BAYI BAKAL MENAMBAH KECERDASANNYA

bukuananda.com

Meskipun bayi belum fasih berbicara, namun Bunda bisa lho, mengajaknya ngobrol untuk merangsang perkembangan otaknya. Bayi yang sering melakukan interaksi suara, terbukti akan memiliki kemampuan untuk menyerap bahasa dan keahlian untuk berkomunikasi. Hal ini dilansir dari laman raisingchildren.net.au.


Coba deh bunda perhatikan, bayi akan memberikan reaksi, ia akan menatap mata Bunda, menggerakan tubuh, atau tersenyum. Saat diajak mengobrol, bayi menyerap suara-suara, nada bicara, dan bahasa.


Ketika diajak ngobrol, bagian sinaps otak si kecil terutama yang berhubungan dengan bahasa akan bereaksi dan saling terhubung. Sinaps bahasa menjadi kunci keberhasilan kemampuan berbahasa. Kemampuan berkomunikasi akan sangat penting untuk si kecil mempelajari sesuatu kelak.


Lalu kaya gimana sih cara mengobrol yang efektif? Yuk simak di bawah ini tipsnya!


- Ajak ngobrol sesering mungkin


- Berbicara dengan nada bayi


- Luangkan waktu mengobrol hanya berdua dengannya


- Beri perhatian


- Tatap mata si kecil saat mengobrol


- Batasi tontonan televisi baginya


- Ngobrol dengannya ala orang dewasa


Nah itu sederet tips berkomunikasi dengan si kecil melalui cara yang menyenangkan. Cara mana yang sering Bunda lakukan? Coba deh ajak ngobrol dan praktekan tips di atas, agar anak lancar berkomunikasi nantinya!

Inilah Hal Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Masa Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan

bukuananda.com

Menjadi orang tua adalah pengalaman luar biasa yang tidak akan terlupakan. Namun, banyak orang tua yang sering bingung dengan tahapan perkembangan bayi. Apakah si kecil sudah tumbuh dengan semestinya, atau ada hal-hal yang janggal? Nah, berikut ini simak 5 hal yang perlu diperhatikan dalam masa perkembangan bayi usia bulan. Simak penjelasannya di bawah ini ya, Bunda.

 

 

    1.  Semakin pintar berguling

 

 

Seiring makin kuat otot leher dan lengannya, si kecil akan mulai pintar berguling-guling. Bunda harus lebih hati-hati ya, jangan meninggalkan si kecil sendirian di atas tempat tidur yang tinggi. Di samping itu dia akan semakin pintar menarik perhatian dengan mengoceh atau menggeliat-geliat.

 

 

    1.  Perubahan warna tinja

 

 

Warna dan bau tinja kemungkinan akan berubah saat si kecil mulai bisa mengonsumsi makanan padat pertamanya. Jangan khawatir, karena itu adalah hal yang normal terjadi. Namun, jika tinjanya tergolong keras, mungkin si kecil mengalami konstipasi. Maka segera ganti MPASI-nya dengan buah-buahan dan sayuran.

 

 

    1.  Membaca buku bersama

 

 

Membacakan buku untuknya dapat meningkatkan kemampuan berbahasa si kecil serta menjadi bekal untuk kelak dia menyukai aktivitas membaca. Pada usia ini anak mungkin belum dapat membalikkan halaman sendiri dan duduk tenang mendengarkan Bunda bercerita, namun saat-saat semacam ini adalah moment yang sangat berharga untuk dihabiskan bersama si kecil.

 

 

    1.  Pakaian yang nyaman

 

 

Beri si kecil pakaian yang melar, longgar dan sirkulasi udara yang baik. Hindari pemakaian dengan bahan yang kasar. Dengan begitu si kecil akan selalu merasa nyaman.

 

 

    1.  Belajar bahasa isyarat

 

 

Di usia ini, si kecil sudah bisa belajar bahasa isyarat. Seperti melambaikan tangan sebagai ucapan selamat tinggal, dan menunjuk sesuatu untuk bilang: lihat ini! Kemampuan motorik berkembang lebih dulu dibanding kemampuan bahasa. Bahasa isyarat dapat memfasilitasi anak untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhannya serta menghindarkannya dari rasa frustasi.

 

Nah, Bunda sudah paham kan. Itu tadi hal-hal penting yang perlu diperhatikan jika si kecil sudah mulai menginjak usia 6 bulan ya Bunda. Tahap perkembangan bayi memang sangat penting. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Ini Dia 6 Perkembangan Kemampuan Berkomunikasi Bayi, Lucunya!

bukuananda.com

Dalam tumbuh kembangnya, bayi akan belajar buat berkomunikasi secara verbal seperti berbicara. Namun, sebelum benar-benar fasih berbicara, ia akan mengalami tanda perkembangan kemampuan bicara, lho. Yuk, simak apa saja tujuh tandanya di bawah ini!

 

Merespon Pada Suara

 

Di usia 0-4 bulan, bayi akan mulai bisa berkonsentrasi untuk mendengar suara atau bunyi. Hal ini pun mendorongnya untuk memberikan respon terhadap suara yang didengarnya. Bayi akan menunjukkannya dengan ekspresi wajah, bergerak dan lainnya.

 

Menirukan Suara atau Bunyi

 

Saat berusia 1 – 3 bulan, ia sudah bisa mencoba menirukan suara yang sering ia dengar. Fase ini jadi awal baginya belajar bicara. Agar lancar, Bunda bisa merangsangnya dengan terus mengajak ngobrol secara berkala.

 

Melakukan Kontak Mata

 

Bayi juga bisa berkomunikasi lewat tatapan mata, lho. Sejak usia 6 minggu, si kecil bisa melakukan bahasa tubuh. Ia akan menatap, tersenyum, atau menangis sebagai bentuk komunikasinya.

 

Berputar dengan Perut

 

Memasuki usia 5-6 bulan, si kecil sudah bisa memakai perutnya buat bergerak. Tummy time biasanya jadi awal baginya mulai merangkak.

 

Mengenali dan Mengidentifikasi Warna

 

Si kecil ternyata bisa mengidentifikasi beragam warna baik secara terpisah maupun saat warna-warna tersebut dipadukan secara bersamaan. Fase ini sudah mulai terjadi saat ia berusia 5 bulan.

 

Mengidentifikasi Objek Tertentu

 

Setelah berhasil mengidentifikasi warna, kemampuan si kecil pun berkembang menuju mengindentifikasi objek. Ia sudah bisa mengenali dan memilih objek berdasarkan bentuk yang menurutnya bagus dan unik.

 

Nah itu dia perkembangan yang sudah bisa dilakukan si kecil sebelum berbicara. Bayi Bunda sudah mengalami fase yang mana, nih?