TAHAP PERMAINAN ANAK SESUAI DENGAN USIA

bukuananda.com

Bermain sudah dipastikan jadi kegiatan utama dan bagian dari kehidupan anak-anak. Ternyata, bermain ini bukan hanya untuk kesenangan, namun bisa mengasah kreativitas, imajinasi, bahkan keterampilan lain yang mendukung tumbuh kembangnya.

 

Sebagai orangtua, Bunda juga berperan untuk mengawasi permainan si kecil, nih. Gak banyak yang tahu, permainan ini juga terbagi beberapa jenis yang akan berkaitan dengan perkembangan kognitifnya, lho! Nah, ada enam jenis permainan anak yang dilakukan sesuai usianya. Yuk, baca deskripsi lengkapnya di bawah ini, Bund!

 

 

    1. Permainan ‘bebas’ (Unoccupied play)

 

 

Sesuai namanya, permainan ini biasanya dilakukan si kecil saat masih bayi. Permainan bebas ini mengacu pada kreativitas anak dalam menggerakan tubuh secar acak dan tanpa tujuan. Permainan ini jadi permainan dasar bagi anak-anak, terutama untuk melatih kebebasan mereka dalam berpikir, bergerak, dan berimajinasi.

 

 

    1. Bermain sendiri (Independent play)

 

 

Pada permainan ini tugas Bunda hanya akan mengawasinya dalam bermain sedangkan si kecil akan bermain sendirian. Membiarkannya bermain sendiri ternyata punya dampak pada tumbuh kembangnya. Hal ini disebabkan bermain sendiri bisa mendorongnya untuk bersikap mandiri.

 

Ia akan lebih mengenal kemampuan dirinya sendiri dan meningkatkan kepercayaan diri atas usahanya dalam menyelesaikan permainan sendiri. Permainan ini biasanya anak usia 2 sampai 3 tahun. Contoh permainan yang cocok untuk independent play yaitu kereta-keretaan, bermain boneka, dan menyusun balok atau puzzle.

 

 

    1. Permainan mengamati (Onlooker play)

 

 

Bunda, pernah dengar soal ‘permainan mengamati’ ini belum? Sesuai namanya, dalam permainan ini si anak hanya duduk diam mengamati anak lain sedang bermain. Meski gak andil bermain, namun sebenarnya ia sedang bermain juga.

 

Fungsi permainan ini adalah membantu si kecil mengembangkan komunikasi dengan teman seumurannya, memahami aturan permainan baru, dan lebih berani untuk berinterkasi dengan teman-teman lain untuk membahas permainan itu.

 

 

    1. Permainan paralel (parallel play)

 

 

Permainan ini biasanya terjadi pada masa peralihan si kecil yang telah berusia balita. Biasanya ia bermain sendiri namun ia pun mulai berbaur dengan teman-temannya, hal ini yang disebut parallel play.

 

Di fase permainan ini, ia akan sibuk dan fokus memainkan permainannya sendiri meski di sekitarnya ada anak lain yang juga sedang bermain yang sama. Jenis permainan ini akan memberikan kesempatan pada si kecil untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

 

 

    1. Permainan Asosiatif

 

 

Fase ini mirip seperti permainan mengamati sebelumnya. Bedanya di sini si kecil gak hanya mengamati namun mulai ikut tertarik dan mengikuti gerakan permainan yang ia lihat. Dalam tahap permainan ini ia masih belum mengetahui cara melakukan permainan tersebut dengan benar dan mengetahui peraturannya.

 

 

    1. Permainan berkelompok (Cooperative play)

 

 

Jenis permainan terakhir adalah tahap dimana si kecil sudah benar-benar bisa bermain dengan teman yang lain. Cooperative play ini lebih sering dilakukan anak-anak yang sudah bersekolah. Anak akan menggunakan semua keterampilan sosial yang ia miliki untuk berkomunikasi.

5 Permainan untuk Melatih Konsentrasi Anak

bukuananda.com

Anak-anak memang sering kali sulit untuk berkonsentrasi. Perhatian mereka masih mudah sekali teralihkan oleh hal-hal yang ada di sekitar mereka. Tapi bukan berarti kita tidak bisa melatih mereka berkonsentrasi, lho, Bund. Nah, berikut ini ada 5 permainan yang bisa dilakukan untuk melatih daya konsentrasi anak kita. Yuk, simak berikut ini!

 

    1.  Dot to dot, fokus dari satu titik ke titik lain

 

 

Bunda bisa cari gambar dot to dot dari internet. Hanya cukup membuat garis dari satu titik ke titik lainnya, anak pasti bakal tercengang dengan gambar apa yang dihasilkannya nanti.

 

 

    1.  Menebak apa yang berubah, meningkatkan visual anak

 

 

Berdiri lah menghadap si anak dan minta ia memperhatikan secara teliti, mulai dari pakaian yang Bunda kenakan, aksesoris, dan sebagainya. Lalu setelah anak mengingatnya, kalian saling berbalik membelakangi. Bunda bisa ubah penampilan, misal ganti topi, mengubah posisi cincin dan lainnya. Minta anak menyebutkan apa saja yang berubah.

 

    1.  Permainan “satu menit saja” , melatih konsentrasinya saat berpacu dengan waktu

 

 

Hanya butuh bola warna-warni dan stopwatch. Minta anak mengumpulkan bola warna biru misalnya, sebanyak-banyaknya dalam waktu satu menit. Setelah itu, hitung berapa yang dia dapat. Apakah ada warna lain yang tercampur atau tidak. Simple kan?

 

 

    1.  Mencari nomor yang hilang, melatih indera pendengaran

 

 

Anak hanya perlu meneriakkan dengan lantang, angka berapa yang hilang. Bunda mulai bisa menghitung dengan melewatkan satu nomor. Contohnya: “9, 10, 12, 13, 14”. Maka anak seharusnya meneriakkan angka “11.” .

    1.  Tongue twister, menuntut anak mengingat rangkaian kata dengan cepat

 

 

Permainan ini cukup mudah. Siapkan saja beberapa kalimat yang harus dibacakan oleh si anak. Misalnya: “Ular melingkar di atas pagar”, “red lorry, yellow lorry, red lorry, yellow lorry” atau “kuku kakiku kaku-kaku”. Minta anak membacanya dengan cepat dan semakin cepat. Selain melatih konsentrasi, permainan ini juga sangat menghibur.

 

Nah, itu tadi 5 permainan yang bisa dilakukan untuk melatih konsentrasi si kecil ya Bund. Semoga bermanfaat. Selamat mempraktekannya!

5 Tips Efektif Tumbuh Kembang Anak

bukuananda.com

Tumbuh kembang anak tentu menjadi perhatian bagi para orang tua. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi proses tumbuh kembang anak. Untuk itu penting bagi para orang tua memiliki wawasan tentang kebutuhan akan masa tumbuh kembang anak. Nah, berikut ini 5 cara efektif untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Yuk simak bersama.

 

 

    1.  Membiasakan anak berolah raga secara teratur

 

 

Kegiatan olah raga akan meminimalkan risiko obesitas pada anak, dan memaksimalkan proses tumbuh kembang mereka. Anak-anak yang berolah raga akan lebih bersemangat menjalani aktifitas mereka, selain itu juga mengalami pertumbuhan tulang dan otot secara maksimal. Anak-anak lebih rentan mengalami kelebihan berat badan serta menyebabkan kemampuan kognitif sulit berkembang karena malas bergerak.

 

 

    1.  Membantu anak menemukan minat bakat

 

 

Tumbuh kembang tidak melulu soal fisik tapi termasuk juga dalam urusan menemukan apa yang menjadi minat dan bakat si anak sejak sedini mungkin. Karena dengan begitu, anak akan lebih semangat dalam beraktifitas. Namun, bukan berarti hal-hal lain di luar minat bakatnya tidak penting. Ajarkan bahwa pengetahuan yang didapatkan di sekolah semuanya penting.

 

 

    1.  Menjaga daya tahan tubuh anak

 

 

Kebutuhan gizi yang baik adalah salah satu faktor agar anak memiliki daya tahan tubuh yang baik pula. Biasakan mereka rutin melakukan aktifitas fisik supaya fungsi organ tubuh dalam berjalan maksimal. Jangan takut jika si kecil menjadi kotor, ajarkan untuk selalu membersihkan diri setelah bermain.

 

 

    1.  Komunikasi efektif sejak anak lahir

 

 

Meski bayi belum bisa menanggapi komunikasi tapi otaknya akan terus berkembang dan terstimulasi jika diajak berkomunikasi. Maka penting untuk mengajaknya berkomunikasi, tidak sebatas obrolan saja tapi juga bisa melalui sentuh kulit atau ekspresi wajah.

 

 

    1.  Kebutuhan gizi dan stimulasi sejak di dalam kandungan

 

 

Asupan gizi yang seimbang sangat penting untuk perkembangan buah hati. Selain itu calon ayah dan ibu bisa sering melakukan interaksi dengan obrolan positif pada si janin atau memutar musik yang dapat merangsang tumbuh kembangnya.

 

Itu tadi ya Bunda 5 cara efektif untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

5 Mitos dan Fakta Seputar Tumbuh Kembang Anak

bukuananda.com

 

Dalam membesarkan anak, sering kali kita sebagai orang tua mendapat banyak masukan dari orang yang berpengalaman di sekitar kita. Tidak boleh ini itu, jangan begini atau begitu. Tapi benarkah semua yang dikatakan oleh orang-orang itu? Nah, mari cek kebenarannya di bawah. Berikut ada 5 mitos dan fakta seputar tumbuh kembang anak. Bunda wajib banget tau nih, supaya kita tidak salah kaprah dalam membesarkan si kecil.

 

 

    1.  Mitos : Alat bantu berjalan (baby walkers) membantu si kecil bisa belajar berjalan

 

 

Fakta: Justru baby walkers sebenarnya berbahaya karena si kecil tidak bisa melihat kakinya sendiri. Alat ini juga bisa menyebabkan si kecil jatuh dari tempat seperti tangga. Maka awasi selalu penggunaan baby walkers pada anak.

 

 

    1.  Mitos : Si kecil diam berarti baik-baik saja

 

 

Fakta : Menangis adalah cara bayi berkomunikasi, entah itu menginginkan sesuatu atau menyatakan ketidaknyamanan. Bayi yang sakit justru akan cenderung diam dan tidak banyak melakukan gerakan. .

 

 

    1.  Mitos : Nonton TV terlalu dekat berbahaya untuk mata

 

 

Fakta : Sejauh ini belum ada faktanya. Justru mata anak-anak bisa benar-benar fokus tanpa merasa kelelahan, berbeda dengan orang dewasa. Namun, jika anak menonton TV terlalu dekat bisa jadi dia menderita rabun jauh.

 

 

    1.  Mitos : susu formula sama bagusnya dengan ASI

 

 

Fakta : ASI jelas lebih unggul dan tidak sama dengan susu formula. ASI mengandung nutrisi yang dibutuhkan manusia, sedangkan susu sapi mengandung nutrisi yang berbeda. Nutrisi dan antibodi yang ada dalam ASI diproduksi menyesuaikan perkembangan fisik dan mental si buah hati.

 

 

    1.  Mitos : Jangan khawatir jika anak terlambat bicara, nanti juga bisa

 

 

Fakta : Jika si kecil terlambat bicara, segera bawa ke dokter atau ahlinya. Siapa tau ada hambatan dalam tumbuh kembangnya, agar bisa dicarikan solusinya.

 

Nah, itu tadi 5 mitos dan fakta seputar tumbuh kembang anak. Jadi untuk menanganinya Bunda sudah tahu harus bagaimana dan tidak bingung lagi. Semoga bermanfaat ya.

5 Permainan Anak di Rumah

bukuananda.com

Mengajak bermain anak adalah hal yang gampang-gampang susah. Karena anak sering kali mudah bosan dengan permainan yang itu-itu saja. Apalagi jika permainan itu hanya bisa dimainkan di dalam rumah. Tapi jangan khawatir berikut ini ada 5 permainan DIY yang bisa dibuat sendiri agar anak tidak bosan di rumah. Kira-kira apa saja ya? Yuk, simak di bawah ini!

 

 

    1.  Melukis dengan lem basah dan pewarna makanan

 

 

Asah bakat melukis anak dengan bahan yang aman yaitu campur lem basah dengan pewarna makanan. Sedangkan untuk kanvasnya bisa pakai lempengan kardus bekas pizza misalnya.

 

 

    1.  Permainan bongkar pasang baju boneka kertas

 

 

Waktu kita kecil masih bisa menemukan mainan kertas bergambar boneka dengan bongkar pasang baju. Tapi jaman sekarang hampir tidak ada. Maka Bunda bisa menggantinya dengan menggambar pola manusia di atas tanah dan memakaikannya baju bekas yang sudah tidak terpakai. Jadi lebih realistis kan?

 

 

    1.  Kapur berwarna untuk membuat target dalam permainan lempar anak panah (darts)

 

 

Bermain panah bisa menggunakan kapur warna dan spons basah, lho, Bunda. Caranya pakai kapur warna untuk bikin pola target dan garis batas pemain, sedangkan spons basah jadi anak panahnya. Dengan begitu, Bunda tidak perlu khawatir si kecil akan terluka karena panahnya tidak menggunakan benda tajam.

 

 

    1.  Membuat pola Hopscotch atau engklek dengan lakban berwarna

 

 

Engklek memang biasanya dimainkan di luar rumah tapi supaya tidak bosan bisa juga dilakukan di dalam rumah. Gunakan lakban berwarna dan kubus lego atau potongan kayu.

 

 

    1.  Lakban berwarna untuk membuat trek mobil

 

 

Hal ini akan lebih membuat anak antusias dalam bermain mobil-mobilan daripada hanya bermain di satu area saja. Bisa membuat trek di lantai ruang keluarga, atau di halaman. Pilih area yang lumayan luas agar tidak cepat bosan dengan trek mobil yang itu-itu saja.

 

Nah, itu tadi 5 permainan DIY yang bisa dilakukan di rumah supaya anak tidak cepat bosan. Semoga bermanfaat ya Bunda dan hari-hari si kecil jadi lebih menyenangkan.

Anak Cerdas Nggak Harus Rangking 1, Wajib Bunda Tahu!

bukuananda.com

Banyak orang yang mendefinisikan anak cerdas adalah anak yang berprestasi di sekolahnya. Tapi itu tidak lah sepenuhnya benar. Karena kecerdasan ternyata ada bermacam-macam, lho. Anak cerdas tidak selalu harus rangking satu di kelasnya atau yang jago matematika. Nah, berikut ini yuk, kenali 8 kecerdasan anak, supaya kita tahu bahwa anak-anak kita sebenarnya juga termasuk anak cerdas, lho!

 

 

    1. Berbakat dengan gambar

 

 

Disebut dengan kecerdasan spasial. Mereka biasanya senang melihat buku bergambar dan foto. Mereka juga memiliki ingatan yang tajam tentang berbagai lokasi dan jago menggambar.

 

 

    1. Jago dengan kata-kata

 

 

Jika dia bisa bicara lebih awal mungkin memiliki kecerdasan linguistik dan verbal. Biasanya mereka suka membaca, berbicara atau mencoba kosakata baru yang berbeda. Mereka juga suka menulis buku diary misalnya.

 

 

    1. Menyukai alam dan binatang

 

 

Jika anak Bunda suka binatang dan tumbuhan kemungkinan dia memiliki kecerdasan naturalis. Mereka mencintai alam bebas dan siap melakukan petualangan di luar sana. Mereka peduli dengan kupu-kupu dan pohon yang ditanam di sebrang rumah.

 

 

    1. Mahir berkomunikasi dengan orang lain

 

 

Disebut dengan kecerdasan interpersonal. Mereka biasanya cepat akrab dengan orang lain. Mereka bisa tumbuh jadi anak yang menawan, ramah, terbuka dan pembicara yang baik. mereka fasih bercakap dengan orang lain.

 

 

    1. Jago olahraga dan atletik

 

 

Disebut dengan kecerdasan tubuh dan gerakan. Anak-anak ini lebih atletis dari anak-anak lainnya. Bisa jadi mereka lebih tertinggal dalam perkembangan mental tapi mereka memiliki kekuatan, keseimbangan dan lebih aktif bergerak daripada anak-anak sebayanya.

 

 

    1. Bisa memecahkan masalah matematika dan berpikir logis

 

 

Disebut juga dengan kecerdasan logis. Mereka biasanya menjadi ilmuwan, ahli matematika maupun insinyur. Mereka mampu berpikir kritis dan berbakat dengan angka.

 

 

    1. Introspektif

 

 

Disebut dengan kecerdasan intrapersonal. Jadi biasanya anak ini mahir dalam memahami perasaannya sendiri. Dia bisa memberitahu apakah dia marah, sedih, kecewa dan sebagainya. Tentu hal ini jadi lebih memudahkan orang tua untuk menyikapinya kan?

 

 

    1. Jago musik dan nada

 

 

Anak yang tertarik dengan musik dan suka bernyanyi berarti dia memiliki kecerdasan musikal. Bunda bisa mengasah bakatnya dengan memasukkannya ke les vokal maupun musik sehingga bakatnya bisa lebih terarah lagi. Biasanya dia bisa memainkan salah satu alat musik.

 

Nah, sekarang sudah tau kan Bunda. Dari 8 kecerdasan di atas, mana nih yang dimiliki oleh si kecil?

Ini 5 Mainan Anak yang Populer di Tahun 2018

bukuananda.com

Zaman sekarang ini, mainan anak ada berbagai jenis macamnya. Sebagai orang tua kita jadi sering bingung mau membelikan mainan apa. Tidak hanya soal harga, banyak hal yang menjadi pertimbangan ketika kita membeli mainan untuk anak. Misalnya dari segi keamanan. Nah, berikut ini ada 5 mainan hits di tahun 2018. Kira-kira sudah punya belum nih si kecil?

 

 

    1.  Pasir kinetik

 

 

Mainan ini sangat digemari oleh anak-anak. Pasir kinetik adalah mainan yang tidak beracun, aman dan tidak berbau. Anak dapat berkreasi sesuka hatinya. Mainan ini sangat edukatif karena mengasah kreatifitas si kecil. Bunda bisa memainkannya bersama si kecil, dijamin pasti seru banget.

 

 

    1.  Slime

 

 

Memilik tesktur yang kenyal dan lembut serta tersedia dalam berbagai warna. Cara memainkannya pun mengasyikkan. Bisa dikepal, dibentuk atau ditarik sesuka hati. Mainan ini terbuat dari sabun, lem, body lotion dan slime activator.

 

 

    1.  Squishy

 

 

Memiliki tekstur yang kenyal dan lembut. Mainan ini terbuat dari bahan spons dan memiliki berbagai macam bentuk atau karakter. Cocok untuk anak 3 tahun ke atas. Anak-anak akan suka sekali meremas atau memegangnya. Mainan ini bisa dijadikan pajangan ataupun gantungan, selain itu juga menghilangkan kejenuhan.

 

 

    1.  Play-Doh

 

 

Mainan ini dapat meningkatkan daya seni dan kerajinan anak. Terbuat dari air, tepung, asam borat, dan minyak mineral sehingga aman untuk anak-anak. Play-Doh adalah mainan edukatif seperti tanah liat warna-warni. Mainan ini membantu kemampuan motorik anak.

 

 

    1.  Baby alive

 

 

Mainan ini nge-tren di kalangan anak-anak perempuan. Jadi, boneka ini bisa minum, makan, buang air kecil dan bicara, lho. Dengan mainan ini anak-anak bisa semakin kreatif karena imajinasi mereka terlatih. Mereka berperan seolah-olah jadi ibu.

 

Nah, itu tadi 5 mainan yang nge-tren banget di tahun 2018. Bahkan di tahun 2019 sekarang ini pun mainan-mainan ini tadi masih tetap populer lho. Mana aja nih yang sudah dimiliki si kecil? Jangan lupa untuk selalu meluangkan waktu bersama si kecil ya Bund. Semoga artikel ini bermanfaat!

Inilah Hal Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Masa Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan

bukuananda.com

Menjadi orang tua adalah pengalaman luar biasa yang tidak akan terlupakan. Namun, banyak orang tua yang sering bingung dengan tahapan perkembangan bayi. Apakah si kecil sudah tumbuh dengan semestinya, atau ada hal-hal yang janggal? Nah, berikut ini simak 5 hal yang perlu diperhatikan dalam masa perkembangan bayi usia bulan. Simak penjelasannya di bawah ini ya, Bunda.

 

 

    1.  Semakin pintar berguling

 

 

Seiring makin kuat otot leher dan lengannya, si kecil akan mulai pintar berguling-guling. Bunda harus lebih hati-hati ya, jangan meninggalkan si kecil sendirian di atas tempat tidur yang tinggi. Di samping itu dia akan semakin pintar menarik perhatian dengan mengoceh atau menggeliat-geliat.

 

 

    1.  Perubahan warna tinja

 

 

Warna dan bau tinja kemungkinan akan berubah saat si kecil mulai bisa mengonsumsi makanan padat pertamanya. Jangan khawatir, karena itu adalah hal yang normal terjadi. Namun, jika tinjanya tergolong keras, mungkin si kecil mengalami konstipasi. Maka segera ganti MPASI-nya dengan buah-buahan dan sayuran.

 

 

    1.  Membaca buku bersama

 

 

Membacakan buku untuknya dapat meningkatkan kemampuan berbahasa si kecil serta menjadi bekal untuk kelak dia menyukai aktivitas membaca. Pada usia ini anak mungkin belum dapat membalikkan halaman sendiri dan duduk tenang mendengarkan Bunda bercerita, namun saat-saat semacam ini adalah moment yang sangat berharga untuk dihabiskan bersama si kecil.

 

 

    1.  Pakaian yang nyaman

 

 

Beri si kecil pakaian yang melar, longgar dan sirkulasi udara yang baik. Hindari pemakaian dengan bahan yang kasar. Dengan begitu si kecil akan selalu merasa nyaman.

 

 

    1.  Belajar bahasa isyarat

 

 

Di usia ini, si kecil sudah bisa belajar bahasa isyarat. Seperti melambaikan tangan sebagai ucapan selamat tinggal, dan menunjuk sesuatu untuk bilang: lihat ini! Kemampuan motorik berkembang lebih dulu dibanding kemampuan bahasa. Bahasa isyarat dapat memfasilitasi anak untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhannya serta menghindarkannya dari rasa frustasi.

 

Nah, Bunda sudah paham kan. Itu tadi hal-hal penting yang perlu diperhatikan jika si kecil sudah mulai menginjak usia 6 bulan ya Bunda. Tahap perkembangan bayi memang sangat penting. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Montessori di Rumah, Ini 3 Ide Permainan Sensory Bag

bukuananda.com

Sensory bag adalah salah satu permainan yang bisa diberikan pada anak jika Bunda sedang menerapkan metode montessori di rumah. Sensory bag ini sangat baik untuk pengalaman panca indera anak, lho! Selain itu juga mengembangkan rasa ingin tahu dan kreatifitas anak. Anak bisa bermain sekaligus belajar tanpa menjadi kotor. Uniknya, permainan ini bisa diberikan pada bayi yang juga baru bisa tengkurap.

 

Ternyata yang menarik lagi Bunda, sensory bag tidak harus beli di toko. Karena Bunda bisa membuatnya sendiri lho. Nah, berikut ini ada 3 ide permainan sensory bag yang bisa dibuat sendiri di rumah. Mudah banget, lho!

 

 

    1.  Slimy muddy bag

 

 

Bahan :

 

 

    • Susu

 

    • Mainan-mainan kecil

 

    • Biji selasih warna hitam

 

    • Waterbeads yang sudah direndam semalaman

 

    • Pewarna makanan

 

 

Masukkan semua bahan dalam plastik ziplock. Jadi sudah. Untuk sensory bag yang satu ini lebih bertekstur karena ada biji selasihnya.

 

 

    1.  Eye spy alphabet bag

 

 

Sensory bag yang satu ini cocok untuk anak yang sedang belajar membaca. Bahan yang dibutuhkan:

 

 

    • Krim cukur

 

    • Waterbeads yang sudah direndam semalaman

 

    • Mainan alfabet

 

 

 

    1.  Fish pond sensory bag

 

 

Bahan:

 

 

    • Air

 

    • Minyak

 

    • Manik-manik

 

    • Pewarna makanan

 

    • Mainan bentuk ikan

 

    • Bola-bola styrofoam

 

 

Masukkan ke dalam plastik ziplock ukuran besar yaitu air dan pewarna makanan lebih dulu. Baru kemudian susuk dengan bahan-bahan lainnya.

 

Cara bermainnya juga sangat mudah. Pertama-tama yang sangat perlu diperhatikan adalah Bunda pastikan plastik tidak bocor karena sangat berbahaya jika bahan-bahan itu sampai tertelan oleh anak.

 

Nah, Bunda tinggal berikan sensory bag pada anak. Ajar mereka bereksplorasi dengan cara menunjuk mainan-mainan yang tersembunyi itu. Jika anak sudah bisa bicara, minta mereka menyebutkan nama benda yang mereka temukan. Biar lebih seru lagi, Bunda bisa masukkan sensory bag ke dalam kulkas. Jadi, anak-anak bakal lebih senang karena merasakan sensasi dinginnya.

 

Nah, gimana? Menarik kan Bunda permainan ini? Sekarang sudah tahu kan 3 ide permainan sensory bag yang bisa dibikin sendiri? Semoga bermanfaat ya!

5 Dampak Perceraian Bagi Tumbuh Kembang Anak

bukuananda.com

Perceraian adalah hal yang tentu tidak diharapkan oleh setiap rumah tangga. Apalagi jika keluarga tersebut sudah dikaruniai buah hati. Banyak orang yang menentang adanya perceraian dalam rumah tangga namun tetap saja hal tersebut kadang kala tidak bisa terhindarkan. Nah, berikut ini Bunda perlu tahu nih 5 dampak buruk perceraian bagi tumbuh kembang anak :

 

 

    1.  Menumbuhkan stres, cemas dan trauma

 

 

Jika anak sudah dalam usia yang cukup matang untuk memahami situasi, perceraian yang terjadi pada orang tuanya akan menimbulkan trauma yang dalam. Dia bisa mengalami stres, merasa tidak dicintai, terabaikan, cemas yang berlebihan dan efek psikologis lain yang mungkin terjadi.

 

 

    1.  Menurunnya prestasi belajar

 

 

Anak-anak korban perceraian biasanya memiliki masalah dengan perilaku mereka sehingga berpengaruh dalam fokus belajar dan nilai-nilai di sekolah. Jika selama ini dia sudah cukup berprestasi, bukan tidak mungkin setelah orang tuanya berpisah dia jadi kehilangan motivasi belajarnya sehingga prestasinya tidak sebaik dulu lagi.

 

 

    1.  Merasa rendah diri

 

 

Dampak negatif lainnya adalah anak akan sulit bersosialisasi karena merasa rendah diri, malu dan iri pada teman-teman lainnya yang memiliki keluarga utuh dan bahagia.

 

 

    1.  Mudah terpengaruh hal negatif

 

 

Dalam tahap tumbuh kembang anak, mereka akan mudah terpengaruh dengan hal buruk seperti narkoba, alkohol maupun rokok. Ini bisa terjadi karena anak tidak merasa diperhatikan oleh orang tua. Apalagi jika perceraian melalui proses yang berliku, bisa jadi orang tua mengabaikan anak-anak mereka.

 

 

    1.  Apatis dalam melakukan hubungan

 

 

Dalam masa jangka panjang, ketika kelak anak menjalin hubungan dengan lawan jenis, dia bisa menjadi apatis. Karena takut dengan komitmen dan mungkin menganggap pernikahan itu tidak penting dan hanya berakhir pada perpisahan.

 

Itu tadi dampak perceraian bagi tumbuh kembang anak. Semoga dengan begitu tidak banyak orang tua yang memutuskan untuk berpisah ya. Agar anak tetap tumbuh dengan optimal. Sebisa-bisanya setiap masalah tetap ada solusi yang terbaik bagi rumah tangga selain perceraian. Semoga artikel ini bermanfaat ya!