Memililih Mainan Edukatif Untuk Anak

bukuananda.com

Bunda, sebagai orang tua, kita pasti sering deh membelikan si kecil mainan. Ada baiknya juga, Bunda memilihkan mainan edukatif buatnya. Namun, beberapa orang tua memiliki kekhawatiran saat membelikan mainan bagi anak mereka. Seperti apa mainan yang cocok dan tepat buat anak, ya?

 

Tipsnya, pilih mainan yang berguna memberikan dampak baik bagi tumbuh kembang si kecil. Tidak hanya mengasah kemampuan baru, tapi juga bisa membuat si kecil mempelajari cara menjalin komunikasi dengan orang lain.

 

Lalu bagaimana ya tipsnya membelikan mainan buat anak? Simak di bawah ini, Bund!

 

Sesuaikan dengan umur

 

Belikan mainan sesuai dengan umur anak, hal ini karena kemampuan si kecil bakal sulit berkembang jika Bunda memberikan alat permainan yang tidak sepadan dengan usianya. Misalnya mainan untuk anak 3 tahun nggak akan sama dengan anak-anak dengan kemampuan motorik lebih kuat. Pastikan mainan ini cocok baginya

 

Harga bukan acuan

 

Jangan mengukur mainan si kecil dari harga namun dari fungsi. Nggak semua mainan berharga mahal mengandung nilai edukasi yang tinggi. Ingat tujuan kita membeli mainan, jika bisa dijadikan inventasi masa depan si kecil, kenapa nggak?

 

Perhatikan Bentuk dan Keamanan

 

Salah satu hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah bentuk dan keamanan. Jangan pilih mainan dengan ujung tajam dan kasar. Jangan pilih yang mengandung racun dan nggak mudah hancur. Senantiasa perhatikan kandungan dan peringatan dalam kemasan.

 

Libatkan keinginan anak

 

Libatkan si kecil saat hendak membelikannya mainan, ketahui preferensi si kecil terhadap mainan anak yang ia inginkan. Dengan menanyakan pendapatnya, Bunda jadi mengetahui minat si kecil dan menyesuaikan keinginannya juga. Si kecil pun merasa bahwa keinginan dan pendapatnya dihargai.

 

Nah itu dia 4 tips bagi Bunda yang sedang ingin membelikan si kecil mainan. Yuk lebih diperhatikan lagi dengan seksama.

Ini Dia 5 Ciri Anak Pintar yang Wajib Bunda Tahu!

bukuananda.com

Memiliki anak dengan kualitas otak di atas rata-rata tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap orang tua. Doa orang tua tentu ingin anak kelak menjadi anak-anak yang berguna bagi nusa bangsa, membahagiakan orang tua, dan berprestasi dalam sekolahnya. Berikut ini yuk simak 5 ciri anak pintar yang umumnya ada pada anak-anak.

 

1. Memiliki daya ingat yang kuat

 

Ciri anak pintar pertama adalah memiliki daya ingat yang kuat. Apa yang mereka dengar atau lihat menjadi informasi bagi mereka dan mereka dapat menyimpan beribu informasi dengan baik dalam ingatan mereka.

 

2. Mampu berkonsentrasi

 

Anak yang pintar sanggup berkonsentrasi dalam waktu yang cukup lama. Mereka bisa membedakan mana yang menjadi prioritas dan sanggup menyelesaikan tugas tanpa banyak gangguan.

 

3. Tertarik dengan banyak hal

 

Anak pintar biasanya penasaran dengan banyak hal. Tidak hanya hal-hal yang bersifat umum tapi juga hal-hal yang menarik minatnya. Dalam hal ini, penting peran orang tua untuk bisa menjawab pertanyaan si kecil dengan tepat sehingga tidak membuat kebingungan atau justru menjerumuskan mereka.

 

4. Berimajinasi

 

Jika mereka senang bicara sendiri atau bermain sendiri jangan menganggap mereka anak yang aneh. Anak-anak yang pintar mereka bisa berimajinasi dengan hebat dan membuat cerita sendiri. Biasanya mereka menuangkan itu dalam bentuk gambar atau tulisan.

 

5. Berpikir selangkah lebih maju

 

Bila dibandingkan dengan anak-anak seusianya, mereka yang tergolong dalam kategori pintar biasanya akan berpikir lebih maju ke depan. Misalnya mau belajar naik sepeda roda dua daripada roda tiga, berpikir membuat mainan sendiri daripada membeli di mall. Hal ini terjadi karena proses menyerap informasi menuju ke proses berpikir terjadi lebih cepat.

 

Itu tadi 5 ciri anak pintar yang bisa kita pelajari bersama. Namun, tentu saja itu bukan suatu patokan yang pasti harus begitu. Karena setiap anak terlahir spesial dengan kemampuan mereka masing-masing dan tidak ada anak yang terlahir bodoh. Tugas kita untuk menemukan bakat terpendam apa yang sebenarnya mereka miliki.

Ini Dia 5 Mainan Anak Laki-laki yang Bisa Jadi Referensi!

bukuananda.com

Membelikan mainan untuk anak-anak bisa jadi tugas yang cukup membingungkan bagi para orang tua. Jujur saja, kita sering tidak mau merogoh kocek terlalu dalam, untuk membeli mainan yang tidak berguna, karena hanya dipakai untuk usia tertentu saja. Apalagi anak laki-laki, rasanya tidak banyak pilihan mainan yang bisa dibeli. Nah, untuk itu yuk, sekarang kita tengok dulu 5 mainan yang cocok untuk anak laki-laki.

 

 

    1.  Robot-robotan

 

 

Robot-robotan termasuk yang cukup digemari baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Dengan bermain ini anak bisa berlatih fokus dan kesabaran serta kreativitas. Jika Bunda membelikan robot yang harus dirakit sendiri, maka itu akan melatih fokus dan kesabarannya. Namun, perlu diperhatikan ya supaya jangan membeli robot dengan banyak potongan kecil untuk balita. Bisa-bisa nanti termakan dan jadi bahaya.

 

    1.  Mobil-mobilan

 

 

Mobil-mobilan ada yang dikendalikan dengan remote control dan ada yang bisa dinaiki. Jika mobil-mobilan dengan remote, anak bisa mengembangkan imajinasi serta pola pikirnya. Sedangkan mobil-mobilan yang dinaiki bisa mengasah kemampuan motorik halus dan spasialnya. Kalau harganya mahal, Bunda bisa bawa mereka naik mobil-mobilan di mall. Jaman sekarang ini sudah banyak mobil-mobilan yang bisa dinaiki yang ada di taman bermain atau mall.

 

    1.  Yoyo

 

 

Bermain yoyo berguna untuk pertumbuhan anak, lho, Bund. Karena anak bisa memaksimalkan keseimbangan otak kiri dan kanan, meningkatkan kemampuan logika dan menguatkan konsentrasi. Ini karena bermain yoyo melibatkan aktifitas konsentrasi, ketangkasan tubuh, koordinasi mata dan tangan, serta kreativitas.

 

 

    1.  Sepeda

 

 

Naik sepeda akan melatih perkembangan motorik si buah hati, mengasah otot, kekuatan fisik dan keseimbangan. Selain itu, tentu saja dengan olahraga fisik ini si kecil akan menjadi lebih sehat dan kuat.

 

 

    1.  Bola

 

 

Permainan dengan menggunakan bola ada banyak, seperti basket, baseball, golf maupun sepak bola. Tidak hanya tubuhnya jadi lebih sehat dan kuat tapi juga mengajarkan cara mencari strategi supaya menang. Selain itu juga membangun relasi dan melatih kemampuan sosialisasi dengan teman-teman atau keluarganya.

 

Nah, itu lah 5 mainan yang bisa diberikan untuk anak laki-laki. Semoga menginspirasi ya Bund. Jadi, mainan untuk anak laki-laki tidak harus selalu mahal kan?

5 Rekomendasi Permainan yang Bisa Dimainkan di Dalam Rumah

bukuananda.com

Sering nggak Bunda ketika weekend tiba justru bingung mau ngapain dan di mana habisin waktu sama si kecil? Ke mall udah bosen. Makan di luar juga bingung itu-itu aja. Terkadang bisa berkumpul bersama anggota keluarga sebenarnya sudah cukup bikin kita selalu merasa gembira. Jadi, kalau misalnya bisa beraktifitas di rumah kenapa harus repot-repot keluar rumah? Nah, berikut ini 5 permainan yang bisa dimainkan di dalam rumah, yuk simak!

 

    1. Monopoli

 

 

Permainan klasik yang bisa mengasah kemampuan mengatur keuangan. Tentunya rame banget kalau dimainkan bersama keluarga. Ajarkan anak kita cara bermainnya ya Bund, dijamin pasti seru.

 

 

    1. Indoor bowling

 

 

Bunda tinggal susun botol seperti susunan bowling, lalu bikin jalur bowlingnya dan gelindingkan bola secara bergantian. Bisa ditambah dengan putar musik untuk membangkitkan semangat main, pasti rame.

 

 

    1. Berburu harta karun

 

 

Caranya gampang. Tinggal sembunyikan hadiah di sudut-sudur rumah. Tidak perlu hadiah mahal, bisa cemilan, snack, buku cerita atau boneka yang lucu-lucu. Setelah itu bikin petunjuk atau peta. Dijamin bakal seru banget.

 

 

    1. ABC 5 dasar

 

 

Ini permainan yang sering dilakukan saat masih sekolah. Bisa nih diajarkan ke anak-anak. Cukup bermodal jari dan kemampuan menghitung, sudah bisa main permainan tentang pengetahuan umum. Bisa dimulai dari kategori tumbuhan dan hewan ya Bund. Buat anak yang lebih tua, bisa deh pakai kategori yang lebih sulit seperti nama restoran masakan Padang.

 

 

    1. Adu strategi dengan kartu

 

 

Ada banyak permainan yang bisa dimainkan pakai kartu. Seperti Uno, tepuk nyamuk, kuartet, hapal gambar, sampai berhitung. Berguna buat meningkatkan kreatifitas dan daya ingat si kecil lho, Bund. Perhatikan supaya anak-anak tidak bermain dengan curang ya.

 

Nah, itu tadi 5 permainan yang bisa dimainkan di dalam rumah. Permainan dalam rumah biasanya bisa mendekatkan anggota keluarga, lho! Jadi yuk, tunggu apa lagi, segera susun agenda bermain bersama di rumah akhir pekan ini. Semoga dengan begitu, bisa semakin mempererat bonding dengan si kecil. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat ya!

Inilah 5 Permainan yang Bisa Dimainkan Saat Listrik Padam!

bukuananda.com

Ketika listrik padam sering kali kita bingung harus mengerjakan apa. Kita yang sudah terbiasa dengan listrik, jadi tidak tahu harus mengerjakan apa karena lampu mati, dan semua alat elektronik juga mati. Situasi ini semakin bertambah sulit ketika si kecil juga mulai rewel. Nah, berikut ini ada 5 permainan dan aktifitas yang bisa dilakukan bersama si kecil di rumah ketika listrik padam. Apa saja itu? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini ya!

 

 

    1.  Berkemah

 

 

Dirikan tenda di ruang tamu, ambil bantal, dan kantong tidur. Bila perlu singkirkan meja, sofa dan barang-barang lainnya yang tidak perlu. Nah, Bunda dan si kecil bisa berpura-pura sedang berkemah di tengah alam terbuka sambil bercanda dan mengobrol. Seru kan pastinya? hihi

 

 

    1.  Bermain cahaya glow stick

 

 

Selain berfungsi sebagai penerangan, tongkat cahaya bisa menjadi sarana bermain bagi anak-anak. Hanya dengan menekuk tongkat untuk mengaktifkannya, maka suplai cahaya untuk 12 sampai 36 jam akan terpenuhi. Ukuran serta bentuknya juga bermacam-macam, seperti kalung dan gelang.

 

 

    1.  Bersosialisasi

 

 

Jika listrik padam di siang hari, bisa nih undang tetangga atau teman terutama yang punya anak seusia dengan si kecil. Kita bisa bermain permainan tradisional, ular tangga, monopoli atau kartu misalnya. Bisa juga main tebak kata. Selain menyenangkan, juga bisa memperkaya kosa kata anak-anak.

 

 

    1.  Manjakan anak dengan makanan

 

 

Saat listrik padam, tentu makanan di dalam kulkas juga jadi tidak bertahan lama kan. Nah, sebaiknya segera diolah. Ajak si kecil untuk membantu sebatas yang bisa dia lakukan. Misal es krim bisa dijadikan dessert dengan sereal dan buah-buahan. Pastinya si kecil bakal suka.

 

 

    1.  Bermain bayangan

 

 

Cukup dengan menyinari ruangan dengan lampu senter, Bunda bisa ciptakan bayangan yang menarik. Bisa ciptakan kupu-kupu, serigala, rusa, kelinci dan sebagainya. Bisa lihat tutorial di Youtube. Cari dinding yang bisa jadi kanvas buat pertunjukan bayangan ini.

 

Nah, itu tadi 5 permainan yang bisa dilakukan bersama si kecil saat lampu padam ya. Semoga jadi lebih menyenangkan dan tidak bosan. Selamat mempraktekannya Bunda!

Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak

bukuananda.com

Pendidikan anak tentunya tidak lepas dari peran orang tua. Meski banyak juga yang masih berpikir dan menyerahkan pendidikan anak hanya pada instansi sekolah saja. Padahal kenyataannya, tentu tidak lah demikian. Orang tua tetap memiliki peran penting dalam mendidik anak-anaknya.

 

Berikut ini 5 peran penting yang bisa dilakukan orang tua terkait pendidikan anak. Yuk kita simak bersama.

 

 

    1. Pilih sekolah sesuai dengan minat anak

 

 

Hal ini untuk memudahkan Bunda dalam mengembangkan minat bakat mereka. Jika anak suka menggambar, masukkan anak pada sekolah yang memiliki ekstrakurikuler menggambar. Jika anak senang bahasa asing, maka masukkan sekolah yang mengenalkan beberapa bahasa asing.

 

 

    1. Dampingi anak belajar di rumah

 

 

Tidak semua anak bisa langsung memahami pelajaran yang diberikan di sekolah. Di sini, peran orang tua sangat penting. Dampingi si kecil belajar sehingga bisa memahami materi yang belum dikuasainya.

 

 

    1. Ciptakan suasana nyaman dalam belajar

 

 

Sebisa mungkin ciptakan suasana yang mendukung anak untuk bisa konsentrasi dalam belajar. Misalnya cahaya yang cukup, apakah anak membutuhkan musik klasik atau kecilkan volume televisi. Kenali bagaimana anak kita bisa lebih konsentrasi dalam belajar. Tentunya setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam belajar ya Bunda.

 

 

    1. Perhatian dan kasih sayang

 

 

Ini menjadi hal yang penting. Misal anak mengalami masalah dengan teman-temannya, orang tua akan membantu mengatasinya. Begitu pula saat anak mengalami kesulitan belajar, orang tua dapat mencarikan solusinya. Buat si kecil tahu bahwa kita selalu ada untuk dia, bahwa apapun yang terjadi kita akan selalu mendukungnya.

 

 

    1. Menanamkan budi pekerti

 

 

Budi pekerti sebaiknya diajarkan sejak dini. Ajarkan anak berkata sopan, menyapa orang lain, menghargai orang lain, tidak berkata jorok dan sebagainya. Sehingga anak akan tumbuh tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas secara akademik tapi juga baik dalam bersikap.

 

Nah, itu tadi ya Bunda 5 peran penting yang bisa dilakukan orang tua terkait dengan masalah pendidikan anak. Ternyata sangat penting kan Bunda? Semoga artikel ini bermanfaat ya.

3 Mitos yang Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

bukuananda.com

Dalam masa tumbuh kembang anak, banyak sekali pemahaman dan metode yang masih keliru dan sering kali diterapkan. Misalnya anak dua tahun tidak bisa duduk diam selama dua jam di kelas, akan dicap mengalami gangguan konsentrasi, anak lima tahun harus ikut macam-macam les sehingga tidak punya waktu bermain. Penting bagi orang tua untuk benar-benar memahami proses tumbuh kembang anak dan tidak termakan oleh mitos-mitos yang salah. Berikut ini 3 mitos yang sering dipercaya dan justru menghambat tumbuh kembang anak.

 

 

    1.  Mitos: Bisa membaca usia dini adalah tanda-tanda kejeniusan

 

 

Tentu saja bisa membaca di usia dini adalah hal yang baik, tetapi jika anak benar-benar memahami apa yang ia baca. Jika hanya tau cara membaca atau nama suatu benda bukan berarti si anak benar-benar paham dengan apa yang dia ucapkan. Memaksa anak menghafalkan banyak kata tanpa tau maknanya di saat otak masih terus berkembang akan menyebabkan hiperleksia yaitu kondisi si anak bisa membaca tapi kesulitan untuk menangkap maknanya dan itu bukan lah tanda kejeniusan.

 

 

    1.  Mitos: Anak perlu ditempatkan di kelas khusus karena terlambat bicara dibanding anak-anak lain

 

 

Hanya karena anak Bunda terlambat bicara dan orang-orang di sekitar Bunda atau guru menyarankan supaya anak ditempatkan di kelas khusus atau melabeli mereka dengan diagnosis tertentu, jangan buru-buru menerimanya. Suatu penelitian menyatakan bahwa 60% anak yang mulanya terlambat bicara, pada akhirnya bisa mengejar ketertinggalan dalam waktu 2 sampai 3 tahun.

 

 

    1.  Mitos: Bunda harus fokus mengembangkan otak bayi sedini mungkin

 

 

Otak memang membutuhkan input tapi tidak perlu selalu dengan cara-cara khusus. Lingkungan natural bayi pun biasanya juga memberi stimulus untuk perkembangan otaknya, misal suara, sinyal, sentuhan, rasa, atau bau. Misalnya ketika seorang ibu bernyanyi sambil memakaikan baju, si ibu sebenarnya sedang merangsang gelombang otak anak untuk bekerja secara aktif.

 

Nah, itu tadi ya Bunda 3 mitos yang sering kali dipercaya oleh para orang tua. Jadi sekarang harus lebih teliti lagi ya. Agar proses tumbuh kembang anak bisa terus berjalan dengan optimal. Semoga informasi ini bermanfaat buat Bunda ya.

4 Mainan Berbahaya untuk anak-anak

bukuananda.com

Anak jaman sekarang sangat dimanjakan dengan berbagai pilihan mainan yang beragam. Tapi siapa sangka kalau tidak semua mainan itu aman untuk anak-anak. Berikut ini ada 4 mainan yang sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak. Simak penjelasannya di bawah ini ya Bunda, supaya si kecil tidak terjerumus.

 

 

    1. Pistol amunisi

 

 

Mainan pistol-pistolan banyak yang bisa diisi dengan amunisi entah itu biji plastik dan yang lainnya. Mainan ini bisa melukai teman-teman yang lain. Jika ingin memberikan mainan pistol-pistolan pilih saja yang bisa mengeluarkan suara tidak terlalu keras.

 

 

    1. Pletokkan

 

 

Terbuat dari bambu yang berbentuk tabung kecil dan di dalamnya berisi amunisi kertas yang dipadatkan, kemudian dorong dengan bilih bambu. Jika jika dikontrol, bisa jadi amunisi tersebut melukai orang lain.

 

 

    1. Pecut atau cemeti

 

 

Di Jawa Tengah biasanya pecut digunakan untuk pentas seni Jaranan. Namun, sayang ada orang tua yang membelinya untuk mainan anak-anak. Padahal benda ini bukan lah untuk bermain anak-anak. Jika untuk melestarikan budaya, anak bisa dibelikan kuda lumping atau topeng reog yang tidak berbahaya.

 

 

    1. Lori Lotrok

 

 

Permainan ini menggunakan papan segiempat, yang di bagian bawahnya diberi roda dari laker (bearings) bekas onderdil sepeda motor. Anak-anak naik di atas papan seluncur dan untuk menggerakkannya mereka pakai galah kayu. Mereka sangat gembira ketika lori itu melaju kencang. Permainan ini dilarang karena melanggar pasal 181 UU 23 tahun 2007 “(1) Setiap orang dilarang: berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku bagi petugas di bidang perkeretaapian yang mempunyai surat tugas dari Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian.”

 

Nah, itu tadi ya 4 mainan yang berbahaya untuk anak-anak. Sekarang sudah tahu ya Bunda. Sebaiknya jangan berikan mainan di atas pada si kecil. Semoga artikel ini bermanfaat.

4 Stimulasi yang Bisa Bunda Berikan pada Masa Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan

bukuananda.com

Memiliki bayi yang masih berusia 0 hingga 6 bulan memang membutuhkan kesabaran ekstra. Kita tidak bisa mendidiknya seperti kita mendidik anak usia 5 tahun. Untuk itu, penting bagi Bunda tahu bagaimana caranya menstimulasi perkembangan bayi usia 6 bulan. Nah, berikut ini ada 4 cara stimulasi untuk perkembangan bayi dalam usia 6 bulan. Langsung simak di bawah ini ya Bund!

 

 

    1.  Kemampuan gerak dasarDuduk

 

 

Duduk

 

Dudukkan si kecil pada kursi dengan sandaran, supaya ia tidak jatuh ke belakang. Jika si kecil dalam posisi duduk tegak, pegang badannya. Selanjutnya, jika si kecil sudah bisa duduk tegak, Bunda bisa dudukkan dia di lantai beralaskan selimut tanpa sandaran lagi.

 

 

    1.  Kemampuan gerak halus

 

 

Makan sendiri

 

Untuk permulaan, berikan biskuit sehingga si kecil bisa belajar makan sendiri. Selanjutnya, Bunda bisa mencoba beri kesempatan pada si kecil untuk makan sendiri.

 

Mengambil benda-benda kecil

 

Bunda bisa memulai dengan meletakkan remah makanan atau potongan biskuit. Minta si kecil mengambil makanan-makanan itu. Jika dia berhasil, maka Bunda harus mulai menjauhkan benda-benda kecil seperti pil atau obat di dalam rumah.

 

 

    1.  Kemampuan berbicara dan berbahasa

 

 

Menirukan kata-kata

 

Ucapkan beberapa kata berulang-ulang dan minta si kecil menirukannya. Kata yang paling mudah adalah ‘mama’ dan ‘papa’ tapi di usia itu dia belum mampu memahami artinya.

 

 

    1.  Kemampuan bersosialisasi dan kemandirian

 

 

Berusaha meraih mainan

 

Taruh mainan sedikit di luar jangkauan anak. Gerak-gerakkan mainan di depannya sambil minta si kecil untuk berusaha mengambilnya. Namun, jangan terlalu lama agar si kecil tidak merasa kecewa. Penting bagi anak untuk mulai belajar bersosialisasi dan mandiri sedini mungkin. Tentu saja dimulai dengan lingkungan terdekatnya yaitu keluarga.

 

Nah, itu tadi 4 stimulasi yang bisa diberikan pada masa perkembangan bayi usia 6 bulan. Semoga artikel ini bermanfaat ya Bunda dan si kecil selalu tumbuh dalam keadaan yang sehat serta kelak dewasa menjadi insan yang membanggakan orang tua.

5 Benda Bukan Mainan yang Sering Dimainkan Anak

bukuananda.com

Yang namanya anak-anak pasti memiliki segudang ide dan imajinasi. Meski mereka sudah memiliki banyak mainan di rumah, tapi percaya tidak percaya mereka masih suka lho, memainkan benda-benda di sekitar mereka. Nah, berikut ini 5 benda yang bukan mainan tapi suka dimainkan oleh anak-anak. Kira-kira apa saja itu? Yuk, simak Bunda!

 

 

    1.  Kotak kardus

 

 

Jangan langsung marah jika anak suka bermain kardus. Lihat apa yang bisa dilakukan si kecil. Bunda pasti bakal terkejut ketika dia menjadikannya rumah, pesawat atau bahkan gua tempat bersembunyi. Di sini anak bisa mengekspresikan imajinasinya dengan bebas.

 

 

    1.  Remote TV

 

 

Dengan imajinasinya, remote TV bisa berubah jadi mikrofon, pistol atau telepon genggam, lho. Pastikan TV dalam keadaan mati dan baterai dilepas jika si kecil memainkannya ya Bund. Selain itu, ingatkan anak untuk mengembalikan kembali remote ke tempat biasa setelah bermain.

 

 

    1.  Keranjang cucian

 

 

Jika Bunda sedang mencuci, mungkin ini menjadi benda favorit anak-anak untuk bermain. Bahkan tidak sedang mencuci pun, anak-anak rasanya tetap senang bermain dengan keranjang cucian. Sebaiknya Bunda harus pintar-pintar nih menyembunyikan keranjang cucian, agar pakaian kotor tidak berserakan.

 

 

    1.  Botol air minum

 

 

Biasanya si kecil anak memasukkan benda apa saja ke dalam botol. misalnya air dan sabun, atau kerikil. Sebaiknya pastikan anak bermain dengan botol plastik ya Bund bukan yang dari kaca karena akan sangat berbahaya.

 

 

    1.  Telepon genggam

 

 

Melihat orang tua bermain ponsel, tentu ini menarik perhatian si kecil juga. Sebaiknya, hati-hati ya Bund. Karena sudah banyak ponsel yang jadi pecah karena dimainkan oleh si kecil. Biasanya anak suka dengan bunyi-bunyian dari ponsel atau video lagu anak-anak favoritnya. Selain itu si kecil juga suka dengan menyalakan cahaya senter dari ponsel.

 

Nah, itu tadi 5 benda bukan mainan yang sangat senang dimainkan oleh si kecil ya Bunda. Jadi sekarang tahu kan bagaimana harus menyikapinya? Mana yang aman dan mana yang sebaiknya dijauhkan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.