Ide Mainan Anak Usia 1 Tahun yang Bisa dibikin di Rumah

bukuananda.com

Bayi berusia 1 tahun cenderung sudah bisa bermain. Apa pun di tangannya bisa menjadi mainan. Nah, tentu penting nih bagi Bunda untuk memberikan mainan yang tepat dan aman. Sayangnya, permainan edukatif yang dijual sering kali mahal. Tapi jangan khawatir karena ternyata ada, lho, beberapa mainan yang bisa dibuat sendiri. Nah, berikut ini 5 mainan untuk anak usia 1 tahun yang bisa dibuat sendiri di rumah.

 

 

    1.  Set drum

 

 

Harga set drum tentu saja tidak murah. Tapi jangan khawatir karena kita bisa bikin sendiri, lho. Drum kita buat dari blok yoga dan bagian atasnya ditutup menggunakan plastik mika maupun kertas HVS. Untuk stiknya bisa dari sumpit kayu yang pada bagian atasnya dililitkan karet gelang.

 

 

    1.  Set bowling

 

 

Kita bisa buat dari botol bekas, lho. Yang dibutuhkan adalah cat berbagai warna serta botol minum plastik ukuran 1,5 liter. Tak lupa bola plastiknya ya. Caranya cukup warnai semua botol dengan warna-warna yang berbeda, cat bagian dalam botol supaya aman bagi si kecil.

 

 

    1.  Tas sensory play

 

 

Cuma butuh waktu 5 menit membuatnya. Yang dibutuhkan adalah kantong ziplock, berbagai mainan plastik dan karet, serta gel rambut. Caranya masukkan semua mainan beserta gel rambut dalam kantong ziplock lalu tutup kantong. Pastikan kantong tertutup rapat sehingga tidak bisa dibuka oleh si kecil. Jadi sudah tas sensory play ini.

 

 

    1.  Balok bayi

 

 

Bahan yang dibutuhkan adalah beberapa lembar kain bekas dan busa. Caranya mudah, lho. Cukup potong busa jadi bentuk balok kecil lalu jahit sedikit penutup untuk tiap-tiap busa. Pilih lah kain yang warnanya cerah dan mencolok serta beragam motif ya, Bund.

 

 

    1.  Boneka monster sarung tangan

 

 

Bunda bisa isi sarung tangan bekas dengan dakron lalu hias bagian luarnya. Bisa juga bikin mata dari kancing dan mulut dari kain flanel atau pita. Jadi deh boneka monster sarung tangan yang pasti disukai si kecil.

 

Nah, itu tadi 5 mainan untuk anak usia 1 tahun yang bisa dibuat sendiri. Mudah kan Bunda? Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ya.

Ilmu Pengetahuan yang Diajarkan di Sekolah ernyata Salah!

bukuananda.com

Anak-anak mempelajari bahwa ilmu pengetahuan di sekolah yang tidak diajarkan oleh orang tua di rumah. Namun, ternyata tidak semua yang diajarkan selalu benar. Karena faktanya, ilmu pengetahuan selalu berkembang dari waktu ke waktu. Nah, berikut ini 5 ilmu pengetahuan yang ternyata salah kaprah yang telah diajarkan oleh sekolah. Apa aja itu?

 

 

    1. Piramida

 

 

Selama ini kita menyangka bahwa piramida dibangun menggunakan tenaga kerja para budak. Tapi faktanya, dari situs hieroglyph serta arkeologi didapatkan bahwa yang mengerjakan piramida adalah jaringan pekerja terampil yang memang potensial dari seluruh masyarakat dan mereka dibayar cukup.

 

    1. Tembok besar Cina

 

 

Banyak yang mengatakan kalau tembok besar Cina bisa terlihat dari luar angkasa saking besarnya. Padahal itu sama sekali tidak benar. Dengan teleskop sekalipun, tembok besar Cina tidak terlihat dari luar angkasa. Bahkan mungkin setitik kecil pun juga tidak terlihat. Hal ini menunjukkan kebesaran Tuhan.

 

    1. Panca Indera

 

 

Kita tahu bahwa panca indera kita adalah penciuman, penglihatan, sentuhan, pengecapan, dan pendengaran. Namun, faktanya jumlah indera manusia sampai sekarang masih menjadi perdebatan. Karena ada yang namanya penalaran spasial, waktu, getaran, suhu dan arah. Namun, banyak orang yang setuju kalau indera manusia berjumlah lima.

 

 

    1. Warna darah

 

 

Ilmu pengetahuan lain yang salah adalah bahwa warna darah adalah biru di dalam tubuh tapi begitu keluar menjadi merah. Tentu tidak benar. Karena warna darah selalu merah baik di dalam maupun di luar tubuh manusia.

 

 

    1. Columbus

 

 

Selama ini yang kita tahu adalah Columbus yang menemukan bahwa Bumi berputar, yaitu ketika ia berlayar dari India dan berhenti di Amerika. Faktanya, teori bahwa bumi itu bulat sudah lebih dulu diketahui sejak 2000 tahun lalu oleh orang-orang Yunani Kuno.

 

Nah, sudah tahu kan sekarang 5 pengetahuan yang ternyata tidak benar. Memang dalam mempelajari suatu ilmu tidak lah mudah, terkadang para ilmuwan sendiri masih berdebat tentang suatu hal tapi yang terpenting kita bisa memberikan arahan yang benar untuk anak-anak kita. Semoga info ini bermanfaat ya Bunda.

Permainan Mengasah Kemampuan Otak Anak

 

bukuananda.com
Young woman helping her daughter with puzzle

Kemajuan teknologi sekarang ini membuat anak-anak memiliki banyak akses untuk bisa bermain. Selain permainan di tempat bermain atau halaman, anak-anak kini juga bisa melakukan permainan yang bisa mengasah otak. Jika Bunda sering khawatir dengan permainan yang mereka lakukan mungkin membahayakan, permainan asah otak bisa menjadi solusi. Berikut ini 5 permainan yang bisa mengasah otak anak.

 

1. Lego

 

Mainan yang sudah hits sejak dulu ini terbukti bisa mengasah kecerdasan anak. Si kecil bisa belajar tentang konsep arsitektur, desain dan bangunan. Mereka akan menyusun balok sesuai imajinasi mereka atau menurut petunjuk.

 

2. Flash card

 

Permainan ini akan mengenalkan si kecil tentang banyak hal. Misalnya angka, gambar, huruf, bentuk, warna, hewan dan lainnya. Sangat sederhana tapi dapat merangsang daya ingat anak.

 

3. Puzzle

 

Selain lego, puzzle juga salah satu permainan yang cukup terkenal dan tak lekang oleh waktu. Anak-anak akan menggabungkan potongan puzzle tersebut hingga jadi suatu gambar. Dengan begitu mereka belajar memecahkan sebuah masalah. Puzzle bisa dibeli berdasarkan tingkat kerumitannya. Pilih yang sesuai dengan usia anak Bunda ya.

 

4. Bermain peran

 

Permainan ini tidak melulu soal drama atau film. Tapi si kecil akan belajar berpikir fleksibel selain tentu saja melatih daya ingatnya. Mereka bisa bermain polisi dan penjahat atau pasien dan dokter. Semakin banyak teman-temannya yang ikut bermain maka akan semakin ramai dan menyenangkan juga. Semakin kompleks orang-orang yang berperan, si kecil dapat berlatih cara bersosialisasi sedini mungkin dalam masyarakat.

 

5. Bermain detektif

 

Misalnya berburu harta karun. Bunda bisa menyembunyikan sesuatu di dalam rumah, lalu coba beri petunjuk atau peta sederhana. Dari situ si kecil akan belajar mencari solusi untuk menemukan benda tersebut. Selain seru, bermain detektif akan membuat bonding ibu dan anak semakin kuat.

 

Nah, itu tadi 5 permainan yang bisa mengasah kemampuan otak si kecil. Menarik bukan. Selain aman, murah meriah juga membuat anak lebih cerdas. Nah, permainan mana nih yang bakal Bunda lakukan di rumah? Selamat mencoba ya!

5 Rekomendasi Permainan Edukasi untuk Balita

bukuananda.com

Memilih mainan untuk balita merupakan hal yang gampang-gampang susah. Kita tidak tahu bagaimana baiknya mengajari balita karena masih sulitnya berkomunikasi. Tidak semua mainan aman untuk dimainkan balita. Namun, permainan edukasi bisa jadi merupakan solusi dari kebingungan Bunda tersebut. Nah, berikut ini ada 5 permainan edukasi yang cocok untuk balita. Yuk simak!

 

 

    1.  Melipat kertas

 

 

Seni melipat kertas atau biasa disebut dengan origami. Pilih lah warna kertas yang mencolok atau bercorak supaya lebih menarik perhatian si kecil. Ajarkan mulai dari bentuk yang sederhana yaitu pesawat terbang. Permainan origami ini akan melatih fokus dan konsentrasinya.

 

 

    1.  Bricks

 

 

Bermain Bricks akan membuat Bunda dan si kecil bekerjasama dengan baik sebagai satu tim. Bunda akan membacakan instruksi kemudian si kecil yang menyusunnya, tentu saja dengan bantuan Bunda. Jika susunan sudah jadi, pasti si kecil akan sangat senang. Jangan lupa untuk mengapresiasi si kecil ya Bund.

 

    1.  Mainan alat musik

 

 

Anak akan berlatih menggunakan panca inderanya. Mereka belajar memukul, menekan atau meniup, yang akan melatih motorik halus dan kasar si kecil. Biarkan si kecil menciptakan musiknya sendiri. Selain melatih kreatifitas, permainan ini juga bisa memperlihatkan bila anak memiliki bakat musik atau tidak. Jika memang ada bakat musik, maka jangan ragu untuk mengembangkannya ya Bund.

 

 

    1.  Finger painting

 

 

Permainan melukis dengan jari ini akan mengajarkan si kecil berani berkreasi dan bermain warna. Selain tentu saja untuk ajang berimajinasi dalam menggambar. Bunda bisa siapkan kertas gambar dan cat air. Sebagai saran, sebaiknya gunakan cat air dari bahan pewarna makanan. Sehingga kalau tidak sengaja tertelan, si kecil tetap aman ya Bund.

 

    1.  Pasir kinetik

 

 

Dengan permainan ini kemampuan motorik kasarnya akan semakin baik, karena anak akan meremas, mencetak dan menekan. Pasir kinetik dijual dalam berbagai pilihan warna sehingga anak juga bisa belajar mengenal warna.

 

Itu tadi ya Bund 5 permainan edukasi yang bisa Bunda berikan pada balita. Di samping memberikan mainan, jangan lupa untuk selalu memiliki quality time bersama sang buah hati ya Bund. Semoga artikel ini bermanfaat.

5 Tips Hadapi Anak yang Merengek Minta Mainan

bukuananda.com

Mengajak anak ke toko sering menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Biasanya anak-anak suka merengek saat melihat mainan yang mereka inginkan. Berbagai macam cara dilakukan untuk membujuk si kecil tapi sering kali gagal. Beberapa anak ada yang bakal nangis kenceng kalau kemauannya tidak terpenuhi. Dan Bunda bingung harus gimana lagi. Berikut ini yuk simak 5 cara hadapi anak rewel minta mainan di toko.

 

 

    1.  Buat kesepakatan dengan anak

 

 

Sebelum pergi ke mall, Bunda bisa bikin kesepakatan lebih dulu. Misalnya nanti kalau ada mainan robot-robotan beli satu. Jadi, waktu di mall ketika si kecil minta mainan lagi atau minta mainan yang harganya lebih mahal, Bunda bisa jelaskan kalau tadi di rumah perjanjiannya tidak begitu.

 

 

    1.  Ajak anak berinteraksi

 

 

Perbanyak waktu untuk berinteraksi dengan anak. Bisa mengobrol sambil membaca buku dongeng, menggambar, menyanyi, menari atau bermain origami. Ajak juga si kecil bermain dengan teman sebayanya dengan permainan edukatif. Dia akan belajar bersosialisasi. Dari situ, si kecil tidak akan terlalu fokus lagi dengan mainan di toko karena sudah terbiasa berinteraksi dengan teman-temannya.

 

 

    1.  Ajarkan kebiasaan menabung

 

 

Jangan biasakan untuk selalu mengabulkan permintaan si kecil. Ajarkan juga menabung sedari kecil. Bunda bisa jelaskan kalau dia mau mainan ini, dia harus nabung dulu. Atau bisa diberitahu untuk minta mainan harus ada moment yang tepat, misal ulang tahun, kenaikan kelas atau lainnya.

 

    1.  Tegas menolak permintaan

 

 

Jangan selalu menuruti kemauannya, tegas lah menolak permintaannya. Jelaskan kenapa dia tidak dibelikan mainan. Dalam 4-5 kali mereka akan mengerti ada hal yang tidak bisa selalu mereka dapatkan. Intinya, perbanyak waktu berinteraksi dengannya sehingga mereka tidak terlalu tergantung pada mainan.

    1.  Belikan mainan mendidik dan bisa dimainkan dengan keluarga

 

 

Prioritaskan untuk membeli mainan yang bisa dimainkan bersama orang lain dan mendidik. Seperti FUNtastic Learning, SabaQu, dan permainan yang bisa dimainkan berkelompok. Jadi, anak punya quality time bersama keluarga.

 

Nah, itu tadi setelah baca 5 tips di atas semoga bisa diterapkan ya Bunda. Mudah-mudahan ke depannya, si kecil tidak rewel lagi kalau diajak berbelanja ke toko. Selamat mencoba.

Ini 5 Mainan yang Bisa Dimainkan Anak Laki-laki dan Perempuan

bukuananda.com

Ketika anak-anak sedang bermain, biasanya mereka suka mengelompok. Anak perempuan bermain bersama anak perempuan, sedangkan anak laki-laki bermain bersama anak laki-laki. Ada kecenderungan mereka lebih senang bermain dengan sesama jenis, karena takut yang laki-laki dianggap terlalu gemulai, sementara yang perempuan dianggap terlalu badung. Anak perempuan lebih banyak bermain dengan menggunakan imajinasi, sedangkan anak laki-laki lebih senang permainan fisik. Namun, sebenarnya tidak masalah jika mereka bermain bersama. Berikut ini 5 permainan yang bisa dilakukan oleh anak laki-laki dan perempuan, yuk simak!

 

 

    1. Permainan tradisional

 

 

Banyak permainan tradisional yang bisa dimainkan oleh anak laki-laki dan perempuan. Misalnya tap benteng, congklak, gobak sodor maupun petak umpet. Permainan semacam ini akan membuat anak-anak belajar kerja sama dan berkompetisi secara sehat, selain bisa melatih koordinasi fisik.

 

 

    1. Berburu harta karun

 

 

Bunda bisa menyembunyikan hadiah-hadiah atau mainan di suatu tempat. Lalu beri anak-anak petunjuk atau peta sederhana. Mereka pasti senang saat bisa menemukan hadiah tersebut. Permainan ini melatih interaksi dan kerjasama anak perempuan dan laki-laki. Seru deh.

 

 

    1. Permainan yang butuh pemecahan masalah

 

 

Salah satunya adalah bermain puzzle. Permainan ini akan melatih sensomotorik anak dengan mengkoordinasikan antara kerja mata dan tangan. Karena puzzle punya banyak bentuk dan warna sehingga anak akan berlatih memilih dan berkonsentrasi dengan satu potongan demi potongan.

 

 

    1. Permainan olahraga

 

 

Beberapa permainan olahraga yang bisa dimainkan bersama adalah kasti, berenang atau lempar bola. Sebaiknya orang tua mengawasi karena biasanya anak laki-laki lebih agresif dan tanpa sengaja melukai teman-temannya yang perempuan.

 

 

    1. Permainan menggunakan imajinasi

 

 

Mereka bisa bermain berperan seperti dokter-dokteran atau pura-pura memasak. Namun, tetap berikan pengawasan ya Bund. Beri pengertian agar mereka tidak melakukan permainan yang sampai memegang anggota tubuh di area pribadi maupun membuka baju.

 

Itu tadi ya, 5 permainan yang bisa dimainkan oleh anak laki-laki dan perempuan. Bisa mulai diterapkan nih Bund. Supaya anak-anak juga memiliki pergaulan yang lebih luas. Semoga bermanfaat ya Bunda.

5 Mainan Anak yang Berbahaya untuk Mata

bukuananda.com

Setiap anak pasti suka mainan, dan orang tua atau kakek nenek juga suka memberi mereka mainan. Tapi tidak semua mainan baik untuk anak, lho, Bunda. Ada beberapa mainan yang tampaknya mengasyikkan justru bisa melukai mata, mulai dari cedera mata hingga kebutaan. Serem banget kan? Ini 5 mainan yang bisa melukai mata, simak ya!

 

 

    1. Semua jenis mainan dalam bentuk senapan berpeluru

 

 

Meski peluru mainan terbuat dari bahan yang ringan dan lembut (cushy darts) tetap saja berbahaya. Karena peluru bisa terlempar hingga 22 meter. Jadi, tentu saja berbahaya jika terkena mata. Yang lebih ironis lagi, peluru mainan ada yang terbuat dari manik-manik dan dijual dengan harga yang sangat terjangkau.

 

 

    1. Senapan air

 

 

Mainan ini banyak dijual oleh penjual keliling maupun di toko-toko mainan. Anak-anak sering menggunakannya dalam jarak dekat dan diarahkan pada wajah. Tentu saja berbahaya karena memiliki potensi mencederai mata.

 

 

    1. Mainan tongkat, pedang atau senapan dengan bayonet

 

 

Mainan semacam ini memiliki harga beragam di pasaran mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Tentu saja bahayanya sudah jelas ya Bunda.

 

 

    1. Mainan pancing

 

 

Untuk anak-anak usia balita mereka belum bisa mengkoordinasi gerakan tangan mereka dengan baik. Mainan ini bisa membahayakan orang-orang di sekitarnya saat mata pancing terlempar atau melukai mata temannya.

 

 

    1. Senter laser atau senter dengan sinar terang (LED)

 

 

Senter ini mudah didapat dengan harga 2.000 hingga 5.000 rupiah. Bahaya dari senter laser adalah bisa menyebabkan cacat mata permanen karena intensitas cahayanya cukup tinggi. Sedangkan senter LED bisa menyebabkan kebutaan sementara, hal ini bisa bikin anak jatuh dari tangga atau mengalami hal-hal buruk lainnya.

 

Nah, itu tadi ya Bunda 5 mainan yang berbahaya untuk mata. Jadi, sebaiknya awasi selalu jika anak-anak sedang bermain. Jangan lupa untuk meluangkan waktu bermain bersama si kecil ya Bund. Agar mainan mereka, tidak melukai diri sendiri atau teman-teman mereka yang lainnya. Semoga informasi ini berguna ya Bunda.

5 Cara Membuat Si Kecil Peduli Sesama di Masa Tumbuh Kembang Anak

bukuananda.com

Dalam masa tumbuh kembang anak, salah satu hal yang penting dan perlu diajarkan adalah bagaimana supaya anak memiliki kepedulian terhadap sesamanya. Banyak orang dewasa yang tidak peduli dengan sekitarnya. Tentu itu tidak lepas dari kebiasaan di masa kecilnya. Berikut ini 5 cara sederhana bagaimana mengajarkan si kecil peduli sesamanya sejak masa tumbuh kembang anak.

 

 

    1.  Meninggalkan meja dalam kondisi bersih

 

 

Jika sedang makan di luar, penting bagi Bunda untuk mengajarkan anak mengumpulkan piring bekas makan di tengah. Jika memakai alat makan sekali pakai, ajarkan ia membuang sisa makanan di tempat sampah. Kebiasaan ini adalah pelajaran untuk menghargai banyak orang. Pertama, orang yang memakai meja setelah kita, kedua petugas kebersihan, dan yang ketiga lingkungan sekitar.

 

 

    1.  Memberi senyuman dan sapaan kepada setidaknya 10 orang setiap hari

 

 

Menyapa dan tersenyum merupakan cara kita menghargai orang lain. Ajarkan anak bersikap ramah terhadap orang lain. Karena sering kali tanpa sadar senyuman yang kita berikan bisa mengubah hari seseorang saat itu.

 

 

    1.  Mengucapkan ‘terima kasih’ dan ‘tolong’

 

 

Ini juga cara kita menghargai orang lain. Dua kata ini sangat penting dalam berelasi dengan sesama manusia. Artinya kita menghargai usaha yang telah mereka lakukan untuk kita. Jangan sampai anak tumbuh menjadi orang yang enggan untuk mengatakan terima kasih dan tolong.

 

 

    1.  Mengelap dudukan toilet dan mengeringkan wastafel

 

 

Baik di rumah atau di tempat umum ajarkan anak membersihkan toilet sehabis dipakai. Biasanya budaya segan sehingga anak akan selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain. Ajarkan bagaimana mereka ingin diperlakukan, maka seperti itulah mereka harus berperilaku.

 

 

    1.  Merapihkan ranjang segera setelah bangun tidur

 

 

Ini adalah hal sederhana yang bisa diajarkan sedini mungkin. Membersihkan tempat tidur mengajarkan si kecil untuk menghargai dirinya sendiri. Ketika anak bisa menghargai dirinya maka ia juga bisa merefleksikannya pada orang lain.

 

Nah, itu lah 5 cara mengajarkan si kecil peduli terhadap sesama sejak masa tumbuh kembang anak. Semoga artikel ini bermanfaat ya Bunda.

7 Tips Agar Si Kecil Senang Belajar Baca Al-Quran

bukuananda.com

Sebagai orang tua muslim, pastinya memiliki anak yang mencintai Al-Quran menjadi sebuah idaman. Namun kenyataannya, mengajarkan anak untuk mengenal dan mencintai Al-Quran nggak semudah itu, lho, Bun.

 

Rasulullah SAW bersabda bawah ibadah yang paling istimewa adalah membaca Al-Quran serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, setiap huruf dalam kitab suci umat Islam ini bisa mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang membacanya.

 

Nah, jika Bunda ingin si kecil mahir membaca, menghafal, serta mengkaji Al-Quran, ada tantangan tersendiri di balik prosesnya. Maka dari itu, akan lebih baik mengenalkan Al-Quran padanya sejak dini, dengan motivasi kuat dari Bunda. Yuk, simak tipsnya agar si kecil senang membaca Al-Quran di bawah ini!

 

Jangan pernah memaksanya

 

Meski Bunda bersemangat untuk mengenalkan Al-Quran pada anak, jangan memaksanya hingga merasa nggak nyaman. Bunda bisa membiarkan agar minat belajar membaca tersebut muncul dari dalam diri mereka. Sebagai orang tua, kita cukup memberikan stimulasi agar ia tertarik. Pada hakikatnya, anak adalah pembelajar yang hebat, lho.

 

Berikan contoh yang baik

 

Ternyata, memberikah contoh pada anak jadi tips paling jitu karena mereka merupakan peniru yang ulung. Bunda bisa menunjukkan kebiasaan membaca Al-Quran sehari-hari di hadapannya. Anak pun akan menirunya kebiasaan tersebut.

 

Berikan penjelasan mengapa Al-Quran itu penting

 

Saat ia sudah memasuki usia sekolah, jangan lupa untuk memberikan penjelasan pada anak mengapa kita butuh membaca Al-Quran. Bunda bisa lakukan komunikasi dua arah dengannya, dan hargai setiap pendapat mereka. Pengertian ini akan menjadi dasar dari rasa cinta mereka pada Al-Quran.

 

Ajarkan dengan cara kreatif

 

Selain mengenalkan Al-Quran dengan cara biasa, Bunda juga bisa menggunakan cara menggunakan. Sebagai contoh, gunakan media seru seperti games tentang pengenaan Huruf Hijaiyah, Iqro Digital, atau video-video pembelajaran Al-Quran yang lucu. Hal ini bisa mendorong rasa tertariknya, lho.

 

Mulai dari hal mudah

 

Bunda bisa memulai pembelajaran dari hal yang paling mudah agar anak termotivasi untuk melakukan lagi. Hal ini disebabkan mereka merasa mampu melakukannya.

 

Selalu konsisten

 

Terkadang, si kecil bisa berada dalam keadaan kurang mood untuk belajar. Nah, di sini kreativitas dan kesabaran Bunda ditantang. Tetap konsisten ajarkan mereka AL-Quran setiap hari meski hanya sebentar.

 

Berikan apreasiasi

 

Jika si kecil telah selesai mempelajari Al-Quran dengan baik, jangan lupa untuk memberikan apresiasi atas usaha mereka. Berilah ia pujian atau sesekali hadiah agar mereka semakin termotivasi.

 

Nah itu dia beragam tips mudah agar si kecil senang belajar dan membaca Al-Quran. Buat Bunda yang ingin anaknya mahir membaca Al-Quran, segera praktekan tips di atas, yuk!

Buku adalah Jendela Dunia

Menyediakan buku anak edukatif yang ASLI (bukan produk bajakan) dengan harga bersaing.

Kami hadir dengan tujuan membantu Anda untuk mendapatkan buku anak edukatif yang berkualitas dengan cara yang mudah dan harga yang terjangkau.

 

Anda bisa mendapatkan buku anak board book, buku cerita anak, buku anak islami dari Pelangi Mizan / MDS.

 

Kini Anda bisa mendapatkan buku edukatif untuk anak, kapan saja dan darimana saja dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Pembelian bisa dengan cash, tabungan, serta Gratis Ongkir untuk produk tertentu. S & K berlaku.

Alamat :

Perumahan taman setiabudi blok B14 kelurahan kebonmanis kecamatan cilacap utara

53235