Pasalnya, mendongeng dan membaca itu sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Ada sejumlah manfaat yang bisa dapatkan dari aktivitas membaca dan mendongeng, tetapi tidak bisa didapatkan dari aktivitas menonton.

 

Itulah tiga cara atau tips memperkenalkan kisah nabi-nabi pada anak. Apapun caranya, yang terpenting adalah bagaimana Ayah Bunda bisa menumbuhkan rasa cinta anak pada nabiyullah sekaligus meneladaninya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *