MENGAPA SI KECIL HARUS MAIN DI LUAR

Toko Buku

Bukuananda.com : Buku science anak merupakan salah satu benda ajaib yang berdampak besar pada perkembangan kecerdasan anak. Sayangnya, orangtua kerap keliru dalam menyikapi buku science anak ini. Tidak sedikit orangtua yang berpikir bahwa menyuruh putra putrinya membaca buku science anak saja sudah cukup untuk membuat mereka semakin cerdas. Hem.

Ayah Bunda mesti paham, buku science anak berfungsi untuk memberikan gambaran atau wawasan tentang kehidupan dari sudut pandang science. Buku jenis ini menunjukan sebuah gambaran bagaimana hujan bisa terjadi, bagaimana ikan bernafas, bagaimana cicak bisa menempel di dinding, bagaimana daun-daun berguguran, misal begitu.

Nah, dalam proses perkembangan kecerdasan anak, mengetahui saja tidak cukup. Artinya, mendorong perkembangan kecerdasan anak tidak hanya sampai pada proses membuatnya membaca buku science, tidak hanya sekedar membuat mereka tahu bagaimana sesuatu bekerja atau sesuatu terjadi. Sebaliknya, proses perkembangan kecerdasan anak sangat ditopang oleh aktivitas fisik eksploratif yang dilakukannya secara langsung.   

Idealnya, setelah anak mengetahui, misalnya, tumbuhan apa saja yang senang memakan serangga, harusnya mereka juga melihat langsung tanaman-tanaman tersebut. Atau sampai merabanya, mungkin.

Jadi jelas, guna semakin memantapkan proses belajarnya, setelah baca buku science anak, mereka juga harus ‘main di luar’, mengeksplorasi apa yang ada di sekitarnya. Dengan demikian, ada peluang bagi anak untuk menganalisa langsung apa yang disaksikan dan dirasakannya.

Ingat, kecerdasan anak ditunjukkan juga dengan kemampuannya mempertanyakan sesuatu, bukan sekedar mengingat sesuatu. Pertanyaan anak menunjukkan pemahaman mereka akan sesuatu. Ketika pertanyaan mereka semakin dalam dan mendasar, itu menunjukkan kedalaman dan keluasan pemahaman mereka.

Nah, selain sebagai proses mempelajari buku science anak secara menyeluruh, main di luar juga menjadi sangat penting bagi si kecil karena beberapa alasan berikut.

    1. Fondasi berpikir saintis

Dengan main di luar, anak-anak bisa melihat tanaman yang ada di depan rumahnya tumbuh. Mereka lantas menamainya. Keesokan harinya, mereka melihat kembali tanaman tersebut. Dan mereka tampak kaget karena tanaman yang kemarin dilihatnya segar sudah berubah menjadi layu. Mereka lantas menerka, apa yang terjadi seharian ini. Apakah kemarin ada hujan, atau justru kemarin cuacanya panas tak tertahankan. Mereka juga bertanya-tanya, apakah ada binatang yang mengambil manfaat dari tanaman tersebut.

Begitulah anak mempertanyakan dan berpikir tentang tanaman itu. Tak ubahnya seorang ilmuwan yang tengah melakukan penelitian di laboratoriumnya.

    1. Aktivitas fisik yang menyenangkan dan menyehatkan

Ya, alasan ini menjadi alasan favorit mengapa anak mesti main di luar. Terlebih ketika melihat kebiasaan anak yang lebih senang bermain gadget kalau di dalam rumah. Bermain di luar selalu mensyaratkan adanya aktivitas berlari, meloncat, memanjat, melempar, dan lain-lain. Selama dalam jangkauan kadar keamanan, tak usah banyak melarang. Biarkan.

Nanti, ketika sore menjelang malam pun tiba, mereka akan istirahat dengan pulas karena tenaganya sudah dikeluarkan habis, waktu main di luar. Betapa indahnya hari yang dijalani seperti ini.

    1. Rasa damai, tentram, dan bahagia

Dengan udara segar, pemandangan hijau, dijamin, baik anak-anak maupun Ayah Bundanya sendiri akan merasakan apa yang disebut dengan ketenangan. Secara psikologis, ini bagus untuk Ayah Bunda dan si kecil.

manfaat musik

Baca Juga : ” Manfaat Musik Untuk Tumbuh Kembang Si Kecil “

    1. Momen berharga bagi anak

Dengan mengajak anak bermain di luar, kelak Ayah Bunda akan merasa bahwa Ayah Bunda sudah memberikan momen-momen magis untuk masa kecil anaknya. Katakanlah seminggu sekali saja bermain bersama di luar, anak-anak akan punya 120 petualangan seru dari 2 tahun setengah usia mereka. Abadikan itu!

Pokoknya, selamat bermain!

Ini Dia 4 Jenis Permainan Lego yang Sesuai dengan Tahap Tumbuh Kembang Anak

bukuananda.com

Permainan asah otak memang banyak jenisnya untuk anak. Apalagi di zaman yang semakin maju dan modern seperti sekarang ini. Dan salah satu yang cukup populer adalah mainan bongkar pasang yang dikenal dengan lego. Nah, berikut ini 4 jenis permainan lego sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak. Langsung tengok yuk.

 

 

    1.  Duplo

 

 

Jenis lego yang tiap potongannya mempunyai ukuran lebih besar dari biasanya. Jadi Bunda tidak perlu khawatir kalau Duplo bakal termakan oleh si kecil ya. Duplo bisa dimainkan untuk anak usia 3 tahun ke atas. Bukan hanya potongan lego saja tapi juga ada aneka ragam figur-figur lucu misalnya hewan, manusia dan tumbuhan.

 

 

    1.  Junior

 

 

Mirip dengan Duplo, perbedaannya pada tingkat kerumitan saja. Lego Junior ukurannya lebih kecil dibanding Duplo. Lego Junior juga memiliki tema sendiri, misalnya pemadam kebakaran atau tema princess. Dijamin si kecil pasti jatuh cinta dengan lego yang satu ini.

 

 

    1.  Machines

 

 

Lego jenis ini termasuk yang sulit untuk dirangkai. Jika si kecil sudah bisa memainkan lego ini berarti dia sudah cukup besar dan tumbuh sebagai anak yang cerdas dan kreatif. Jenis Machines hampir sama dengan System, tapi dengan skala yang lebih kecil. Tentu saja dengan skala yang lebih kecil, tingkat kesulitannya akan semakin tinggi.

 

 

    1.  Wedo

 

 

Yang terakhir adalah Wedo. Jenis ini paling sering ditemui banyak orang. Tapi siapa sangka Lego ini justru yang paling sulit dirangkai. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun juga senang memainkan lego yang satu ini, lho. Potongan lego ini yang kecil dan sedikit random bakal mengasah imajinasi si anak untuk berkelana dengan bebas.

 

Nah, itu tadi 4 jenis permainan lego sesuai tahapan tumbuh kembang anak ya Bunda. Permainan ini memang legendaris dan seru banget. Tidak hanya anak-anak tapi orang dewasa juga masih banyak yang suka memainkannya. Semoga artikel ini bermanfaat ya. Kalau si kecil sudah sampai main lego di tahap yang mana nih?