Cara Memilih Mainan Edukatif Anak Sesuai Umur

bukuananda.com

Mainan bisa jadi benda yang bisa mengasah kreativitas dengan menyenangkan, lho. Memilih mainan yang bagus dan baik, tidak bisa diremehkan. Bunda bisa hindari jenis mainan yang kurang mendidik. Sedari dini, si kecil mesti diarahkan untuk mengasah imajinasi dan kreativitasnya sehingga dapat membentuk karakternya. Salah satu caranya adalah selektif dalam menyajikan aneka mainan anak-anak.

 

Lalu kaya gimana sih tips memilih mainan edukatif yang aman dimainkan oleh buah hati? Yuk simak di bawah ini!

 

Segi keamanan

 

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah keamanan mainan dari banyak aspek. Mulai dari bentuk dan cara memainkannya. Jangan memilih mainan yang bisa menembakkan sesuatu. Hindari mainan bersisi tajam dan perhatikan kandungan kimia dalam mainan.

 

Ukuran

 

Jika si kecil masih berusia di bawah lima tahun, Bunda harus memerhatikan ukuran mainan. Jangan memilih mainan berukuran terlalu kecil agar tidak ditelan oleh si kecil. Bacalah label dan rekomendasi pada kemasan, mainan mana yang cocok sesuai usia.

 

Mainan yang bisa mengembangkan kreativitas

 

Pilih mainan yang bisa mengasah imajinasi, kreativitas, dan logika anak secara bersamaan. Pilih mainan yang bisa mengembangkan imajinasinya, misalnya balok kayu dan lain-lain. Ajak si kecil bermain sambil memaksimalkan daya pikirnya.

 

Sesuaikan dengan Minat

 

Bunda, tidak semua mainan bisa membuat anak-anak tertarik untuk memainkannya. Mereka sudah bisa menentukan apa yang menjadi kesukaannya. Jadi belikanlah mainan anak-anak edukatif yang sesuai dengan minatnya.

 

Tidak harus memilih mainan mahal dan berteknologi tinggi, Bunda bisa memilih yang sederhana namun bisa mengasah kreativitas si kecil.

Kenali Perkembangan Motorik Anak dari Sekarang!

bukuananda.com

Sudah diketahui secara umum kalau perkembangan saraf motorik kasar dan halus si kecil itu penting banget diperhatikan. Terutama dalam masa tumbung kembangnya. Nah, sebagai orang tua, tentu Bunda harus paham mengenai perkembangan motorik ini.

 

Namun, sebelum membahas saraf motorik, terlebih dahulu pahami tentang saraf. Apa itu saraf? Saraf adalah serat-serat penghubung setiap organ tubuh dengan sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Saraf sendiri disusun oleh jutaan sel saraf. Nah, sel saraf inilah yang terbagi menjadi tiga yaitu sensorik, motorik, dan konektor.

 

Sel saraf inilah yang jadi jembatan antara informasi yang masuk dan respon dari tubuh manusia. Sel saraf sensorik bertugas menghantarkan informasi ke otak, lalu sel saraf motorik menghantarkan hasil terjemahan otak ke organ tubuh. Sedangkan sel saraf konektor menjadi penghubung antara sensorik dan motorik.

 

Contoh sederhananya, si kecil menyentuh benda panas, maka rasa panas ini yang akan ditangkap saraf sensorik sebagai informasi yang diteruskan ke otak. Kemudian, otak mengolah informasi itu, seperti gimana seharusnya respon tangan menyentuh benda panas. Respon ini pun disampaikan ke tangan melalui saraf motorik, hingga otomatis menjauhkan tangannya dari benda itu.

 

Satu hal yang perlu Bunda tahu, Bunda nggak bisa hanya berfokus pada perkembangan saraf motorik. Keseluruhan sel saraf yang sehat pasti menjamin perkembangan motorik yang baik. Lalu apa perbedaan motorik kasar dan halus?

 

Sederhannya motorik kasar merupakan gerakan yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh. Perkembangannya akan meningkat seiring dengan usia. Gerakan yang dihasilkan lebih besar, seperti duduk, berdiri, jalan. Sedangkan motorik halus merupakan kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik, koordinasi mata-tangan, dan otot kecil.

 

Perkembangan motorik kasar ini bakal terjadi dengan sendirinya, sesuai dengan usia yang bertambah. Berbeda dengan motorik halus yang perlu rangsangan. Kegiatan yang dihasilkan motorik halus adalah mengambil benda, menunjuk, melemparkan benda menuju arah tertentu, sampai merespon panggilan orang sekitar.

Nah, jadi Bunda bisa menstimulasi dua jenis motorik ini seiring dengan tumbuh kembang si kecil.

4 Cara Mengajarkan Anak Menggunakan Smartphone Sebagai Permainan Anak Masa Kini

bukuananda.com

Di era digital sekarang ini tidak dapat dipungkiri bahwa permainan menggunakan smartphone ikut mempengaruhi permainan anak masa kini. Dulunya di era 90an kita masih mengenal berbagai permainan tradisional seperti lompat tali, bermain kelereng, masak-masakan dengan daun dan lainnya. Namun, sayangnya permainan anak masa kini lebih lekat dengan hal teknologi seperti smartphone. Hal ini tentu memiliki sisi positif dan negatif. Namun, juga tidak bisa menyalahkan orang tua zaman sekarang yang kebanyakan keduanya sibuk bekerja sehingga tidak bisa menemani anak-anak mereka bermain. Berikut ini simak 4 hal yang harus diperhatikan saat anak mulai bermain smartphone.

 

1.Gunakan sistem parent control

 

Bunda bisa coba instal aplikasi bernama Screen Time Parental Control. Aplikasi ini dapat membantu Bunda mengontrol dan membatasi waktu bermain anak dengan smartphone. Selain itu, pilih provider yang menawarkan family protection, gunanya untuk mengontrol aktivitas anak-anak menggunakan internet.

 

2.Batasi waktu dan aplikasi

 

Usia yang cocok bagi anak mulai memiliki smartphone adalah 12 tahun. Beritahu mereka kapan boleh menggunakannya, misal Jumat sore hingga pada hari Minggu pukul 12 siang dan tidak boleh menggunakan smartphone saat sedang ujian akhir semester. Beritahu dan pantau mereka aplikasi apa yang boleh di-download dan periksa konten apakah sesuai dengan usia anak.

3.Ajarkan anak merawat smartphone

 

Ajarkan mereka untuk selalu merawat barang-barang mereka. Beritahu jika smartphone hilang atau rusak karena kecerobohan mereka, maka tidak akan diganti. Hal ini akan membuat mereka lebih menghargai apa yang mereka miliki.

 

4.Beritahu batasan budget kuota dan pulsa internet

 

Hal ini juga melatih mereka bertanggungjawab menggunakan smartphone. Beritahu batasan pulsa dan kuota per bulan. Jadi mereka akan berpikir bagaimana menggunakannya lebih efektif, seperti misalnya mengerjakan PR dan tahu kapan menggunakannya untuk bermain game. Atau jika di rumah memakai Wifi, Bunda bisa mematikan Wifi di jam-jam tertentu.

 

Nah, bagaimana? Cukup efektif kan cara-cara di atas? Semoga tips tadi bermanfaat ya buat Bunda sekalian. Niscaya dengan menerapkan 4 hal di atas, anak-anak kita tidak akan terlalu ketagihan menggunakan smartphone, sebagai permainan anak masa kini.

Hal Yang Harus Diperhatikan Perkembangan Bayi Usia 3 Bulan

bukuananda.com

Merawat dan membesarkan anak tentu bukan hal yang mudah. Apalagi jika kita adalah orang tua baru. Kehadiran seorang bayi bisa jadi mengubah seluruh kehidupan kita. Kita seolah tidak lagi memiliki banyak waktu luang untuk bersantai-santai. Namun, di balik itu semua, memperhatikan perkembangan bayi adalah suatu kenikmatan tersendiri bagi seorang ibu. Perkembangan bayi usia 3 bulan tentu akan berbeda dengan perkembangan bayi usia 6 bulan.

 

Nah, berikut ini kita akan simak hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan pada perkembangan bayi usia 3 bulan.

 

1.Komunikasi

 

Pada usia 3 bulan, bayi biasanya sudah tidak lagi banyak berkomunikasi dengan menggunakan tangisan. Mereka bisa dibilang mulai peka dengan sekitar. Jadi, jika si kecil masih menangis lebih dari 1 jam setiap hari, kemungkinan ada yang tidak beres.

 

Pada usia ini bayi akan mulai berkomunikasi dengan membuat suara seperti misalnya ‘ah’ atau ‘oh’. Sering-sering lah mengajak si kecil berbicara sehingga dia akan melihat ekspresi wajah bunda dan mulai membentuk gerakan dan suaranya sendiri.

 

2. Panca Indera

 

Di usia ini pula, si kecil mulai bisa tersenyum atau memalingkan kepala ketika mendengar suara orang tuanya. Ini dikarenakan penglihatan dan pendengaran mereka sudah semakin baik. Mereka akan merespon dengan tatapan kita dan mulai bisa memperhatikan bayangan mereka di dalam cermin. Mereka juga cenderung senang melihat mainan berwarna cerah seperti merah, kuning, hijau, karena warna-warna cerah lebih mudah untuk dilihat.

 

3. Keterampilan motorik

 

Si kecil juga mulai memiliki beberapa tanda awal koordinasi tangan dan mata, seperti mulai bisa membuka dan menutup tangan, menyatukan tangan, meraih mainan, dan memasukkan benda ke mulut.

 

4. Tidur

 

Bayi usia 3 bulan sudah bisa tidur 6 sampai 7 jam sekaligus. Jika ia menangis tengah malam, tunggu lah 30 detik sebelum menyusuinya karena bisa jadi ia hanya menangis sebentar lalu tidur lagi. Mulai perhatikan tidur siangnya, karena bayi usia 3 bulan membutuhkan tidur siang sekitar 1,5 jam sampai 2 jam setiap hari.

 

Nah, itu tadi hal-hal yang perlu diperhatikan pada perkembangan bayi usia 3 bulan. Semoga info ini bermanfaat ya.

Memilih Mpasi Mendukung Tumbuh Kembang Bayi

bukuananda.com

Bunda, pasti tahu dong, si kecil butuh makanan pendamping ASI atau disebut juga MPASI? MPASI ini ternyata penting banget buat tumbuh kembang bayi. Biasanya, banyak orang tua yang masih bingung tentang detail MPASI ini. Nah, buat Bunda yang masih bingung, yuk simak beberapa faktanya di bawah ini!

 

Kapan MPASI diberikan?

 

Pertanyaan pertama, kapan sih waktu yang tepat buat memberikan MPASI? MPASI tentunya penting buat tumbuh kembang bayi sehat. Nah, pemberiannya harus sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan dan bertahap. MPASI bisa diberikan mulai dari usia 6 bulan hingga 2 tahun. Jangan terlalu cepat atau lambat memberikannya, ya. Hal ini bisa menimbulkan masalah kesehatan pada bayi.

 

Gimana cara memberikan MPASI?

 

Bunda bingung cara memberikan MPASI yang baik itu gimana? Semuanya disesuaikan dengan usia bayi, ya. Jika usia si kecil 6 – 8 bulan, MPASI bisa diberikan 2-3 kali sehari, diselingin makanan 1-2 kali. Bunda juga harus menggunakan bahan-bahan lembut yang mudah dicerna.

 

Bahan apa aja yang digunakan?

 

Bahan-bahan apa aja sih yang sebenarnya dibutuhkan membuat MPASI? Sebisa mungkin, jangan berikan si kecil MPASI yang terbuat dari satu bahan aja, Bund. Memberikan satu menu tunggal ternyata nggak disarankan oleh World Health Organization (WHO), lho. Mengapa? Hal ini karena Bunda bisa membuat MPASI dari berbagai bahan berbeda untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Jangan lupa untuk menghaluskannya terlebih dahulu.

 

Apa aja menu MPASI yang cocok?

 

Bahan apa yang sekiranya cocok buat bayi harus disesuaikan dengan percernaannya. Pencernaan ini sesuai dengan usianya, ya. Jika pencernaan bayi sudah lebih kuat, Bunda bisa memberikannya MPASI seperti bubur saring nasi tim, biskuit, atau finger foods. Kalau masih bingung juga, Bunda bisa kok menggunakan bubur bayi pabrikan. Tapi pastikan terlebih dahulu komposisinya, ya!

 

Nah, buat Bunda yang masih bingung soal informasi mengenai MPASI, bisa terapkan tips-tips di atas, nih.

bukuananda.com

5 Manfaat Membaca Buku Ensiklopedia bagi Anak

bukuananda.com

Buku ensiklopedia adalah sebuah buku yang berisikan penjelasan dan informasi tentang suatu hal dengan bahasa yang mudah untuk dipahami. Buku ensiklopedia biasanya tebal, dilengkapi gambar-gambar dan membahas suatu hal secara mendetail, misalnya ensiklopedia kesehatan, tanaman, sejarah, agama, budaya dan banyak lainnya. Namun, tahukah Bunda kalau sekarang ini sudah banyak lho, buku ensiklopedia yang dikhususkan bagi anak-anak.

 

Kira-kira penting nggak sih untuk anak-anak membaca ensiklopedia sejak dini? Yuk, simak dulu 5 manfaat membaca buku ensiklopedia bagi anak.

 

1. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan

 

Ensiklopedia membuka wawasan baru bagi anak-anak. Tadinya yang mereka banyak tidak tahu jadi tahu banyak pengetahuan. Hal ini berguna banget kalau mereka sedang mengerjakan tugas sekolah.

 

2. Jawaban dari pertanyaan yang membutuhkan fakta

 

Buku ensiklopedia dibuat berdasarkan sumber yang valid dan terpercaya. Jadi, sudah jelas bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan si kecil tentang kejadian yang mereka tidak tahu asal-usulnya. Seperti misalnya kenapa matahari terbit di timur dan tenggelam di sebelah barat? Kebanyakan orangtua tidak bisa menjelaskan hal semacam itu. Nah, dengan ensiklopedia pertanyaan semacam itu dengan mudah terjawab.

 

3. Membantu anak mengerjakan tugas

 

Ensiklopedia bisa menjadi bahan rujukan dalam mengerjakan tugas. Anak-anak bisa menemukan banyak hal atau membuat essay yang membutuhkan penjelasan dari ensiklopedia. Daripada sekedar browsing di internet dan tidak tahu sumbernya valid atau tidak, ensiklopedia menjadi acuan yang bisa diandalkan.

 

4. Mengetahui hal secara terperinci

 

Dengan ensiklopedia, kita bisa memahami sesuatu secara mendalam dan terperinci. Jadi mungkin jika anak-anak tidak puas dengan jawaban Bunda, mereka bisa membaca lebih banyak di dalam ensiklopedia.

 

5. Menjadi tempat sumber belajar

 

Bisa dibilang ensiklopedia adalah sumber pembelajaran yang lengkap. Jika internet terkadang masih diragukan kebenarannya, maka lain halnya dengan ensiklopedia. Di dalam buku ensiklopedia suatu hal disajikan secara valid dan berdasarkan fakta sehingga dapat dipercaya dan menjadi sumber pembelajaran yang baik.

 

Nah, itu tadi 5 manfaat membaca ensiklopedia bagi anak. Sekarang Bunda bisa memutuskan nih, pasti langsung mau membelikan si kecil ensiklopedia tentang anak, kan? Hehe. Selamat membaca ya.

Di Masa Tumbuh Kembang Anak, 5 Kegiatan yang Nampak Sepele Ini Ternyata Bisa Bikin Si Kecil Bahagia

bukuananda.com

Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa kenangan masa kecil adalah sangat berharga bagi anak-anak. Kita berpikir bahwa apa yang akan selalu mereka kenang hingga dewasa adalah hal-hal mewah yang kita berikan. Tapi kenyataannya tidak lah begitu. Melainkan waktu yang dihabiskan bersama anggota keluarga lah yang sering kali melekat. Nah, berikut ini 5 kegiatan yang tampak sepele tapi bikin si kecil bahagia di masa tumbuh kembang anak.

 

 

    1.  Memasak bersama

 

 

Di masa tumbuh kembang anak, coba libatkan ia ketika Bunda sedang sibuk di dapur. Beri mereka tugas-tugas yang mudah misalnya mengaduk atau menakar. Mungkin Bunda bakal jadi lebih repot tapi hal ini bakal membuat si kecil merasa berguna dan senang memasak bersama ibunya.

 

 

    1.  Memberi makan hewan peliharaan

 

 

Ajak si kecil memberi makan hewan peliharaan di rumah, entah itu ikan, anjing, burung atau kucing. Si anak akan memiliki rasa tanggung jawab dan juga kebanggaan pada diri mereka sendiri. Kebiasaan ini bakal bikin mereka semakin peduli pada makhluk hidup di sekitar mereka lho Bunda.

 

 

    1.  Memandikan anak

 

 

Sering kali si kecil pasti diburu-buru kalau mandi apalagi di pagi hari saat harus ke sekolah. Coba sekali-kali ajak kakaknya mandi bersama. Atau Bunda bisa luangkan waktu memandikan si kecil sambil bermain air tanpa harus buru-buru. Hal ini akan membuat tubuh rileks juga menenangkan hati.

 

 

    1.  Minum bersama

 

 

Kalau Bunda suka minum teh atau kopi di pagi atau sore hari, coba sesekali ajak si kecil bergabung. Tuangkan susu di gelas lalu ajak mereka minum bersama sambil ngobrol santai. Tentunya hal ini akan membuat Bunda dan anak-anak jadi semakin dekat.

 

 

    1.  Berjalan bersama

 

 

Ketika akhir pekan, coba lah bawa si kecil jalan-jalan di sekitar perumahan. Tidak perlu bawa motor atau mobil. Cukup dengan sepeda atau jalan kaki. Bisa di pagi hari ketika udara masih bersih atau sore hari saat orang ramai berkegiatan. Lewati jalan yang jarang dilalui kendaraan, lewati taman atau perkampungan. Si kecil akan mengamati banyak hal yang tidak pernah dia lihat.

 

Nah, itu tadi 5 kegiatan yang bisa dilakukan pada masa tumbuh kembang anak dan tanpa sadar bikin dia bahagia. Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Di Masa Tumbuh Kembang Anak, Ini 5 Hal Penting yang Perlu Bunda Tahu Tentang Gangguan Kecemasan

bukuananda.com

Kesehatan mental anak memang sangat sulit terdeteksi. Sering kali kita tidak tahu saat anak ternyata membutuhkan bantuan mental atau pun perhatian. Nah, berikut ini 5 hal penting yang perlu Bunda ketahui tentang gangguan kecemasan di masa tumbuh kembang anak.

 

 

    1.  Ragam jenis gangguan kecemasan

 

 

Ada 4 jenis gangguan kecemasan yang bisa terjadi pada anak:

 

a. OCD atau gangguan obsesif-kompulsif, yaitu adanya pikiran negatif sehingga anak merasa takut, cemas dan khawatir.

 

b. Stres pasca-trauma, bisa jadi anak baru saja mengalami kejadian menakutkan di lingkungannya.

 

c. Fobia sosial yang seharusnya tidak dialami anak-anak karena mereka masih perlu banyak bersosialisasi.

 

d. Selain itu, gangguan kecemasan lainnya tidak lebih berat dari yang sudah disebutkan di atas.

 

 

    1.  Perbedaan gangguan kecemasan dengan stres

 

 

Bunda perlu tahu bedanya gangguan kecemasan dengan stres. Jika stres, anak akan segera membaik. Sedangkan gangguan kecemasan akan terjadi terus-menerus. Bila stres, anak akan memiliki keinginan melakukan lebih baik dari sebelumnya. Sementara gangguan kecemasan membuat anak mudah lelah dan panik, lebih banyak menyerang kondisi fisiknya.

 

 

    1.  Reaksi tubuh dan perubahan perilaku anak

 

 

Anak dengan gangguan kecemasan akan memiliki tekanan darah yang tinggi dan detak jantungnya jadi lebih cepat. Mereka mudah lelah dan panik menghadapi banyak hal. Semua tekanan itu akan membuatnya sakit secara fisik. Selain itu, anak juga mengalami sesak napas.

 

 

    1.  Penyebab gangguan kecemasan pada anak

 

 

Sulit untuk mengetahui penyebabnya karena sering kali si anak juga tidak tahu apa yang mereka cemaskan. Cara terbaik adalah membawa mereka ke dokter spesialis atau psikolog. Bahkan membawa mereka pergi berlibur juga tidak membuat mereka lepas dari gangguan kecemasan yang mereka alami ini.

 

 

    1. Cara menangani anak dengan gangguan kecemasan

 

 

Bunda perlu membawa anak ke psikolog atau psikiater. Jangan sampai terlambat karena gangguan kecemasan bisa menghambat tumbuh kembang anak. Bahkan bisa menyebabkan depresi sehingga butuh penanganan yang lebih serius lagi.

 

Nah, itu tadi 5 hal penting tentang gangguan kecemasan di masa tumbuh kembang anak. Semoga artikel ini membantu ya Bunda.