PENGARUH GADGET TERHADAP ANAK

bukuananda.com

Bukuananda.com : Pengaruh gadget terhadap anak, sampai sekarang, masih hangat menjadi perdebatan masyarakat. Tak sedikit orangtua yang bingung, ‘sebetulnya, teknologi kayak smartphone, IPad, atau laptop tuh bagus enggak sih buat anak?’

 

Tak heran banyak orang bertanya-tanya seperti itu. Sebab, informasi yang tersebar pun menyuarakan pendapat yang berbeda-beda. Jadi, yang benar seperti apa?

 

Gadget Itu Bagus Buat Anak, Jika…

 

Dilansir dari parents.com, Dr. Michael Rich, M.D., M.P.H., Direktur Center on Medic and Child Health, Rumah Sakit Anak Boston, mengungkapkan bahwa baik atau buruk kah teknologi buat anak itu bukanlah persoalan pokok. Tantangan utamanya adalah bagaimana orangtua bisa membuat anak mendapatkan banyak manfaat dari teknologi yang mereka dan anaknya gunakan.

 

“Anak terpapar media sebanyak mereka terpapar udara untuk bernafas,” kata Dr. Rich. “Teknologi tidak menciptakan masalah. Yang jadi persoalan adalah apa yang kita lakukan dengan teknologi itu.”

Baca Juga : ” Dongkrak Perkembangan Bayi “

 

Selama orangtua memonitor asupan dan jadwal makan anaknya, memastikan keteraturan waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah, aktivitas fisik, kumpul keluarga atau bermain dengan temannya, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan pengaruh gadget terhadap anak. Begitu papar Dr. Rich.

 

Hal senada diungkapkan oleh Deborah Linebarger, Ph.D., direktur Children’s Media Lab di University of Pennsylvania. Ia mengatakan bahwa satu hal yang membuat komputer, televisi, atau smartphone bermanfaat buat anak adalah konten.

 

konten atau program yang didesain dengan baik dan tepat mampu mengasah kemampuan literasi dan matematik anak. Bahkan, mempercepat kesiapan anak untuk sekolah,” katanya.

 

Sampai di sini, seharusnya Ayah Bunda tidak bingung lagi. Ingat, semua bukan soal apakah teknologi itu bagus atau buruk, semua soal bagaimana orangtua bisa membuat teknologi bermanfaat buat anak.

 

Antisipasi Dampak Negatif Gadget

 

Meskipun begitu, bagus juga jika kita memetik pelajaran dari analisis ahli yang berpendapat bahwa teknologi itu buruk bagi anak. Dengan menelaah argument dari sudut padandang ini, semoga kita bisa jadi lebih waspada dan bisa lebih mengoptimalkan peran teknologi sebagai sumber manfaat buat anak.

 

Begini. Argumen mayoritas ahli yang menyuarakan dampak negatif teknologi itu mengaitkan antara screen-time dengan obesitas, kesulitan fokus, ketakmampuan membuat teman sungguhan, rendahnya performa akademik, dan meningkatnya sifat agresif.

 

Selain itu, mereka berpendapat bahwa teknologi digital mengurangi kebiasaan anak dalam bermain hands-on playing, yang mana permainan jenis itu berperan penting dalam proses perkembangan anak.

 

Kalau sudah tahu argumen di atas, akan lebih mudah bagi kita untuk mengantisipasi dampak negatif teknologi pada anak. Sebagaimana dijelaskan Dr. Rich di atas, pastikan anak tetap melakukan aktivitas fisik sesuai porsinya suapaya tidak didera obesitas. Pastikan juga screen-time anak dilakukan sewajarnya agar tak merusak matanya. Terakhir, pastikan anak tetap punya dan menjalani kehidupan sosialnya dengan baik. Begitu.

 

Dikutip dari motherearthliving.com, ada pernyataan (based on research) yang sangat bagus dari seorang praktisi medis yang juga terkenal sebagai penulis di Elite Daily. Namanya Aby League. Soal pengaruh gadget terhadap anak ini, ia bilang begini;

 

“Tidak ada yang bisa menghentikan laju perkembangan teknologi. Tak ada orangtua yang bisa membuat anaknya hidup tanpa teknologi. Sebab, seiring pertumbuhannya, suatu hari, anak-anak pasti akan membutuhkan teknologi. Namun, bagaimanapun juga, orangtua mesti sadar tentang manfaat dan dampak negatif teknologi. Gadget membantu perkembangan anak, tapi penggunaan yang berlebihan (dan terlalu dini) pun bisa tak bagus buat mereka. Jadilah orangtua yang cerdas.”

#pengaruhgadget #gadgetanak #gadget 

PERMAINAN EDUKATIF DI RUMAH

bukuananda.com

Di zaman digital seperti sekarang, permainan anak pun berubah jadi lebih canggih. Pasti Bunda gak heran kalau si kecil sekarang lebih akrab dengan game-game dalam gadget ketimbang permainan anak-anak tradisional.

Sayangnya, permainan jenis ini gak selalu baik lho, Bund, buat perkembangan mereka. Makanya, Bunda bisa mulai mengenalkannya dengan permainan seru buat anak di luar gadget. Bunda bisa lho, menciptakan jenis permainan edukatif sendiri di rumah, bermodal benda-benda yang gak mahal. Selain merangsang perkembangan motoriknya, permainan ini juga bisa mengasah kreativitas dan emosionalnya.

Bunda bisa nih menciptakan sendiri permainan edukatif di rumah bermodal dengan benda-benda murah meriah yang tersedia di rumah. Berikut ini lima ide permainan edukatif untuk anak yang bisa dibuat sendiri:

1. Tebak Suara

Alat yang dibutuhkan:

Kertas berisi daftar gambar sumber suara yang akan dicari si kecil. Bunda bisa banget membuatnya berdasarkan tema tertentu, misal kendaraan atau hewan.

Cara bermain:

– Bunda bisa ajak si kecil jalan-jalan di sekitar rumah sambil memintanya mendengarkan dengan seksama suara yang ia dengar sesuai dengan tema.

– Jika si kecil mendengar suara misal suara kendaraan roda dua, minta ia mencentangkan pada gambar yang sesuai dengan sumber suara tersebut pada kertas.

– Bunda bisa mengulangi proses ini hingga semua gambar dicentang, ya.

2. Es Pelangi

Alat yang dibutuhkan:

Cetakan es batu, air, beberapa pewarna makanan cair.

Cara bermain:

– Ajak si kecil menuangkan air di cetakan es hingga penuh terisi semuanya.

– Setelah semua kotak terisi air, minta ia meneteskan aneka pewarna makanan di setiap kotak.

– Aduk setiap kotak hingga warna merata. Kemudian simpan cetakannya dalam freezer selama 1 -2 jam, ya.

– Setelah beku, keluarkan es dari cetakan. Biarkan si kecil bermain dengan es warna-warni kasil karyanya tersebut.

3. Gelembung Ular

Alat yang dibutuhkan:

Botol plastik kecil bekas, handuk kecil atau kaus kaki, 1 karet gelang, beberapa pewarna makanan, sabun cuci piring cair, air, gunting, wadah kecil.

Cara bermain:

– Pertama, gunting bagian bawah botol hingga bolong.

– Tutupi alas botol yang bolong dengan handuk atau kaus kaki. Lilitkan bagian atas dengan karet gelang agar gak copot.

– Setelahnya, teteskan pewarna makanan beraneka warna dengan pola melingkar pada handuk yang telah jadi alas botol.

– Kemudian tuangkan sedikit air dan sabun cucui piring pada wadah, aduk.

– Celupkan bagian alas botol yang sudah ditutupi handuk ke dalam wadah, kemudian angkat. Lepaskan tutup botol, lalu tiup dengan kencang. Keluar deh gelembung ularnya, Bund.

4. Goresan Rahasia

Permainan ini gak membutuhkan alat khusus.

Cara bermain:

– Permainan ini bakal memperkuat interaksi Bunda dengan si kecil, nih. Caranya, minta si kecil memunggungi Bunda, lalu buat goresan di punggungnya menggunakan jari atau alat tertentu seperti spidol. Goreskan angka atau huruf dan minta ia menebaknya.

– Selain di punggung, Bunda juga bisa menggunakan lengan, telapak tangan, telapak kaki, sembari memintanya menutup mata.

5. Bermain Pura-pura

Sama seperti permainan sebelumnya, permainan satu ini juga gak membutuhkan alat khusus dan bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Bunda tinggal mengajak si kecil untuk berpura-pura jadi penyanyi, dokter, guru, dan lainnya. Bunda juga bisa mengkondisikan sekitar demi mendukung profesi yang sedang ia tiru.

Nah itu dia ide 4 permainan edukatif yang bisa Bunda siapkan di rumah buat si kecil. Seru buat dicoba kan?

#zamandigital