5 GAME ANAK OFFLINE BUAT EDUKASI SI KECIL

bukuananda.com

bukuananda.com : Di zaman sekarang Bunda gak perlu pusing buat mencari beragam permainan untuk si kecil. Permainan ini dengan lengkap sudah tersedia di playstore yang bisa Bunda unduhkan di smartphone. Namun, Bunda juga harus memilah dan memilihnya dengan baik dan bijaksana, ya. Jangan lupa juga untuk menyesuaikan game selaras dengan umur si kecil. Nah, bagi Bunda yang sedang berencana mengunduh game edukatif buat si kecil di smartphone, cek rekomendasi 6 game anak offline di bawah ini yuk!

 

    1. Baby Phone

 

Di game ini anak bisa belajar beragam hal, seperti lagu-lagu dan kata-kata dalam bahasa Inggris. Lagu yang dimainkan juga bakal menampilkan animasi yang menarik buah hati. Gak perlu membayar untuk permainan ini, gratis lho!

 

    1. Paket Belajar Lengkap TK dan PAUD

 

Dalam game ini terdapat modul belajar lengkap membaca, berhitung, menulis, mengaji, menggambar, mewarnai, bahasa inggris, hingga lagu anak-anak. Game ini pastinya cocok buat si kecil yang sudah duduk di TK atau Paud.

 

    1. Learn The Animals

 

Sesuai judulnya, si kecil bakal mempelajari segala hal berkaitan dengan hewan. Misalnya mengenali jenis hewan yang ada di berbagai belahan bumi. Mulai yang sering dilihat hingga yang langka. Ada juga fitur yang memperkenalkan pada anak soal warna, suara, bentuk dan permainan menyusun kata dari nama-nama hewan ini. Seru deh pokoknya!

 

    1. Belajar Hijaiyah + Suara

Baca Juga Artikel inihttps://www.bukuananda.com/5-manfaat-membaca-buku-ensiklopedia-bagi-anak/

Anak bisa belajar hijaiyah dengan menyenangkan lewat game ini. Konsep dalam game sama seperti mengaji umumnya, membaca dan menulis huruf hijaiyah, ada pula beberapa games yang bisa dimainkan, seperti menebak ketupat hijaiyah, menebak huruf hijaiyah, dan masih banyak lainnya. Anak jadi gak bosan belajar dengan adanya game satu ini.

 

    1. Rube’s Lab – Physics Puzzle

 

Game ini bakal mengajari anak soal fisika dengan pengemasan yang menarik dan seru. Anak bakal diberikan berbagai macam puzzle dengan gaya fisika dan logika. Dengan begitu, anak bisa mengenal fisika dengan cara yang mudah. Oh iya, game ini lebih cocok kalau si kecil sudah berusia 9 tahun ya, Bund.

 

Nah, itu dia 5 game seru yang bisa sekalian jadi mediasi si kecil belajar, nih Bund. Coba deh install dan ajak si kecil memainkannya bersama!

#bukuananda

PERMAINAN EDUKATIF DI RUMAH

bukuananda.com

Di zaman digital seperti sekarang, permainan anak pun berubah jadi lebih canggih. Pasti Bunda gak heran kalau si kecil sekarang lebih akrab dengan game-game dalam gadget ketimbang permainan anak-anak tradisional.

Sayangnya, permainan jenis ini gak selalu baik lho, Bund, buat perkembangan mereka. Makanya, Bunda bisa mulai mengenalkannya dengan permainan seru buat anak di luar gadget. Bunda bisa lho, menciptakan jenis permainan edukatif sendiri di rumah, bermodal benda-benda yang gak mahal. Selain merangsang perkembangan motoriknya, permainan ini juga bisa mengasah kreativitas dan emosionalnya.

Bunda bisa nih menciptakan sendiri permainan edukatif di rumah bermodal dengan benda-benda murah meriah yang tersedia di rumah. Berikut ini lima ide permainan edukatif untuk anak yang bisa dibuat sendiri:

1. Tebak Suara

Alat yang dibutuhkan:

Kertas berisi daftar gambar sumber suara yang akan dicari si kecil. Bunda bisa banget membuatnya berdasarkan tema tertentu, misal kendaraan atau hewan.

Cara bermain:

– Bunda bisa ajak si kecil jalan-jalan di sekitar rumah sambil memintanya mendengarkan dengan seksama suara yang ia dengar sesuai dengan tema.

– Jika si kecil mendengar suara misal suara kendaraan roda dua, minta ia mencentangkan pada gambar yang sesuai dengan sumber suara tersebut pada kertas.

– Bunda bisa mengulangi proses ini hingga semua gambar dicentang, ya.

2. Es Pelangi

Alat yang dibutuhkan:

Cetakan es batu, air, beberapa pewarna makanan cair.

Cara bermain:

– Ajak si kecil menuangkan air di cetakan es hingga penuh terisi semuanya.

– Setelah semua kotak terisi air, minta ia meneteskan aneka pewarna makanan di setiap kotak.

– Aduk setiap kotak hingga warna merata. Kemudian simpan cetakannya dalam freezer selama 1 -2 jam, ya.

– Setelah beku, keluarkan es dari cetakan. Biarkan si kecil bermain dengan es warna-warni kasil karyanya tersebut.

3. Gelembung Ular

Alat yang dibutuhkan:

Botol plastik kecil bekas, handuk kecil atau kaus kaki, 1 karet gelang, beberapa pewarna makanan, sabun cuci piring cair, air, gunting, wadah kecil.

Cara bermain:

– Pertama, gunting bagian bawah botol hingga bolong.

– Tutupi alas botol yang bolong dengan handuk atau kaus kaki. Lilitkan bagian atas dengan karet gelang agar gak copot.

– Setelahnya, teteskan pewarna makanan beraneka warna dengan pola melingkar pada handuk yang telah jadi alas botol.

– Kemudian tuangkan sedikit air dan sabun cucui piring pada wadah, aduk.

– Celupkan bagian alas botol yang sudah ditutupi handuk ke dalam wadah, kemudian angkat. Lepaskan tutup botol, lalu tiup dengan kencang. Keluar deh gelembung ularnya, Bund.

4. Goresan Rahasia

Permainan ini gak membutuhkan alat khusus.

Cara bermain:

– Permainan ini bakal memperkuat interaksi Bunda dengan si kecil, nih. Caranya, minta si kecil memunggungi Bunda, lalu buat goresan di punggungnya menggunakan jari atau alat tertentu seperti spidol. Goreskan angka atau huruf dan minta ia menebaknya.

– Selain di punggung, Bunda juga bisa menggunakan lengan, telapak tangan, telapak kaki, sembari memintanya menutup mata.

5. Bermain Pura-pura

Sama seperti permainan sebelumnya, permainan satu ini juga gak membutuhkan alat khusus dan bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Bunda tinggal mengajak si kecil untuk berpura-pura jadi penyanyi, dokter, guru, dan lainnya. Bunda juga bisa mengkondisikan sekitar demi mendukung profesi yang sedang ia tiru.

Nah itu dia ide 4 permainan edukatif yang bisa Bunda siapkan di rumah buat si kecil. Seru buat dicoba kan?

#zamandigital

BELAJAR MENGHAFAL HURUF DENGAN MUDAH

BELAJAR MENGHAFAL HURUF DENGAN MUDAH

bukuananda.com

Di fase belajar berbahasa, salah satu hal yang jadi kesulitan paling umum buat si kecil adalah mempelajari huruf. Maka dari itu, kita bisa memperkenalkan huruf ini sejak dini pada tahapan pra sekolah. Jika si kecil sudah fasih mengingat huruf, hal ini akan mempermudahnya belajar membaca.

Nah, sebelum ia memasuki sekolah, Bunda bisa menstimulasinya untuk mengenal huruf lebih dulu. Berikut ini beberapa cara menyenangkan bagi si kecil menghafal huruf. Yuk, cari tahu!

Memperkenalkan namanya sendiri

Cara pertama, Bunda bisa mencoba mengajarinya dengan memperkenalkan nama. Bunda juga bisa sering memperdengarkan namanya disebut berulang kali. Tulislah huruf di atas kertas sembari menarik perhatiannya untuk melihat cara kita menulis.

Menyanyi tentang alfabet

Mengenalkan huruf padanya bisa dengan mediasai lagu dari berbagai huruf, lho, Bund. Misalnya menyanyikan huruf A, B,C, hingga Z dilengkapi dengan keterangan A adalah Apel dan seterusnya. Hal ini agar si kecil jadi lebih mudah menghafal dan mengenalnya. Nyanyian ini juga bisa membantunya mengembangkan imajinasi, lho!

Berikan makanan warna-warni

Bunda bisa nih mencoba memberikannya makanan warna-warni, sambil mengajarinya menghafal warna yang ada. Hal menyenangkan ini bisa membantunya menghafal lebih cepat. Tapi Bunda juga harus memerhatikan kandungan di dalamnya, ya.

Membuat permainan seru

Bunda juga bisa nih mengajarkan huruf dengan menjadikannya permainan seru yang menantang. Bunda bisa membuat kartu yang masing-masing bertuliskan huruf. Kemudian tantang dia untuk menyusun nama sebuah benda dari kartu yang ada.

Menonton video edukasi alfabet

Terakhir, Bunda bisa mencoba mengajarkannya dengan cara menonton TV atau Youtube bersama. Pilih tayangan yang berisi edukasi tentang alfabet di dalamnya, kemudian Bunda bisa mendorongnya buat menghafalkan huruf tersebut. Cara ini tentu lebih menarik baginya untuk menghafal huruf.

OLAHRAGA MEMBUAT SI KECIL JADI TINGGI

bukuananda.com

bukuananda.com : Hal menyenangkan yang bisa Bunda amati dalam tumbuh kembang si kecil adalah pertumbuhan tinggi badannya. Selain karena faktor genetik, Bunda bisa, lho, melakukan upaya buat memaksimalkan tinggi badan si kecil. Salah satu caranya adalah dengan mengajak si kecil melakukan beragam olahraga. Apa aja ya olahraga yang bisa menunjang tinggi badan anak? Simak yuk di bawah ini!

 

    1. Lari

 

 

Lari merupakan olahraga simpel yang mudah dilakukan oleh semua kalangan, termasuk si kecil. Lari bisa banget, lho, menunjang tinggi badan anak. Berlari bisa membantu memperkuat bagian kaku dan menstimulan pertumbuhan tulang.

 

 

    1. Lompat tali

 

 

Lompat tali bisa menstimulasi tinggi anak bukan cuman mitos, lho. Olahraga ini bisa membantu tubuh untuk meregang dan berkontraksi hingga bisa membantu meninggikan badan.

 

 

    1. Berenang

 

 

Banyak yang bilang renang bisa menunjang tinggi badan anak. Jawabannya, ya, renang bisa membantu si kecil memaksimalkan tinggi badannya. Berenang bisa mengembangkan kemampuan otot dan tulang dengan baik dan merangsang pertumbuhan tinggi si kecil.

 

 

    1. Bersepeda

 

 

Gerakan kaki mengayuh sepeda bisa membuat kaki meregang dan membuat kaki si kecil jadi lebih panjang, lho. Selain itu, kegiatan ini bisa meningkatkan aliran darah pada lutut dan otot paha. Makanya, bersepeda bisa menunjang tinggi si kecil jadi lebih maksimal.

 

 

    1. Sepakbola

 

 

Sepakbola bakal membutuhkan banyak kegiatan berlari. Manfaat berlari tadi sudah dibahasa sebelumnya, bisa menunjang pertumbuhan tinggi si kecil dengan baik, nih.

 

 

    1. Basket

 

 

Jika si kecil bermain basket, maka ia mau gak mau harus sering melakukan gerakan melompat buat memasukan bola. Gerakan ini lah yang bisa menunjang pertumbuhan tinggi si kecil.


Nah, itu dia 6 olahraga yang dapat memaksimalkan tinggi anak sejak dini, yuk dicoba!

AJARKAN SI KECIL STEM SEJAK DINI

bukuananda.com

Bunda, pernah dengar soal STEM nggak nih? STEM (science, technology, engineering, math – Sains, Teknologi, Teknik Mesin, Matematika) dapat mendukung anak memiliki kemampuan berpikir yang logis dan kritis. Jika Bunda ingin anak jadi ilmuwan, ajarkan hal ini sejak dini padanya.

Plus, kemampuan menguasai STEM sejak dini juga berperan bagi pertumbuhan si kecil hingga dewasa nanti. Saat ini semakin banyak lapangan pekerjaan yang berkutat di bidang sains, teknologi, teknik mesin dan juga matematika, lho! Maka dari itu yuk mulai kenalkan STEM ini pada si kecil!


Ajari anak tentang bentuk


Kenalkan padanya mengenai bentuk, dicontohkan dari benda sekitar. Misal bola itu bulat, bantal itu persegi, dan lainnya. Setelah ia mengenal bentuk, minta si kecil membandingkan benda tadi dari ukuran. Ajarkan ia membedakannya dari segi ukuran mulai terkecil hingga terbesar.


Ajari anak bertanya ‘apa’ dan bukan ‘kenapa’


Si kecil secara alami akan terdorong untuk selalu bertanya ‘kenapa’. Ajarkan anak untuk bertanya ‘apa’ untuk berpikir tentang apa yang sedang mereka lihat dan mendorongnya untuk mengatakan hasil pengamatannya. Bunda bisa mencontohkan dengan memberikan pertanyaan ‘apa’ pada si kecil dan biarkan ia menjelaskannya.


Ajari anak suka matematika


Bunda bisa mengenalkan padanya bahwa berhitung dan matematika itu menyenangkan. Misalnya, ajarkan ia berhitung menggunakan jari, bukan kalkulator. Jangan biarkan anak melihat bahwa orang tua nggak suka matematika.


Ajari konsep sebab akibat


Bunda bisa menunjukan pada anak tentang hubungan sebab akibat secara sederhana. Kemudian, minta anak untuk menjelaskan konsep hubungan sebab akibat dengan menggunakan tombol sakelar lain di dalam rumah.


Ajarkan menghitung dengan rima dan nyanyian


Ajarkan menghitung dengan cara menyenangkan seperti berirama dan bernyanyi saat belajar. Anak bisa mengenali pola mana yang memegang peranan penting dalam dasar belajar STEM. Mengenali pola adalah langkah pertama untuk memprediksi hasil yang merupakan kunci dari belajar STEM.


Ajari si kecil STEM ini agar ia bisa berpikir kritis, analitis, logis, kreatif, inovatif dan memiliki solusi saat menghadapi masalah apa pun.

Inilah Hal Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Masa Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan

bukuananda.com

Menjadi orang tua adalah pengalaman luar biasa yang tidak akan terlupakan. Namun, banyak orang tua yang sering bingung dengan tahapan perkembangan bayi. Apakah si kecil sudah tumbuh dengan semestinya, atau ada hal-hal yang janggal? Nah, berikut ini simak 5 hal yang perlu diperhatikan dalam masa perkembangan bayi usia bulan. Simak penjelasannya di bawah ini ya, Bunda.

 

 

    1.  Semakin pintar berguling

 

 

Seiring makin kuat otot leher dan lengannya, si kecil akan mulai pintar berguling-guling. Bunda harus lebih hati-hati ya, jangan meninggalkan si kecil sendirian di atas tempat tidur yang tinggi. Di samping itu dia akan semakin pintar menarik perhatian dengan mengoceh atau menggeliat-geliat.

 

 

    1.  Perubahan warna tinja

 

 

Warna dan bau tinja kemungkinan akan berubah saat si kecil mulai bisa mengonsumsi makanan padat pertamanya. Jangan khawatir, karena itu adalah hal yang normal terjadi. Namun, jika tinjanya tergolong keras, mungkin si kecil mengalami konstipasi. Maka segera ganti MPASI-nya dengan buah-buahan dan sayuran.

 

 

    1.  Membaca buku bersama

 

 

Membacakan buku untuknya dapat meningkatkan kemampuan berbahasa si kecil serta menjadi bekal untuk kelak dia menyukai aktivitas membaca. Pada usia ini anak mungkin belum dapat membalikkan halaman sendiri dan duduk tenang mendengarkan Bunda bercerita, namun saat-saat semacam ini adalah moment yang sangat berharga untuk dihabiskan bersama si kecil.

 

 

    1.  Pakaian yang nyaman

 

 

Beri si kecil pakaian yang melar, longgar dan sirkulasi udara yang baik. Hindari pemakaian dengan bahan yang kasar. Dengan begitu si kecil akan selalu merasa nyaman.

 

 

    1.  Belajar bahasa isyarat

 

 

Di usia ini, si kecil sudah bisa belajar bahasa isyarat. Seperti melambaikan tangan sebagai ucapan selamat tinggal, dan menunjuk sesuatu untuk bilang: lihat ini! Kemampuan motorik berkembang lebih dulu dibanding kemampuan bahasa. Bahasa isyarat dapat memfasilitasi anak untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhannya serta menghindarkannya dari rasa frustasi.

 

Nah, Bunda sudah paham kan. Itu tadi hal-hal penting yang perlu diperhatikan jika si kecil sudah mulai menginjak usia 6 bulan ya Bunda. Tahap perkembangan bayi memang sangat penting. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

5 Dampak Perceraian Bagi Tumbuh Kembang Anak

bukuananda.com

Perceraian adalah hal yang tentu tidak diharapkan oleh setiap rumah tangga. Apalagi jika keluarga tersebut sudah dikaruniai buah hati. Banyak orang yang menentang adanya perceraian dalam rumah tangga namun tetap saja hal tersebut kadang kala tidak bisa terhindarkan. Nah, berikut ini Bunda perlu tahu nih 5 dampak buruk perceraian bagi tumbuh kembang anak :

 

 

    1.  Menumbuhkan stres, cemas dan trauma

 

 

Jika anak sudah dalam usia yang cukup matang untuk memahami situasi, perceraian yang terjadi pada orang tuanya akan menimbulkan trauma yang dalam. Dia bisa mengalami stres, merasa tidak dicintai, terabaikan, cemas yang berlebihan dan efek psikologis lain yang mungkin terjadi.

 

 

    1.  Menurunnya prestasi belajar

 

 

Anak-anak korban perceraian biasanya memiliki masalah dengan perilaku mereka sehingga berpengaruh dalam fokus belajar dan nilai-nilai di sekolah. Jika selama ini dia sudah cukup berprestasi, bukan tidak mungkin setelah orang tuanya berpisah dia jadi kehilangan motivasi belajarnya sehingga prestasinya tidak sebaik dulu lagi.

 

 

    1.  Merasa rendah diri

 

 

Dampak negatif lainnya adalah anak akan sulit bersosialisasi karena merasa rendah diri, malu dan iri pada teman-teman lainnya yang memiliki keluarga utuh dan bahagia.

 

 

    1.  Mudah terpengaruh hal negatif

 

 

Dalam tahap tumbuh kembang anak, mereka akan mudah terpengaruh dengan hal buruk seperti narkoba, alkohol maupun rokok. Ini bisa terjadi karena anak tidak merasa diperhatikan oleh orang tua. Apalagi jika perceraian melalui proses yang berliku, bisa jadi orang tua mengabaikan anak-anak mereka.

 

 

    1.  Apatis dalam melakukan hubungan

 

 

Dalam masa jangka panjang, ketika kelak anak menjalin hubungan dengan lawan jenis, dia bisa menjadi apatis. Karena takut dengan komitmen dan mungkin menganggap pernikahan itu tidak penting dan hanya berakhir pada perpisahan.

 

Itu tadi dampak perceraian bagi tumbuh kembang anak. Semoga dengan begitu tidak banyak orang tua yang memutuskan untuk berpisah ya. Agar anak tetap tumbuh dengan optimal. Sebisa-bisanya setiap masalah tetap ada solusi yang terbaik bagi rumah tangga selain perceraian. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

5 Permainan untuk Anak Autis Ini Akan Mendorong Perkembangannya Lebih Optimal

bukuananda.com

Memiliki anak kebutuhan khusus adalah suatu mandat tersendiri yang tidak semua orang tua bisa jalani. Jika Bunda memiliki anak dengan kondisi autis, mungkin Bunda sering kali menghadapi kesulitan bagaimana menanganinya. Karena mereka memiliki kebutuhan yang berbeda dengan anak kebanyakan, dan tidak mudah bagi orang tua untuk memahami anak-anak istimewa ini. Nah, berikut ini ada 5 permainan yang cocok untuk anak autis. Dijamin, si kecil bakal suka dan tidak berbahaya untuk si kecil. Langsung simak aja ya di bawah ini.

 

 

    1.  Lilin mainan

 

 

Ini adalah salah satu permainan edukatif. Permainan ini akan membantu gerak motorik anak supaya bisa berkembang dengan baik dan juga dapat merangsang daya imajinasi serta kreatifitas anak. Selain itu, ada pilihan warna yang beragam sehingga tentunya menarik hati bagi anak-anak.

 

 

    1.  Menggambar dan mewarnai

 

 

Menggambar dan mewarnai adalah aktifitas yang ampuh untuk dapat mengenalkan perbedaan warna pada si kecil juga melatih kemampuan motorik halusnya. Mereka juga bisa menuangkan imajinasi, kreatifitas dan suasana hati yang mereka rasakan. Bunda bisa belikan buku mewarnai yang lucu-lucu.

 

 

    1.  Boneka atau bantal yang lembut

 

 

Anak autis membutuhkan perjuangan untuk bisa menenangkan diri ketika mulai merasa tidak nyaman. Boneka yang empuk untuk dipeluk tentu bisa membantu mereka mengendalikan emosi di saat tantrum. Anak autis memiliki indra peraba yang lebih peka. Boneka dengan bentuk yang menarik misalnya gajah, beruang atau dinosaurus bisa melatih mereka berimajinasi.

 

 

    1.  Lego

 

 

Permainan lego akan mengajarkan anak berkreasi untuk membangun suatu bentuk atau bangunan. Lego juga melatih koordinasi antara tangan dan mata serta meningkatkan daya konsentrasi si kecil.

 

 

    1.  Puzzle

 

 

Puzzle adalah permainan yang menyenangkan untuk dapat melatih kognitif anak. Permainan ini juga dapat mengasah otak si kecil berpikir lebih keras dalam memecahkan sebuah masalah dan untuk tidak cepat menyerah.

 

Nah, itu tadi 5 permainan yang bisa diberikan untuk anak autis dan berguna untuk perkembangannya. Menarik sekali bukan? Dengan begitu semoga Bunda tidak bingung lagi ya mau memberikan permainan apa yang bagus untuk anak Bunda. Semoga bermanfaat ya Bunda dan si kecil bisa semakin mengasah kemampuannya dalam segala hal.

Biar Hemat Kaya Gini Caranya Bikin Mainan Tanah Liat Sendiri di Rumah

bukuananda.com

 

Bunda, pernah dengar nggak soal mainan tanah liat warna-warni alias plastisin? Kalau dulu, mainan ini masih dibuat dari lilin dan dianggap berbahaya. Namun kini, mainan ini sudah bertransformasi lebih aman. Aromanya nggak menyengat dan menggunakan pewarna makanan.

 

Tahu nggak, ternyata mainan ini sangat baik buat melatih motorik anak. Hal ini karena membentuk plastisin akan memacu kreativitas si kecil. Biasanya mainan ini dijual dengan beragam cetakan lucu. Sayangnya, plastisin yang aman dan baik buat si kecil dijual dengan harga yang cukup mahal.

 

Nah, Bunda bisa lho bikin mainan ini sendiri di rumah dengan bahan-bahan mudah ditemukan. Penasara nggak kaya gimana caranya? Yuk, simak caranya di bawah ini!

 

Alat dan bahan yang dibutuhkan :

 

Panci ukuran sedang

 

Spatula

 

2 gelas tepung terigu

 

2 gelas air

 

1 gelas garam halus

 

2 sendok makan minyak goreng (bisa diganti dengan baby oil agar lebih harum)

 

Beberapa tetes pewarna makanan (sesuai selera)

 

Minyak aroma atau esens makanan

 

Cara Membuat Mainan:

 

Campurkan semua bahan (kecuali pewarna dan esens) dalam panci, lalu panaskan di atas kompor sambil diaduk. Aduk terus hingga adonan membentuk padatan dengan tekstur lunak, tapi tidak lengket. Jika adonan masih lengket, aduk terus dengan keadaan kompor tetap menyala. Biasanya pengadukan dan pemanasan yang kurang lama membuat tekstur adonan tetap lengket.

 

Setelah adonan memadat, matikan kompor dan tunggu sampai dingin dengan sendirinya. Tidak perlu merendam panci dalam baskom berisi air untuk mempercepat proses pendinginan.

 

Setelah cukup dingin, pindahkan adonan ke nampan atau meja yang sudah dialasi plastik. Remas-remas sebentar sampai adonan cukup halus.

 

Jika Bunda menginginkan tanah liat berwarna dengan aneka warna dan aroma, bagi menjadi beberapa bagian sebelum diolah. Setelah itu bubuhkan pewarna dan esens lalu remas-remas seperti menguleni adonan kue.

 

Tanah liat dengan aneka warna dan aroma siap dimainkan! Untuk menyimpannya, gunakan wadah kedap udara agar tekstur tanah liat bewarna tetap lunak. Jika dirasa mulai keras, remas-remas lagi sambil menambahkan sedikit air dan minyak untuk melembutkan. Tanah liat bewarna yang sudah terlalu keras dan mudah hancur ketika diremas sudah tidak bisa digunakan lagi.

 

Untuk cetakannya, Bunda bisa membelikan cetakan kue berbahan plastik atau memanfaatkan barang seadanya di rumah. Gunakan juga mainan anak lainnya seperti untuk membuat motif.

 

Mainan sudah jadi dan siap dimainkan, mudah banget kan membuatnya? Yuk, langsung coba di rumah!

Di Masa Tumbuh Kembang Anak, Ini 5 Cara Menahan Diri Supaya Tidak Mudah Emosi Pada Anak

bukuananda.com

Banyak perbuatan anak yang membuat emosi. Tapi kita tahu bahwa selalu memarahi si kecil juga tentu tidak baik. Apalagi dalam masa tumbuh kembang anak. Lalu bagaimana caranya supaya kita bisa menahan diri? Nah, berikut ada 5 cara menahan emosi pada masa tumbuh kembang anak. Yuk, simak di bawah ini!

 

 

    1.  Hindari memukul

 

 

Memukul sama saja dengan kita mengajarkan kekerasan pada anak bahwa menyakiti orang lain diperbolehkan. Dengan kekerasan anak akan kehilangan rasa percaya pada orang tua dan akan menjadi lebih nakal. Selain itu, memukul anak akan membuat Bunda merasa bersalah atau merasakan emosi negatif lainnya.

 

 

    1.  Kendalikan cara bicara Bunda

 

 

Sebuah penelitian menyatakan semakin tenang Bunda bicara, semakin mudah juga Bunda menahan emosi dan menenangkan perasaan. Sebaliknya, jika Bunda memaki atau membentak, maka akan semakin naik juga kemarahan dalam diri Bunda. Maka biasakan berbicara setenang dan sehangat mungkin. Jika sering dilatih, anak-anak pun juga akan memahami kalau perilaku mereka salah.

 

 

    1.  Coba menghitung

 

 

Bisa dicoba misalnya, ”Rapikan tempat tidurmu. Mama hitung sampai sepuluh. ”Jika anak belum mematuhi, coba beri peringatan lagi dengan sikap tegas tanpa harus membentak atau meneriaki anak. Cara ini juga bisa melatih Bunda menahan emosi.

 

 

    1.  Waktu marah coba tenangkan diri

 

 

Yang paling mudah dilakukan adalah menarik napas sedalam mungkin. Embuskan dan ulangi beberapa kali hingga emosi Bunda lebih stabil. Cara kedua, Bunda bisa menjauh dulu dari si kecil. Jika sudah tenang, Bunda bisa bicara dan memberi arahan kembali pada si kecil untuk tidak mengulangi perbuatannya.

 

 

    1.  Apakah Bunda benar-benar harus marah?

 

 

Sebaiknya sejak awal Bunda tetapkan mana perilaku yang perlu ditindak dan mana perilaku yang bisa dibicarakan baik-baik. Karena tidak semua perbuatan anak perlu direspon dengan memarahi.

 

Nah, itu tadi ya Bunda 5 cara menahan emosi di masa tumbuh kembang anak. Karena kemarahan yang meledak-ledak tentu juga tidak baik untuk si kecil. Semoga informasi ini berguna ya Bunda.