Buku Halo Balita Mengatasi Anak Gak Rewel

halo balita

Bukuananda.com :

Web : www.anandastore.id
Whatsapp : wa.me/6281548201985

Free Ongkir Seluruh Indonesia

Buku untuk balita itu terkadang pamornya kalah dibanding dengan smartphone atau jenis gadet lainnya. Kalau disuruh milih, tak sedikit anak yang lebih milih main HP daripada main buku. Apalagi waktu anak lagi bosan atau rewel, dengan apa coba rewelnya reda, gadget kah, atau buku?

Bosan dan rewel pada anak sejatinya tak bisa dipisahkan. Karena bosan, ujung-ujungnya jadi rewel. Begitulah. Kendati demikian, kedua hal tersebut jelas berbeda. Tidak selalu karena bosan, maka anak jadi rewel. Tidak selalu karena anak rewel, berarti tandanya itu dia bosan. Tidak. Bisa saja anak itu bosan, tapi tidak jadi rewel. Bisa juga anak rewel, tapi penyebabnya bukan karena bosan.

Dikutip dari detik.com, seorang psikolog, Anastasia Satriyo MPsi., mengungkapkan bahwa semua anak itu gampang bosan. “Apalagi kalau yang tingkat intelektualnya bagus,” katanya.

Nah, supaya anak tidak cepat bosan, psikolog yang akrab disapa Anas itu bilang, “Memang kita bisa budayakan bersosialisasi, tapi ingat bahwa anak kita belum dalam tahap itu. Harusnya anak yang kita tanya, dia butuhnya apa supaya enggak bosan, kita yang akomodir. Sehingga, kita bisa ciptakan child friendly environment.”

Sementara itu, soal rewel ini agak berbeda. Rewel itu sifatnya lebih reaktif. Maksudnya, reaksi atas kondisi tertentu. Misalnya tadi, karena bosan, maka reaksinya rewel.

Rewel memang bikin jengkel, Bund! Tapi, bagaimanapun juga, marah bukan solusi. Pasalnya, balita cenderung semakin rewel jika Ayah Budanya gampang marah. Bersabarlah! Ayah Bunda sebaiknya memahami terlebih dahulu penyebab kerewelan anak. Pada umumnya, rewel pada anak itu dipicu oleh beberapa penyebab yang secara garis besar bisa dikelompokkan sebagai berikut.

  1. Sakit

Rewel karena sakit lazimnya terjadi pada anak yang biasanya aktif dan cerita. Karena sakit, mereka mendadak murung dan cengeng. Sedikit-sedikit menangis, ditawari ini itu, semuanya jadi serba salah, terus uring-uringan. Rewel yang disebabkan sakit ini tampak membuat anak jadi lebih manja.

  1. Tak nyaman

Rewel karena tak nyaman ini terjadi biasanya pada anak kalau mereka datang ke tampat baru atau berada di lingkungan baru. Di pandangan anak, segalanya serba asing. Akhirnya, mereka jadi rewel. Di dalam keadaan seperti itu, ada anak yang merasa terancam. Dan akhirnya, kenyataan tersebut membuatnya menjadi rewel.

Rewel karena tak nyaman pun terjadi ketika anak ditinggal orangtuanya dan diasuh oleh orang lain, baik itu oleh pembantu maupun oleh neneknya. Terkadang anak juga rewel karena diajak tergesa. Misal, ketika Bunda sedang buru-buru, anak bisa saja rewel karena itu. ini pun sama, penyebabnya adalah ketidaknyamanan.

  1. Menuntut perhatian

Rewel pun bisa terjadi ketika Ayah dan Bunda justru tengah bersama mereka. Dan mungkin, ini lumrah terjadi. Secara kasat mata pun Ayah bunda bisa mengidentifikasi, mengapa anaknya rewel. Ya, itu karena mereka mencari perhatian. Terkadang, untuk sebagian anak, cara mereka menuntut perhatian itu ya demikian. Nah, reaksi Ayah Bunda terhadap anak yang rewel karena mencari perhatian itu berpengaruh besar terhadap anak. Peka dan bersabarlah!

  1. Bosan

Yang pasti, bosan adalah penyebab anak rewel paling lumrah. Misal, ketika di kendaraan lama-lama, atau saat sore ketika semua sudah dilakukan dan tak tahu lagi apa yang harus dimainkan, anak akan bosan yang kemudian ujung-ujungnya adalah rewel, merengek-rengek, uring-uringan.

Setelah memahami sekilas paparan di atas, Ayah Bunda boleh berkesimpulan, kiranya cara terbaik untuk mengatasi anak mudah bosan dan rewel itu seperti apa. Secara garis besar, jawabannya adalah kasih sayang, memahai kondisi anak, dan coba mengerti  mereka. Hal tersebut bisa diimplementasikan dengan cara apapun, dengan model aksi bagaimanapun. Tergantung selera dan pengalaman Ayah Bunda. Sebab, setiap anak itu berbeda-beda.

Namun demikian, ada cara efektif untuk mencegah anak dari cepat bosan dan rewel. Yakni dengan gadget. Hem, ya enggak lah! Bercanda, Bund hehe.

Caranya adalah dengan menggunakan media buku. Tak boleh sembarangan buku tapi harus buku untuk balita. Dan bicara soal buku untuk balita, maka tidak bisa tidak untuk menyebut satu nama, yakni Halo Balita.

Bosan itu terjadi pada anak karena mereka jenuh. Sementara jenuh itu terjadi karena kegiatan yang monoton. Klik sudah. Halo Balita sendiri, dalam satu paketnya, berisi 15 jilid, plus boneka tangan dan augmented reality.

halo balita

Lantas, bagaimana anak bisa bosan dengan sajian buku untuk balita yang banyak cerita memikat, lengkap dengan perangkat permainan fisik lainnya.

Dari segi bobot yang menyasar sisi dalamnya pun, yakni emosi dan akal, dengan lembut anak ‘dicekoki’ asupan nutrisi bergizi buat hati, dan pikirannya. Tak heran, output dari membiasakan diri membaca dan memainkan buku untuk balita satu ini adalah kedewasaan, kemandirian, dan kepekaan dari si anak.

Jadinya, bosan sih boleh, tapi anak tahu bagaimana menyikapinya. Rewel sih masih bisa saja terjadi, tapi anak tahu kadar rewelnya dan bagaimana berdamai dengan hal itu. MasyaAllah ya, Bunda!

BERKUDA MENINGKATKAN IQ ANAK

Jual beli buku

Bukuananda.com :

Web : www.anandastore.id
Whatsapp : wa.me/6281548201985

Free Ongkir Seluruh Indonesia

Cara meningkatkan IQ anak yang akan kita bahas kali ini mungkin akan sedikit mengejutkan Ayah Bunda. Pasalnya, hal ini memang jarang dibicarakan dalam topik-topik parenting atau kecerdasan anak.

 

Namun, sudah saatnya bagi Ayah Bunda untuk tahu bahwa ada sebuah penelitian yang membuktikan, menunggangi kuda adalah salah satu cara meningkatkan IQ anak, bisa membantu meningkatkan daya ingat, kemampuan belajar dan menyelesaikan masalah serta pastinya meningkatkan tingkat kecerdasan si kecil.

 

Sejumlah ilmuwan di Tokyo University of Agriculture menemukan bahwa getaran yang ditimbulkan kuda ketika anak menungganginya mampu mengaktivasi bagian otak yang bernama the sympathetic nervous system. Dalam pengujian penelitiannya, para peneliti menggunakan subjek yaitu 34 anak laki-laki dan 72 anak perempuan usia antara 10 sampai 12 tahun. Mereka dipisahkan ke dalam 3 grup.

 

Singkatnya, kesimpulan dari riset tersebut menunjukkan bahwa manfaat terpenting dari menunggangi kuda bagi anak-anak itu sangat berkaitan dengan getaran pada kuda. Oleh sebab itu, hasilnya pasti berbeda dari setiap kuda. Tergantung pada getaran yang ditimbulkan oleh kudanya.

 

Menunggangi kuda tertentu cenderung lebih besar meningkatkan sensitivitas anak. Menunggangi kuda lainnya, dengan getaran dan cara yang berbeda seperti apakah kudanya berjalan atau berlari kencang, bisa lebih berpotensi mengurangi tingkat stress.

 

Namun, yang paling pasti, sebagaimana sudah disitir di atas, menunggangi kuda itu mampu meningkatkan daya ingat, kemampuan belajar dan kemampuan memecahkan masalah hingga pada gilirannya terakumulasi menjadi peningkatan IQ anak.

 

Dalam penjelasannya, Professor Mitsuaki Ohta, salah satu peneliti riset ini, bilang, “Karakteristik terpenting dari langkah kuda adalah bahwa mereka memproduksi tiga dimensi akselerasi. Pergerakan panggul kuda mampu memberi input motorik dan sensorik pada tubuh manusia.”

 

Di luar dari riset di atas, Ayah Bunda pasti sudah tahu bahwa salah satu olahraga yang disunnahkan adalah menunggangi kuda. Dan jika kita membuka hati, ternyata segala sesuatu yang disunnahkan dan diperintahkan oleh Allah Swt itu memang berdampak baik buat kita selaku hamba. Ini salah satunya. Sudah sunnah, bikin cerdas pula.

 

Tapi jangan kita yakin pada sunnah berkuda ini hanya karena sudah tahu manfaatnya yang bisa menaikkan IQ anak. Yang pasti, sebagai motivasi, boleh-boleh saja Ayah Bunda mulai merutinkan mengajak anaknya jalan-jalan berkuda. Tapi tetap usahakan pula di hati bahwa kita berkuda itu adalah bentuk kita ikut, meneladani, belajar menjalankan sunnah Rasulullah Saw.

 

Nah, bagaimana, apakah Ayah Bunda mulai tertarik untuk memasukkan si kecil ke klub berkuda atau secara rutin mengajak anaknya ke kebun binatang untuk berkuda, sebagai cara meningkatkan IQ anak?

 

Peran IQ anak di dalam kehidupan mereka itu sangat penting. Kendati demikian, hal tersebut tak boleh membuat Ayah Bunda lupa pada aspek lainnya seperti kecerdasan emosional, sosial, dan spiritualnya. Bagusnya seimbang. Semua dilatih dan ditingkatkan.

 

Cara menigkatkan IQ anak pun bisa dimulai dengan hal-hal yang sangat sederhana. Bahkan, kalau ditelaah, bertanya pada anak dengan cara tertentu pun bisa meningkatkan intellectual quotient atau kecerdasan otak mereka.

 

Selain itu, mainan juga bisa jadi salah satu cara meningkatkan IQ anak. Misalnya, SabaQu. Permainan yang terdiri dari bingkai hijau, papan soal, dan keping magnet ini adalah contoh mainan yang berdampak pada kecerdasan anak. Bukan saja dari bobot materi yang dipermainkannya, cara bermain atau skema bermainnya pun secara tidak disadari merangsang atau melatih kerja otak anak. Intinya, ada banyak sekali cara meningkatkan IQ anak, mulai dari ngobrol, main, hingga menunggang kuda.

MASIH BELUM TERTARIK JADI MEMBER MDS?

Buku anak edukatif

Bukuananda.com : Member MDS katanya bisa jalan-jalan ke luar negeri? Member MDS katanya bisa dapat keuntungan sampai puluhan juta rupiah? Member MDS katanya katanya katanya dan katanya. Pernah dengar selentingan seperti itu, Ayah Bunda?

 

Ya, betul kok. Ayah Bunda tak salah dengar. Meber MDS atau Mandira Dian Semesta itu memang diapresiasi dengan berbagai macam reward. Mulai dari uang tunai, kendaraan bermotor, alat-alat rumah tangga, jalan-jalan ke luar negeri, hingga umrah. Nah, sekarang, jika Ayah Bunda ingin seperti orangtua lainnya yang dapat reward dari Mandira, mari kita pahami cara kerjanya.

 

Mandira Dian Semesta merupakan unit direct selling penerbit terkemuka, Mizan. Mandira menjual buku melalui para book advisor dan resellernya yang tak lain disebut juga sebagai MDS. Jadi, buku-buku yang dijual oleh Mandira ini tidak bisa ditemukan di toko-toko buku konvensional, melainkan hanya tersedia di para member MDS.

 

Oleh sebab itu, tak heran jika member MDS meraup keuntungan sangat banyak. Sebab, buku-buku Mandira yang banyak dicari orangtua di Indonesia ini hanya bisa didapatkan dari mereka. Terhitung, ribuan paket buku bisa terjual setiap bulannya.

 

Kemudian, sistim edukasi yang dibangun oleh para member MDS ini sangat baik dan merata. Jadi tidak ada istilahnya monopoli pasar, tidak ada istilahnya perbedaan keuntungan yang jomplang antara satu member dengan member lainnya. Prinsipnya, mereka bertumbuh bersama. Semua punya kesempatan yang sama.

 

Member MDS yang baru akan digabungkan ke dalam satu kelompok tertentu di bawah bimbingan senior book advisor. Di situ, dari hal-hal basic sampai advanced akan diajarkan. Dan bagusnya, yang mengajarkan adalah mereka yang sudah lebih dahulu menekuni dunia penjualan direct selling Mandira. Jadi, apa yang diajarkan itu sangat aplikatif dan mengena. Bukan sekadar teori pemasaran belaka.

 

Kemudian, reward di mandira itu ada banyak, sebagaimana sudah disebutkan beberapa di atas. Ada komisi bulanan, ada per triwulan. Ada juga komisi untuk momen-momen tertentu. Umumnya, komisi atau reward-reward tersebut diberikan dengan hitung-hitungan poin.

 

Jadi, dari satu unit buku yang terjual, seorang member MDS akan mendapat poin. Setiap buku poinnya berbeda. Misal, seorang member MDS berhasil menjual satu unit paket buku Halo Balita. Maka, poin yang diperolehnya berbeda dari poin ketika ia berhasil menjual satu unit SabaQu.

 

Nah, untuk masing-masing rewardnya ada standar minimum poin. Siapa saja member MDS yang berhasil mencapai 500 poin, maka ia berhak mendapat reward jalan-jalan ke Thailand. Contohnya seperti itu. Oleh sebab itu, tak heran jika di luar sana Ayah Bunda sering mendengar certa member MDS yang jalan-jalan ke luar negeri, yang dapat komisi hingga puluhan juga. Karena ya, mereka memang berhasil mencapai poin-poin yang sudah ditentukan.

 

Sekarang, bagaimana caranya jadi member MDS? Gampang! Ayah Bunda tinggal kontak saja para senior advisor. Biasanya mereka membuka lowongan untuk member MDS baru. Ayah Bunda bisa masuk ke Facebook Mandira Dian Semesta. Nah, di situ banyak senior book advisor berseliweran. Stalking saja laman facebook mereka,

 

Atau, Ayah Bunda bisa masuk ke situs mandira.id. Di sana, tertera nomor kontak kantor Mandira. Nah, tinggal hubungi saja nomor tersebut. Nanti akan diarahkan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kita berada di kelompok member MDS. Dengan berjejaring atau berkelompok seperti ini, Ayah Bunda bisa banyak dapat ilmu sekaligus senior untuk berkonsultasi.

 

Oh ya, jadi member MDS tidak dipungut biaya kok. Modalnya hanya niat Lillahita’ala dan kemauan yang keras. Sekarang bagaiman, masih belum tertarik? Gak mungkin deh!

JADI RESELLER MDS SAJA!BERKAH

Bukuananda.com : Reseller MDS bisa jadi pilihan terbaik buat Bunda yang ingin bantu suami cari nafkah. Atau buat Bunda yang ingin punya penghasilan sendiri, misal. Atau juga buat Bunda yang ingin mewujudkan cita-citanya jadi pengusaha.

 

Ada beberapa hal yang bisa Bunda pertimbangkan terkait mengapa mesti jadi reseller MDS.

 

 

    1. Tak harus keluar rumah

 

 

Bunda bisa menjual produk-prdoduk MDS dari rumah. Tinggal begeriliya saja melalui jejaring media sosial yang Bunda miliki. Terlebih, di zaman sekarang, kehidupan kebanyakan orang sudah ‘pindah’ ke media sosial. Jadi, justru akan sangat efektif ketika Bunda menjadi reseller MDS dan menjual produknya di media sosial.

 

 

    1. Keuntungannya besar

 

 

Kalau dihitung secara kasar, 5 produk saja bisa Bunda jual, uang dapur selama satu bulan sudah bisa tertutupi hihi. Lagian, menjual 5 produk dalam satu bulan itu bukan hal yang terlalu sulit. Sudah terbukti, banyak reseller MDS yang sampai bisa menjual lebih dari 5 produk per bulannya.

 

 

    1. Support team

 

 

Ketika bergabung menjadi reseller MDS, Bunda akan ikut tergabung ke dalam satu grup reseller. Di situ, Bunda akan dibimbing oleh senior book advisor tentang bagaimana cara sukses menjadi reseller MDS. Tak hanya itu, di sini juga Bunda bakal mendapat pendampingan yang intens. Kapanpun Bunda menemukan kesulitan, tinggal konsultasikan saja. Jadi, Bunda tidak akan dilepas sendirian sejak awal. Bunda akan ditemani orang-orang yang sudah berpengalaman.

 

 

    1. Produk yang banyak dicari

 

 

MDS ini kependekan dari Mandira Dian Semesta. Ini merupakan unit direct selling Penerbit Mizan. Usianya sudah cukup matang. Oleh karenanya, pasarnya sudah sangat luas. Dengan demikian, menjual produk MDS itu tidak begitu sulit. Sebab awarness atau kesadaran publik terhadap produk-produk MDS itu sudah ada. Bunda tinggal melakukan tahap konversi, membuat orang-orang taadi membelinya.

 

Kemudian, MDS ini kan menjual buku-buku anak dan perangkat edukatif anak lainnya. Mengingat tingkat pernikahan di Indonesia tidak pernah menurun, maka, kebutuhan akan produk-produk MDS pun tidak akan berkurang. Di situlah letak peluang sukses Bunda sebagai reseller MDS.

 

 

    1. Keluarga baru

 

 

Pada hakikatnya, menjadi reseller MDS bukan soal materi semata. Menjadi reseller MDS itu mesti dimaknai sebagai upaya Bunda untuk ikut serta dalam mencerdaskan bangsa. Yang Bunda kampanyekan bersaa kawan-kawan MDS ini adalah buku. Di sini, Bunda berusaha menyebarkan virus membaca kepada anak di Indonesia.

 

Itu semua Bunda lakukan bersama keluarga baru Bunda, yakni keluarga MDS. Tidak hanya menjual buku, pasti Bunda akan melakukan kegiatan penyuluhan, pendampingan kepada masyarakat, meliterasi masyarakat. Dari situ, hubungan erat antara Bunda dengan kawan-kawan MDS lainnya pasti akan terjalin. Dan percayalah, yang begini itu priceless, tak bisa dinilai dengan uang.

 

Jadi, tunggu apa lagi, bergabunglah menjadi keluarga Mandira Dian Semesta. Tapi sebelumya, bicaralah pada suami Bunda. Pinta ridhanya. Melihat itikad baik Bunda, ditambah dengan kultur dan cara kerja reseller MDS, rasanya hanya dukungan yang akan Bunda peroleh. Kalau sudah begitu, masyaAllah deh. Bahagianya pasti.

Memililih Mainan Edukatif Untuk Anak

bukuananda.com

Bunda, sebagai orang tua, kita pasti sering deh membelikan si kecil mainan. Ada baiknya juga, Bunda memilihkan mainan edukatif buatnya. Namun, beberapa orang tua memiliki kekhawatiran saat membelikan mainan bagi anak mereka. Seperti apa mainan yang cocok dan tepat buat anak, ya?

 

Tipsnya, pilih mainan yang berguna memberikan dampak baik bagi tumbuh kembang si kecil. Tidak hanya mengasah kemampuan baru, tapi juga bisa membuat si kecil mempelajari cara menjalin komunikasi dengan orang lain.

 

Lalu bagaimana ya tipsnya membelikan mainan buat anak? Simak di bawah ini, Bund!

 

Sesuaikan dengan umur

 

Belikan mainan sesuai dengan umur anak, hal ini karena kemampuan si kecil bakal sulit berkembang jika Bunda memberikan alat permainan yang tidak sepadan dengan usianya. Misalnya mainan untuk anak 3 tahun nggak akan sama dengan anak-anak dengan kemampuan motorik lebih kuat. Pastikan mainan ini cocok baginya

 

Harga bukan acuan

 

Jangan mengukur mainan si kecil dari harga namun dari fungsi. Nggak semua mainan berharga mahal mengandung nilai edukasi yang tinggi. Ingat tujuan kita membeli mainan, jika bisa dijadikan inventasi masa depan si kecil, kenapa nggak?

 

Perhatikan Bentuk dan Keamanan

 

Salah satu hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah bentuk dan keamanan. Jangan pilih mainan dengan ujung tajam dan kasar. Jangan pilih yang mengandung racun dan nggak mudah hancur. Senantiasa perhatikan kandungan dan peringatan dalam kemasan.

 

Libatkan keinginan anak

 

Libatkan si kecil saat hendak membelikannya mainan, ketahui preferensi si kecil terhadap mainan anak yang ia inginkan. Dengan menanyakan pendapatnya, Bunda jadi mengetahui minat si kecil dan menyesuaikan keinginannya juga. Si kecil pun merasa bahwa keinginan dan pendapatnya dihargai.

 

Nah itu dia 4 tips bagi Bunda yang sedang ingin membelikan si kecil mainan. Yuk lebih diperhatikan lagi dengan seksama.

Benarkah Kebiasaan Berjinjit Merupakan Gangguan Perkembangan

bukuananda.com

Berjalan jadi salah satu perkembangan motorik anak yang menyenangkan untuk diperhatikan. Biasanya, berjinjit normal terjadi saat si kecil baru belajar berjalan. Berjinjit merupakan cara untuk membantunya menyeimbangkan tubuh saat berjalan.

 

Namun, jika sudah melewati usia lima tahun si kecil masih berjinjit, Bunda perlu mewaspadai hal ini. Segera konsultasikan pada dokter. Kemungkinan terdapat kelainan saraf hingga menyebabkan kebiasaan ini tidak hilang. Nah, sebelum panik, coba simak informasi berikut ini, Bund!

 

Berjalan jinjit ini bisa disebabkan beberapa hal, di antaranya:

 

1. Jaringan ikat achilles yang pendek.

 

2. Distrofi otot.

 

3. Autisme.

 

Berjalan jinjit juga bisa disebabkan berbagai hal, lho. Misalnya:

 

1. Dysfunctional Balance System (DBS)

 

DBS merupakan sistem keseimbangan dalam telinga yang jadi pusat keseimbangan anak. Penyebab berjinjit bisa jadi bersumber dari telinga bagian dalam mereka.

 

2. Sensory Processing Issues (SPD)

 

SPD adalah sensor sentuhan yang bisa jadi penyebab ia berjinjit. Jika ia sangat sensitif terhadap sentuhan, mereka biasanya nggak menyentuhkan telapak kaki dan mengindari permukaan yang membuatya tidak nyaman.

 

3. Kebiasaan

 

Berjalan jinjit juga bisa terjadi karena kebiasaan yang sulit dilepaskan. Jika begini, Bunda bisa kok melatihnya untuk kembali berjalan normal.

 

4. Merupakan pertanda gangguan lain

 

Berjalan jinjit bukan hanya pertanda tumbuh kembang anak terlambat, namun juga pertanda sistem keseimbangan yang mengatur koordinasi anak bergerak lemah. Saat sistem keseimbangannya tidak berjalan optimal, maka akan terlihat gejala berjalan jinjit dan berkurangnya kemampuan aktivitas mereka. Hal ini juga akan menandakan bahwa otak si Kecil tidak mampu menyerap apa yang orang lain sampaikan dengan baik.

 

Perhatikan gejala berikut yang mengindikasikan sistem keseimbangan si kecil lemah:

 

1. Biasanya punya masalah penglihatan, misal sudah memakai kacamata sejak usia 3 tahun

 

2. Kurang konsentrasi terhadap penyampaian orang lain

 

3. Kesulitan mencari kata-kata dan membaca

 

4. Sering menabrak sesuau dan nggak seimbang

 

Ini yang harus orangtua lakukan :

 

Jika si Kecil terus berjalan seperti itu, Ayah Bunda perlu melakukan sesuatu agar si Kecil tidak kebiasaan dan terus menerus berjalan jinjit. Beberapa hal ini mungkin bisa dicoba pada si Kecil:

 

1. Berikan contoh padanya bagaimana cara berjalan dengan normal.

 

2. Jangan memarahinya dan jangan bosan untuk mengingatkannya berjalan dengan normal.

 

3. Pilih alas kaki atau sepatu yang nyaman dan pas dengan ukuran kakinya, sehingga tidak membuat risih mereka saat berjalan.

 

4. Ajak si Kecil bermain permainan yang membutuhkannya menapak permukaan lantai, seperti lompat kodok atau lompat tali.

 

5. Bila saat berjalan anak sering terjatuh, Bunda bisa konsultasikan pada dokter.

 

6. Ketika anak terus berjalan jinjit, mereka akan mengeluh nyeri pada otot betis dan gerakan pergelangan kakinya menjadi lebih terbatas. Kebiasaan ini dapat membuatnya menjadi sulit berjalan pada tumitnya. Dengan mengajaknya latihan secara rutin dapat mengubah kebiasaannya sehingga si Kecil dapat berjalan dengan normal.

 

Berikut latihan yang dapat dilakukan pada anak yang berjalan jinjit:

 

1. Peregangan otot betis. Ajak anak tidur terlentang dan buat senyaman mungkin, lalu luruskan lututnya dengan tangan Bunda dan dorong bagian telapak kakinya ke arah kepala hingga tumit tertekuk. Ulangi gerakan ini sebanyak 10 kali per kaki setiap hari, dan tahan selama sekitar 15-30 detik.

 

2. Duduk ke berdiri. Dudukkan si Kecil pada kursi sesuai usianya, lalu minta ia untuk mengulurkan tangannya. Setelah itu letakan tangan Bunda di bawah lututnya, sehingga memberi tahanan agar tumit si Kecil menempel pada lantai. Mintalah ia belajar berdiri sambil tumitnya tetap mendatar pada lantai. Jangan lupa buat kegiatan ini semenyenangkan mungkin ya, Bund. Hal ini guna membuatnya tetap semangat dan tidak merasa bosan.

 

Itulah hal-hal yang perlu Bunda perhatikan ketika si Kecil berjalan jinjit. Jika semua informasi tersebut masih tidak bisa mempengaruhi si Kecil berjalan dengan normal, disarankan untuk konsultasikan ini pada dokter guna pemeriksaan lebih lanjut.

Ini Dia 3 Cara Mudah Ajarkan Bayi Tidur Siang

bukuananda.com

Bunda, tahu nggak kalau tidur siang itu bisa mengoptimalisasikan tumbuh kembang anak, terutama bayi? Sayangnya, nggak mudah untuk membuat bayi tidur siang secara teratur tiap harinya. Pola tidur siang tiap bayi tidaklah sama, tergantung pada usianya.

 

Biasanya, bayi yang baru lahir pola tidurnya belum bisa ditebak. Lama tidurnya akan berkurang saat berusia 1-2 bulan. Kemudian akan makin berkurang saat usia 3 – 6 bulan. Nah, di usia inilah Bunda bisa mengajarkannya untuk tidur siang. Dilansir dari mayclinic.org, ada tips mudah agar si kecil tidur siang dengan teratur. Yuk disimak!

 

Perhatikan tanda bayi mengantuk

 

Jika mengantuk, bayi akan menunjukkannya dengan cara menguap, mengosok-gosok matanya, mengerutkan kening, rewel, atau menangis. Bunda bisa memantau hal ini untuk mengetahui jam berapa tanda ini terlihat.

 

Kalau Bunda melihat tanda tersebut, Bunda bisa mengganti popoknya atau memberikannya susu agar ia merasa lebih nyaman dan mudah tertidur. Jangan membiarkannya melewatkan tidur siang, ya. Hal ini akan membuat si kecil kelelahan dan membuatnya lebih sulit tidur di malam hari, lho!

 

Ajari ia tidur sendiri

 

Bunda melihat tanda-tanda mengantuk pada bayi? Segera bawa ia ke tempat tidur. Hal ini bisa mengajarkannya untuk tidur sendiri tanpa harus ditemani. Pastikan juga ia tidur di ranjang khusus yang berpelindung, ya.

 

Ajak tidur siang pada jam yang sama

 

Ajarkan dan ajak bayi untuk tidur di jam yang sama secara terus menerus secara konsisten. Pastikan juga durasi tidurnya nggak berubah, meski sedang berpergian. Bunda juga harus memerhatikan kualitas tidur si kecil. Caranya, perhatikan apakah perutnya sudah terisi atau belum sebelum tidur.

 

Perhatikan juga kondisi ruang tidur, buat senyaman mungkin. Hindari juga menidurkan bayi pada sore menjelang malam, agar nggak mengganggu jam tidur malamnya, ya.

 

Membiasakan si kecil tidur siang memang nggak mudah. Bunda harus tetap konsisten melakukannya. Jangan ragu berkonsultasi pada dokter perihal hal tersebut.

Ini Dia 5 Ciri Anak Pintar yang Wajib Bunda Tahu!

bukuananda.com

Memiliki anak dengan kualitas otak di atas rata-rata tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap orang tua. Doa orang tua tentu ingin anak kelak menjadi anak-anak yang berguna bagi nusa bangsa, membahagiakan orang tua, dan berprestasi dalam sekolahnya. Berikut ini yuk simak 5 ciri anak pintar yang umumnya ada pada anak-anak.

 

1. Memiliki daya ingat yang kuat

 

Ciri anak pintar pertama adalah memiliki daya ingat yang kuat. Apa yang mereka dengar atau lihat menjadi informasi bagi mereka dan mereka dapat menyimpan beribu informasi dengan baik dalam ingatan mereka.

 

2. Mampu berkonsentrasi

 

Anak yang pintar sanggup berkonsentrasi dalam waktu yang cukup lama. Mereka bisa membedakan mana yang menjadi prioritas dan sanggup menyelesaikan tugas tanpa banyak gangguan.

 

3. Tertarik dengan banyak hal

 

Anak pintar biasanya penasaran dengan banyak hal. Tidak hanya hal-hal yang bersifat umum tapi juga hal-hal yang menarik minatnya. Dalam hal ini, penting peran orang tua untuk bisa menjawab pertanyaan si kecil dengan tepat sehingga tidak membuat kebingungan atau justru menjerumuskan mereka.

 

4. Berimajinasi

 

Jika mereka senang bicara sendiri atau bermain sendiri jangan menganggap mereka anak yang aneh. Anak-anak yang pintar mereka bisa berimajinasi dengan hebat dan membuat cerita sendiri. Biasanya mereka menuangkan itu dalam bentuk gambar atau tulisan.

 

5. Berpikir selangkah lebih maju

 

Bila dibandingkan dengan anak-anak seusianya, mereka yang tergolong dalam kategori pintar biasanya akan berpikir lebih maju ke depan. Misalnya mau belajar naik sepeda roda dua daripada roda tiga, berpikir membuat mainan sendiri daripada membeli di mall. Hal ini terjadi karena proses menyerap informasi menuju ke proses berpikir terjadi lebih cepat.

 

Itu tadi 5 ciri anak pintar yang bisa kita pelajari bersama. Namun, tentu saja itu bukan suatu patokan yang pasti harus begitu. Karena setiap anak terlahir spesial dengan kemampuan mereka masing-masing dan tidak ada anak yang terlahir bodoh. Tugas kita untuk menemukan bakat terpendam apa yang sebenarnya mereka miliki.

Ini Dia 5 Mainan Anak Laki-laki yang Bisa Jadi Referensi!

bukuananda.com

Membelikan mainan untuk anak-anak bisa jadi tugas yang cukup membingungkan bagi para orang tua. Jujur saja, kita sering tidak mau merogoh kocek terlalu dalam, untuk membeli mainan yang tidak berguna, karena hanya dipakai untuk usia tertentu saja. Apalagi anak laki-laki, rasanya tidak banyak pilihan mainan yang bisa dibeli. Nah, untuk itu yuk, sekarang kita tengok dulu 5 mainan yang cocok untuk anak laki-laki.

 

 

    1.  Robot-robotan

 

 

Robot-robotan termasuk yang cukup digemari baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Dengan bermain ini anak bisa berlatih fokus dan kesabaran serta kreativitas. Jika Bunda membelikan robot yang harus dirakit sendiri, maka itu akan melatih fokus dan kesabarannya. Namun, perlu diperhatikan ya supaya jangan membeli robot dengan banyak potongan kecil untuk balita. Bisa-bisa nanti termakan dan jadi bahaya.

 

    1.  Mobil-mobilan

 

 

Mobil-mobilan ada yang dikendalikan dengan remote control dan ada yang bisa dinaiki. Jika mobil-mobilan dengan remote, anak bisa mengembangkan imajinasi serta pola pikirnya. Sedangkan mobil-mobilan yang dinaiki bisa mengasah kemampuan motorik halus dan spasialnya. Kalau harganya mahal, Bunda bisa bawa mereka naik mobil-mobilan di mall. Jaman sekarang ini sudah banyak mobil-mobilan yang bisa dinaiki yang ada di taman bermain atau mall.

 

    1.  Yoyo

 

 

Bermain yoyo berguna untuk pertumbuhan anak, lho, Bund. Karena anak bisa memaksimalkan keseimbangan otak kiri dan kanan, meningkatkan kemampuan logika dan menguatkan konsentrasi. Ini karena bermain yoyo melibatkan aktifitas konsentrasi, ketangkasan tubuh, koordinasi mata dan tangan, serta kreativitas.

 

 

    1.  Sepeda

 

 

Naik sepeda akan melatih perkembangan motorik si buah hati, mengasah otot, kekuatan fisik dan keseimbangan. Selain itu, tentu saja dengan olahraga fisik ini si kecil akan menjadi lebih sehat dan kuat.

 

 

    1.  Bola

 

 

Permainan dengan menggunakan bola ada banyak, seperti basket, baseball, golf maupun sepak bola. Tidak hanya tubuhnya jadi lebih sehat dan kuat tapi juga mengajarkan cara mencari strategi supaya menang. Selain itu juga membangun relasi dan melatih kemampuan sosialisasi dengan teman-teman atau keluarganya.

 

Nah, itu lah 5 mainan yang bisa diberikan untuk anak laki-laki. Semoga menginspirasi ya Bund. Jadi, mainan untuk anak laki-laki tidak harus selalu mahal kan?

Ini Dia Mainan Perempuan Berdasarkan Usianya

bukuananda.com

Banyak yang bilang membesarkan anak perempuan jauh lebih susah dibandingkan anak laki-laki. Mulai dari pakaian, pilihan sepatu, dan aksesoris lainnya, anak perempuan jauh lebih ribet. Demkian pula saat memilihkan mainan untuk anak perempuan, mungkin Bunda akan lebih banyak pertimbangan. Karena tidak semua mainan bisa jadi mainan anak perempuan. Yuk, simak berikut ini mainan perempuan yang disesuaikan menurut usia. Ada apa saja?

 

 

    1. Usia 1 tahun

 

 

Di usia ini, Bunda bisa belikan boneka dengan tema binatang. Bisa pula tambahkan rumah-rumahan misalnya. Mainan semacam ini akan membantu perkembangan fisik sekaligus mengenalkan berbagai macam binatang.

 

 

    1. Usia 2 tahun

 

 

Di usia 2 tahun, anak bisa dibelikan mainan yang melatih daya ingatnya, seperti mengingat huruf, warna dan bentuk. Di sini Bunda bisa ikut bermain, jadi ada interaksi yang lebih baik dengan anak.

 

 

    1. Usia 3 tahun

 

 

Untuk anak perempuan 3 tahun, coba berikan PlayDoh sehingga anak bisa bermain bentuk, bangunan maupun menciptakan bentuk baru. Mainan edukasi lilin semacam ini akan mengasah indera perasanya, mengenalkan warna dan imajinasi. Selain itu, bisa juga diberi pasir mainan untuk memaksimalkan kemampuan motorik kasar dan halus.

 

    1. Usia 4 tahun

 

 

Anak perempuan 4 tahun bisa bermain menyusun balok. Cocok bagi anak yang sebentar lagi akan sekolah karena merupakan permainan edukatif. Balok susun bisa mempunyai angka dan huruf, juga warna yang menarik.

 

 

    1. Usia 5 tahun

 

 

Untuk anak yang sudah siap sekolah, kita bisa memberikan mainan aksesoris profesi, misalnya dokter. Dari situ anak akan mengenal bermacam profesi dan memikirkan profesi apa yang kelak ingin dipilihnya saat dewasa. Selain itu, bisa juga diberi papan menggambar. Ada yang sudah dilengkapi dengan spidol warna dan penghapus, keping angka dan huruf yang bisa ditempel di papan.

 

Nah, itu tadi mainan perempuan berdasarkan usia. Sudah tidak bingung lagi kan Bunda memilihkan mainan? Jangan lupa untuk menemani si kecil bermain ya, Bund. Supaya ikatan batin jadi semakin erat dan si kecil juga tidak merasa sendirian. Semoga artikel ini bermanfaat ya.