5 Makanan yang Penting untuk Perkembangan Bayi Sejak dalam Kandungan

bukuananda.com

Orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh menjadi sehat dan cerdas. Ternyata menjaga pola makan yang baik sejak masa kehamilan menjadi syarat penting untuk perkembangan bayi lho, Bunda. Dengan asupan yang bergizi bayi akan tumbuh menjadi cerdas sejak dalam kandungan. Pada trimester pertama otak bayi mulai berkembang jadi sangat penting untuk menjaga pola makan. Berikut ini 5 makanan yang dapat membantu perkembangan bayi sejak masih dalam kandungan. Langsung saja simak berikut ini, yuk!

 

 

    1.  Telur dan keju

 

 

Telur memiliki kandungan vitamin, mineral dan protein serta asam amino yang disebut dengan kolin. Sedangkan keju adalah sumber vitamin D. Kekurangan kolin dan vitamin D akan merusak kesehatan otak bayi.

 

 

    1.  Ikan dan makanan laut

 

 

Asam lemak omega-3 dan yodium berperan penting dalam menjaga fungsi otak agar tetap sehat dan juga penting untuk perkembangan kecerdasan emosi bayi. Namun, ikan berlemak seperti tuna dan salmon sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang karena beberapa ikan mengandung zat-zat berbahaya seperti merkuri.

 

Suatu study tahun 2013 menyatakan bahwa yodium yang tepat selama masa kehamilan dapat menghapus risiko gangguan mental.

 

Sedangkan studi lain tahun 2010 menyatakan bahwa asam lemak omega-3 memiliki peran penting pada perkembangan otak janin dalam kandungan.

 

 

    1.  Buah-buahan

 

 

Buah-buahan seperti jerut, delima, pepaya, blueberry, mangga, pisang, jambu biji, anggur dan apel sangat kaya vitamin dan mineral. Dari semua buah di atas, blueberry dianggap yang paling baik karena kaya antioksidan untuk menangkal radikal bebas agar tidak terjadi kerusakan otak.

 

 

    1.  Susu

 

 

Susu dapat mengembangkan kemampuan otak bayi. Sangat penting bagi ibu hamil untuk mengonsumsi susu secara teratur ya.

 

 

    1.  Kacang polong

 

 

Kacang polong mengandung mineral dan vitamin yang sangat dibutuhkan. Jadi sangat bagus untuk dikonsumsi selama masa kehamilan.

 

Nah, itu tadi ya Bunda 5 makanan yang penting untuk perkembangn bayi sejak masih dalam kandungan. Yang terpenting jaga selalu pola makan supaya tetap bergizi dan seimbang ya Bunda. Semoga bermanfaat ya.

5 Sumber Makanan yang Bisa Bikin Tambah Tinggi

bukuananda.com

Orang tua pasti ingin supaya anak-anaknya mengalami fase tumbuh kembang yang baik dan menyenangkan. Salah satunya adalah orang tua ingin anak-anak memiliki tinggi badan yang ideal. Dan di sinilah masa tumbuh kembang menjadi penting ya Bunda. Nah, berikut ini adalah 5 makanan yang bisa menambah tinggi badan di masa tumbuh kembang anak, yuk, tengok apa saja!

 

 

    1.  Telur

 

 

Sebuah studi di Ekuador menyatakan bahwa dari 83 bayi usia 6 hingga 9 bulan, diberi makan telur satu butir setiap hari, selama 6 bulan. Hasilnya, anak-anak itu mengalami penurunan risiko tinggi badan rendah daripada anak-anak yang tidak makan telur. Selain itu, telur tidak sulit untuk diolah. Bisa jadi telur mata sapi, roti juga bisa dimakan dengan telur dan sebagainya.

 

 

    1.  Susu

 

 

Kalsium dalam susu memiliki peran penting untuk pembentukan serta pertumbuhan tulang dan memperbaiki sel-sel tulang yang rusak. Sebuah studi menunjukkan bahwa anak yang minum susu sapi lebih banyak mengalami kenaikan tinggi badan yang lebih daripada anak-anak yang lebih sedikit minum susu sapi selama 3 tahun.

 

 

    1.  Bayam

 

 

Bayam dapat membantu fungsi pertumbuhan otak, tubuh dan membangun sel otot serta berguna bagi pertumbuhan tulang. Tidak selalu harus jadi sayur bening, Bunda bisa mencoba membuat green smoothies, salad segar, maupun pasta bayam. Tentu saja bikin si kecil jadi doyan makan ikan.

 

 

    1.  Kedelai

 

 

Kaya akan protein sehingga bisa menambah tinggi badan. Selain itu kandungan folat, protein, vitamin dan fibernya meningkatkan kepadatan tulang dan massa.

 

 

    1.  Brokoli

 

 

Selain bayam, brokoli adalah sayuran hijau yang juga dipercaya bisa bikin tinggi badan bertambah, lho! Kaya akan mineral dan vitamin, brokoli juga memiliki kandungan zat besi yang berguna memaksimalkan tinggi badan anak.

 

Nah, itu tadi ya 5 makanan penambah tinggi badan dalam masa tumbuh kembang anak. Walau ada faktor genetik juga tapi setidaknya dengan makanan dan gizi yang seimbang, diharap anak-anak dapat tumbuh dengan baik. Semoga bermanfaat ya Bund infonya.

5 Mitos dan Fakta Seputar Tumbuh Kembang Anak

bukuananda.com

 

Dalam membesarkan anak, sering kali kita sebagai orang tua mendapat banyak masukan dari orang yang berpengalaman di sekitar kita. Tidak boleh ini itu, jangan begini atau begitu. Tapi benarkah semua yang dikatakan oleh orang-orang itu? Nah, mari cek kebenarannya di bawah. Berikut ada 5 mitos dan fakta seputar tumbuh kembang anak. Bunda wajib banget tau nih, supaya kita tidak salah kaprah dalam membesarkan si kecil.

 

 

    1.  Mitos : Alat bantu berjalan (baby walkers) membantu si kecil bisa belajar berjalan

 

 

Fakta: Justru baby walkers sebenarnya berbahaya karena si kecil tidak bisa melihat kakinya sendiri. Alat ini juga bisa menyebabkan si kecil jatuh dari tempat seperti tangga. Maka awasi selalu penggunaan baby walkers pada anak.

 

 

    1.  Mitos : Si kecil diam berarti baik-baik saja

 

 

Fakta : Menangis adalah cara bayi berkomunikasi, entah itu menginginkan sesuatu atau menyatakan ketidaknyamanan. Bayi yang sakit justru akan cenderung diam dan tidak banyak melakukan gerakan. .

 

 

    1.  Mitos : Nonton TV terlalu dekat berbahaya untuk mata

 

 

Fakta : Sejauh ini belum ada faktanya. Justru mata anak-anak bisa benar-benar fokus tanpa merasa kelelahan, berbeda dengan orang dewasa. Namun, jika anak menonton TV terlalu dekat bisa jadi dia menderita rabun jauh.

 

 

    1.  Mitos : susu formula sama bagusnya dengan ASI

 

 

Fakta : ASI jelas lebih unggul dan tidak sama dengan susu formula. ASI mengandung nutrisi yang dibutuhkan manusia, sedangkan susu sapi mengandung nutrisi yang berbeda. Nutrisi dan antibodi yang ada dalam ASI diproduksi menyesuaikan perkembangan fisik dan mental si buah hati.

 

 

    1.  Mitos : Jangan khawatir jika anak terlambat bicara, nanti juga bisa

 

 

Fakta : Jika si kecil terlambat bicara, segera bawa ke dokter atau ahlinya. Siapa tau ada hambatan dalam tumbuh kembangnya, agar bisa dicarikan solusinya.

 

Nah, itu tadi 5 mitos dan fakta seputar tumbuh kembang anak. Jadi untuk menanganinya Bunda sudah tahu harus bagaimana dan tidak bingung lagi. Semoga bermanfaat ya.

Inilah Hal Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Masa Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan

bukuananda.com

Menjadi orang tua adalah pengalaman luar biasa yang tidak akan terlupakan. Namun, banyak orang tua yang sering bingung dengan tahapan perkembangan bayi. Apakah si kecil sudah tumbuh dengan semestinya, atau ada hal-hal yang janggal? Nah, berikut ini simak 5 hal yang perlu diperhatikan dalam masa perkembangan bayi usia bulan. Simak penjelasannya di bawah ini ya, Bunda.

 

 

    1.  Semakin pintar berguling

 

 

Seiring makin kuat otot leher dan lengannya, si kecil akan mulai pintar berguling-guling. Bunda harus lebih hati-hati ya, jangan meninggalkan si kecil sendirian di atas tempat tidur yang tinggi. Di samping itu dia akan semakin pintar menarik perhatian dengan mengoceh atau menggeliat-geliat.

 

 

    1.  Perubahan warna tinja

 

 

Warna dan bau tinja kemungkinan akan berubah saat si kecil mulai bisa mengonsumsi makanan padat pertamanya. Jangan khawatir, karena itu adalah hal yang normal terjadi. Namun, jika tinjanya tergolong keras, mungkin si kecil mengalami konstipasi. Maka segera ganti MPASI-nya dengan buah-buahan dan sayuran.

 

 

    1.  Membaca buku bersama

 

 

Membacakan buku untuknya dapat meningkatkan kemampuan berbahasa si kecil serta menjadi bekal untuk kelak dia menyukai aktivitas membaca. Pada usia ini anak mungkin belum dapat membalikkan halaman sendiri dan duduk tenang mendengarkan Bunda bercerita, namun saat-saat semacam ini adalah moment yang sangat berharga untuk dihabiskan bersama si kecil.

 

 

    1.  Pakaian yang nyaman

 

 

Beri si kecil pakaian yang melar, longgar dan sirkulasi udara yang baik. Hindari pemakaian dengan bahan yang kasar. Dengan begitu si kecil akan selalu merasa nyaman.

 

 

    1.  Belajar bahasa isyarat

 

 

Di usia ini, si kecil sudah bisa belajar bahasa isyarat. Seperti melambaikan tangan sebagai ucapan selamat tinggal, dan menunjuk sesuatu untuk bilang: lihat ini! Kemampuan motorik berkembang lebih dulu dibanding kemampuan bahasa. Bahasa isyarat dapat memfasilitasi anak untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhannya serta menghindarkannya dari rasa frustasi.

 

Nah, Bunda sudah paham kan. Itu tadi hal-hal penting yang perlu diperhatikan jika si kecil sudah mulai menginjak usia 6 bulan ya Bunda. Tahap perkembangan bayi memang sangat penting. Semoga artikel ini bermanfaat ya!