CARA MENGATASI MENGAPA ANAK MARAH

5 jenis buku anak

Bukuananda.com :

Cara mengatasi tantrum harus sudah menjadi pengetahuan umum yang dimiliki oleh setiap orangtua. Pasalnya, melihat perkembangan zaman dan kebiasaan masyarakat kita, sudah hampir sulit bagi anak untuk tidak mengalami apa yang disebut dengan tantrum.

 

Secara sederhana, bagi Ayah Bunda yang baru mengenal istilah ini, tantrum merupakan kondisi di mana anak sangat mudah marah-marah, mengamuk, bahkan hingga banting-banting barang. Kondisi tersebut lazim terjadi pada anak usia 1 sampai 4 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan untuk anak di atas usia 4 masih mengalaminya.

 

Kendati demikian, ada satu hal yang mesti dipahami dan disadari oleh Ayah Bunda. tantrum ini memang terlihat sangat menyeramkan. Tapi sesungguhnya, tantrum pada anak itu tak lain sebagai salah satu cara mereka belajar berkomunikasi secara efektif dengan Ayah Bunda dan lingkungannya. Meski begitu, tidak dibenarkan juga untuk kemudian mendiamkannya atau mengabaikannya.

 

Cara mengatasi tantrum pada anak itu beragam. Biasanya lebih personal. Jadi, satu metode bisa bekerja pada satu anak, tapi belum tentu bekerja pada anak lainnya. Namun, ada juga metode yang sudah disepakati dan dirasakan banyak Ayah Bunda bahwa ada metode atau cara megatasi tantrum yang bisa bekerja pada anak secara umum.

 

Beberapa cara mengatasi tantrum yang sudah diakui ampuh itu di antaranya adalah mengajak bicara anak, mengupayakan diri agar tetap tenang, mencari penalihan perhatian anak, dan bersikap lembut tanpa mengancam baik secara verbal maupun non-verbal.

 

Namun ada cara mengatasi tantrum yang lebih fundamental, atau cara prefentif mencegah terjadinya tantrum pada anak. Caranya adalah memahami mengapa anak marah. Dengan memahami penyebab mengapa anak marah, maka Ayah Bunda bisa mengantisipasi tidak terjadinya tantrum dengan meminimalisir penyebabnya.

 

Misal, anak kerap marah atau mengamuk ketika dilarang menggunakan gadget, maka Ayah Bunda bisa memberi permainan lain yang bisa membuatnya lupa pada gadget. Dengan demikian, peluang untuk marah dan ngamuknya sudah berkurang karena anak menemukan saluran baru yang membuatnya tenang, senang, sesenang dan setenang bermain gadget. Jika sulit mencari benda apa yang cocok untuk ini, coba SabaQu. Sudah banyak review atau testimoni yang mengatakan bahwa SabaQu bisa bekerja seperti apa yang barusan dikatakan.

Bukuananda.com

Memahami mengapa anak marah sebagai cara mengatasi tantrum mesti dilakukan seara sistimatis, menyeluruh. Jadi, langkah berkutnya, setelah memahami mengapa anak marah, Ayah Bunda harus melatihnya atau membantunya bagaimana cara mengatasi kemarahan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memberitahunya dengan kata-kata atau cerita. Bisa juga dengan cara meyertakannya pada program-program khusus tentang hal ini. Biasanya di sekolah kanak-kanak pun kegiatannya mengandung unsur-unsur pelatihan ber’damai’ dengan marah.

 

Secara garis besar, sebetulnya, untuk anak 3 tahun ke bawah, selain memahami mengapa ia marah, cara paling efektif megatasi tantrum adalah dengan mengalihkan perhatiannya. Sebab, untuk usia ini, ketika marah, mereka cenderung tidak diplomatik. Sebaliknya, mereka masih sangat mudah untuk dialihkan perhatinnya pada apa yang menarik baginya. Berbeda untuk anak-anak yang sedikit lebih besar, ya caranya adalah seperti apa yang sudah dipaparkan di atas.

 

Di luar dari pada itu semua, tidak sedikit ahli yang berkesimpulan bahwa pada hakikatnya tantrum itu adalah cara berkomunikasi anak. tantrum ini terjadi ketka anak menginginkan sesuatu, namun tidak dapat mengutarakannya. Hal tersebut berkenaan karena kemmampuan bicara, pengetahuan bahasanya belum begitu baik. Pada saat itulah umumnya tantrum terjadi.

 

Akhir kata, Ayah Bundaharus cermat, jika tantrum pada putra putrinya terjadi sangat sering dan intens, bahkan sampai menyakiti dirinya sendiri atau orang lain, itu artinya Ayah Bunda harus mengonsultasikanya lebih mendalam dengan dokter anak.

 

Buku Halo Balita Mengatasi Anak Gak Rewel

halo balita

Bukuananda.com :

Web : www.anandastore.id
Whatsapp : wa.me/6281548201985

Free Ongkir Seluruh Indonesia

Buku untuk balita itu terkadang pamornya kalah dibanding dengan smartphone atau jenis gadet lainnya. Kalau disuruh milih, tak sedikit anak yang lebih milih main HP daripada main buku. Apalagi waktu anak lagi bosan atau rewel, dengan apa coba rewelnya reda, gadget kah, atau buku?

Bosan dan rewel pada anak sejatinya tak bisa dipisahkan. Karena bosan, ujung-ujungnya jadi rewel. Begitulah. Kendati demikian, kedua hal tersebut jelas berbeda. Tidak selalu karena bosan, maka anak jadi rewel. Tidak selalu karena anak rewel, berarti tandanya itu dia bosan. Tidak. Bisa saja anak itu bosan, tapi tidak jadi rewel. Bisa juga anak rewel, tapi penyebabnya bukan karena bosan.

Dikutip dari detik.com, seorang psikolog, Anastasia Satriyo MPsi., mengungkapkan bahwa semua anak itu gampang bosan. “Apalagi kalau yang tingkat intelektualnya bagus,” katanya.

Nah, supaya anak tidak cepat bosan, psikolog yang akrab disapa Anas itu bilang, “Memang kita bisa budayakan bersosialisasi, tapi ingat bahwa anak kita belum dalam tahap itu. Harusnya anak yang kita tanya, dia butuhnya apa supaya enggak bosan, kita yang akomodir. Sehingga, kita bisa ciptakan child friendly environment.”

Sementara itu, soal rewel ini agak berbeda. Rewel itu sifatnya lebih reaktif. Maksudnya, reaksi atas kondisi tertentu. Misalnya tadi, karena bosan, maka reaksinya rewel.

Rewel memang bikin jengkel, Bund! Tapi, bagaimanapun juga, marah bukan solusi. Pasalnya, balita cenderung semakin rewel jika Ayah Budanya gampang marah. Bersabarlah! Ayah Bunda sebaiknya memahami terlebih dahulu penyebab kerewelan anak. Pada umumnya, rewel pada anak itu dipicu oleh beberapa penyebab yang secara garis besar bisa dikelompokkan sebagai berikut.

  1. Sakit

Rewel karena sakit lazimnya terjadi pada anak yang biasanya aktif dan cerita. Karena sakit, mereka mendadak murung dan cengeng. Sedikit-sedikit menangis, ditawari ini itu, semuanya jadi serba salah, terus uring-uringan. Rewel yang disebabkan sakit ini tampak membuat anak jadi lebih manja.

  1. Tak nyaman

Rewel karena tak nyaman ini terjadi biasanya pada anak kalau mereka datang ke tampat baru atau berada di lingkungan baru. Di pandangan anak, segalanya serba asing. Akhirnya, mereka jadi rewel. Di dalam keadaan seperti itu, ada anak yang merasa terancam. Dan akhirnya, kenyataan tersebut membuatnya menjadi rewel.

Rewel karena tak nyaman pun terjadi ketika anak ditinggal orangtuanya dan diasuh oleh orang lain, baik itu oleh pembantu maupun oleh neneknya. Terkadang anak juga rewel karena diajak tergesa. Misal, ketika Bunda sedang buru-buru, anak bisa saja rewel karena itu. ini pun sama, penyebabnya adalah ketidaknyamanan.

  1. Menuntut perhatian

Rewel pun bisa terjadi ketika Ayah dan Bunda justru tengah bersama mereka. Dan mungkin, ini lumrah terjadi. Secara kasat mata pun Ayah bunda bisa mengidentifikasi, mengapa anaknya rewel. Ya, itu karena mereka mencari perhatian. Terkadang, untuk sebagian anak, cara mereka menuntut perhatian itu ya demikian. Nah, reaksi Ayah Bunda terhadap anak yang rewel karena mencari perhatian itu berpengaruh besar terhadap anak. Peka dan bersabarlah!

  1. Bosan

Yang pasti, bosan adalah penyebab anak rewel paling lumrah. Misal, ketika di kendaraan lama-lama, atau saat sore ketika semua sudah dilakukan dan tak tahu lagi apa yang harus dimainkan, anak akan bosan yang kemudian ujung-ujungnya adalah rewel, merengek-rengek, uring-uringan.

Setelah memahami sekilas paparan di atas, Ayah Bunda boleh berkesimpulan, kiranya cara terbaik untuk mengatasi anak mudah bosan dan rewel itu seperti apa. Secara garis besar, jawabannya adalah kasih sayang, memahai kondisi anak, dan coba mengerti  mereka. Hal tersebut bisa diimplementasikan dengan cara apapun, dengan model aksi bagaimanapun. Tergantung selera dan pengalaman Ayah Bunda. Sebab, setiap anak itu berbeda-beda.

Namun demikian, ada cara efektif untuk mencegah anak dari cepat bosan dan rewel. Yakni dengan gadget. Hem, ya enggak lah! Bercanda, Bund hehe.

Caranya adalah dengan menggunakan media buku. Tak boleh sembarangan buku tapi harus buku untuk balita. Dan bicara soal buku untuk balita, maka tidak bisa tidak untuk menyebut satu nama, yakni Halo Balita.

Bosan itu terjadi pada anak karena mereka jenuh. Sementara jenuh itu terjadi karena kegiatan yang monoton. Klik sudah. Halo Balita sendiri, dalam satu paketnya, berisi 15 jilid, plus boneka tangan dan augmented reality.

halo balita

Lantas, bagaimana anak bisa bosan dengan sajian buku untuk balita yang banyak cerita memikat, lengkap dengan perangkat permainan fisik lainnya.

Dari segi bobot yang menyasar sisi dalamnya pun, yakni emosi dan akal, dengan lembut anak ‘dicekoki’ asupan nutrisi bergizi buat hati, dan pikirannya. Tak heran, output dari membiasakan diri membaca dan memainkan buku untuk balita satu ini adalah kedewasaan, kemandirian, dan kepekaan dari si anak.

Jadinya, bosan sih boleh, tapi anak tahu bagaimana menyikapinya. Rewel sih masih bisa saja terjadi, tapi anak tahu kadar rewelnya dan bagaimana berdamai dengan hal itu. MasyaAllah ya, Bunda!

BERKUDA MENINGKATKAN IQ ANAK

Jual beli buku

Bukuananda.com :

Web : www.anandastore.id
Whatsapp : wa.me/6281548201985

Free Ongkir Seluruh Indonesia

Cara meningkatkan IQ anak yang akan kita bahas kali ini mungkin akan sedikit mengejutkan Ayah Bunda. Pasalnya, hal ini memang jarang dibicarakan dalam topik-topik parenting atau kecerdasan anak.

 

Namun, sudah saatnya bagi Ayah Bunda untuk tahu bahwa ada sebuah penelitian yang membuktikan, menunggangi kuda adalah salah satu cara meningkatkan IQ anak, bisa membantu meningkatkan daya ingat, kemampuan belajar dan menyelesaikan masalah serta pastinya meningkatkan tingkat kecerdasan si kecil.

 

Sejumlah ilmuwan di Tokyo University of Agriculture menemukan bahwa getaran yang ditimbulkan kuda ketika anak menungganginya mampu mengaktivasi bagian otak yang bernama the sympathetic nervous system. Dalam pengujian penelitiannya, para peneliti menggunakan subjek yaitu 34 anak laki-laki dan 72 anak perempuan usia antara 10 sampai 12 tahun. Mereka dipisahkan ke dalam 3 grup.

 

Singkatnya, kesimpulan dari riset tersebut menunjukkan bahwa manfaat terpenting dari menunggangi kuda bagi anak-anak itu sangat berkaitan dengan getaran pada kuda. Oleh sebab itu, hasilnya pasti berbeda dari setiap kuda. Tergantung pada getaran yang ditimbulkan oleh kudanya.

 

Menunggangi kuda tertentu cenderung lebih besar meningkatkan sensitivitas anak. Menunggangi kuda lainnya, dengan getaran dan cara yang berbeda seperti apakah kudanya berjalan atau berlari kencang, bisa lebih berpotensi mengurangi tingkat stress.

 

Namun, yang paling pasti, sebagaimana sudah disitir di atas, menunggangi kuda itu mampu meningkatkan daya ingat, kemampuan belajar dan kemampuan memecahkan masalah hingga pada gilirannya terakumulasi menjadi peningkatan IQ anak.

 

Dalam penjelasannya, Professor Mitsuaki Ohta, salah satu peneliti riset ini, bilang, “Karakteristik terpenting dari langkah kuda adalah bahwa mereka memproduksi tiga dimensi akselerasi. Pergerakan panggul kuda mampu memberi input motorik dan sensorik pada tubuh manusia.”

 

Di luar dari riset di atas, Ayah Bunda pasti sudah tahu bahwa salah satu olahraga yang disunnahkan adalah menunggangi kuda. Dan jika kita membuka hati, ternyata segala sesuatu yang disunnahkan dan diperintahkan oleh Allah Swt itu memang berdampak baik buat kita selaku hamba. Ini salah satunya. Sudah sunnah, bikin cerdas pula.

 

Tapi jangan kita yakin pada sunnah berkuda ini hanya karena sudah tahu manfaatnya yang bisa menaikkan IQ anak. Yang pasti, sebagai motivasi, boleh-boleh saja Ayah Bunda mulai merutinkan mengajak anaknya jalan-jalan berkuda. Tapi tetap usahakan pula di hati bahwa kita berkuda itu adalah bentuk kita ikut, meneladani, belajar menjalankan sunnah Rasulullah Saw.

 

Nah, bagaimana, apakah Ayah Bunda mulai tertarik untuk memasukkan si kecil ke klub berkuda atau secara rutin mengajak anaknya ke kebun binatang untuk berkuda, sebagai cara meningkatkan IQ anak?

 

Peran IQ anak di dalam kehidupan mereka itu sangat penting. Kendati demikian, hal tersebut tak boleh membuat Ayah Bunda lupa pada aspek lainnya seperti kecerdasan emosional, sosial, dan spiritualnya. Bagusnya seimbang. Semua dilatih dan ditingkatkan.

 

Cara menigkatkan IQ anak pun bisa dimulai dengan hal-hal yang sangat sederhana. Bahkan, kalau ditelaah, bertanya pada anak dengan cara tertentu pun bisa meningkatkan intellectual quotient atau kecerdasan otak mereka.

 

Selain itu, mainan juga bisa jadi salah satu cara meningkatkan IQ anak. Misalnya, SabaQu. Permainan yang terdiri dari bingkai hijau, papan soal, dan keping magnet ini adalah contoh mainan yang berdampak pada kecerdasan anak. Bukan saja dari bobot materi yang dipermainkannya, cara bermain atau skema bermainnya pun secara tidak disadari merangsang atau melatih kerja otak anak. Intinya, ada banyak sekali cara meningkatkan IQ anak, mulai dari ngobrol, main, hingga menunggang kuda.

MASIH BELUM TERTARIK JADI MEMBER MDS?

Buku anak edukatif

Bukuananda.com : Member MDS katanya bisa jalan-jalan ke luar negeri? Member MDS katanya bisa dapat keuntungan sampai puluhan juta rupiah? Member MDS katanya katanya katanya dan katanya. Pernah dengar selentingan seperti itu, Ayah Bunda?

 

Ya, betul kok. Ayah Bunda tak salah dengar. Meber MDS atau Mandira Dian Semesta itu memang diapresiasi dengan berbagai macam reward. Mulai dari uang tunai, kendaraan bermotor, alat-alat rumah tangga, jalan-jalan ke luar negeri, hingga umrah. Nah, sekarang, jika Ayah Bunda ingin seperti orangtua lainnya yang dapat reward dari Mandira, mari kita pahami cara kerjanya.

 

Mandira Dian Semesta merupakan unit direct selling penerbit terkemuka, Mizan. Mandira menjual buku melalui para book advisor dan resellernya yang tak lain disebut juga sebagai MDS. Jadi, buku-buku yang dijual oleh Mandira ini tidak bisa ditemukan di toko-toko buku konvensional, melainkan hanya tersedia di para member MDS.

 

Oleh sebab itu, tak heran jika member MDS meraup keuntungan sangat banyak. Sebab, buku-buku Mandira yang banyak dicari orangtua di Indonesia ini hanya bisa didapatkan dari mereka. Terhitung, ribuan paket buku bisa terjual setiap bulannya.

 

Kemudian, sistim edukasi yang dibangun oleh para member MDS ini sangat baik dan merata. Jadi tidak ada istilahnya monopoli pasar, tidak ada istilahnya perbedaan keuntungan yang jomplang antara satu member dengan member lainnya. Prinsipnya, mereka bertumbuh bersama. Semua punya kesempatan yang sama.

 

Member MDS yang baru akan digabungkan ke dalam satu kelompok tertentu di bawah bimbingan senior book advisor. Di situ, dari hal-hal basic sampai advanced akan diajarkan. Dan bagusnya, yang mengajarkan adalah mereka yang sudah lebih dahulu menekuni dunia penjualan direct selling Mandira. Jadi, apa yang diajarkan itu sangat aplikatif dan mengena. Bukan sekadar teori pemasaran belaka.

 

Kemudian, reward di mandira itu ada banyak, sebagaimana sudah disebutkan beberapa di atas. Ada komisi bulanan, ada per triwulan. Ada juga komisi untuk momen-momen tertentu. Umumnya, komisi atau reward-reward tersebut diberikan dengan hitung-hitungan poin.

 

Jadi, dari satu unit buku yang terjual, seorang member MDS akan mendapat poin. Setiap buku poinnya berbeda. Misal, seorang member MDS berhasil menjual satu unit paket buku Halo Balita. Maka, poin yang diperolehnya berbeda dari poin ketika ia berhasil menjual satu unit SabaQu.

 

Nah, untuk masing-masing rewardnya ada standar minimum poin. Siapa saja member MDS yang berhasil mencapai 500 poin, maka ia berhak mendapat reward jalan-jalan ke Thailand. Contohnya seperti itu. Oleh sebab itu, tak heran jika di luar sana Ayah Bunda sering mendengar certa member MDS yang jalan-jalan ke luar negeri, yang dapat komisi hingga puluhan juga. Karena ya, mereka memang berhasil mencapai poin-poin yang sudah ditentukan.

 

Sekarang, bagaimana caranya jadi member MDS? Gampang! Ayah Bunda tinggal kontak saja para senior advisor. Biasanya mereka membuka lowongan untuk member MDS baru. Ayah Bunda bisa masuk ke Facebook Mandira Dian Semesta. Nah, di situ banyak senior book advisor berseliweran. Stalking saja laman facebook mereka,

 

Atau, Ayah Bunda bisa masuk ke situs mandira.id. Di sana, tertera nomor kontak kantor Mandira. Nah, tinggal hubungi saja nomor tersebut. Nanti akan diarahkan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kita berada di kelompok member MDS. Dengan berjejaring atau berkelompok seperti ini, Ayah Bunda bisa banyak dapat ilmu sekaligus senior untuk berkonsultasi.

 

Oh ya, jadi member MDS tidak dipungut biaya kok. Modalnya hanya niat Lillahita’ala dan kemauan yang keras. Sekarang bagaiman, masih belum tertarik? Gak mungkin deh!

MAU SI KECIL HOBI MEMBACA? COBA IKUTI TIPS INI DEH

MAU SI KECIL HOBI MEMBACA? COBA IKUTI TIPS INI DEH

bukuananda.com

Bunda, pastinya pengen dong si kecil hobi membaca terutama sejak dini? Kegemarannya membaca ini akan menjadi jalan mudah baginya belajar berbahasa nanti. Plus membaca juga mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Gak susah kok Bund menumbuhkan minat baca si kecil dari sekarang. Yuk, simak kaya gimana tips agar anak jadi senang baca di bawah ini!

 

Kenalkan sejak dini

 

Meski si keci masih bayi atau batita, Bunda sudah bisa mengenalkannya dengan buku, kok. Ada banyak buku yang cocok yang bisa Bunda kenalkan pada si kecil. Bunda bisa membelikannya buku cerita yang terbuat dari kain, buku yang memiliki tekstur, atau buku tahan air hingga buku ini bisa ia mainkan saat mandi. Dengan mengenalkan buku sedini itu, hal ini dapat menstimulasinya mencintai buku.

 

Contohkan padanya

 

Agar si kecil senang membaca, Bunda juga harus mencontohkan hal ini padanya. Bunda bisa sering-sering membaca di hadapannya. Jika si kecil sering melihat Bunda membaca, ia akan menirukannya. Dengan begitu, ia pun bakal terdorong membaca bersama dengan Bunda.

 

Membaca dengan beragam intonasi

 

Bunda bisa mengenalkan bahwa membaca buku merupakan kegiatan yang menyenangkan dengan mulai membacakan cerita baginya sebelum tidur. Pilihlah buku cerita yang menarik buat pengantar tidur si kecil. Saat membaca, jangan lupa perhatikan intonasi dan suara yang menarik perhatian. Hal ini pun bisa membuat kegiatan membaca buku jadi makin menarik.

 

Kelilingi ia dengan beragam buku

 

Bunda bisa membiasakan si kecil dikelilingi buku untuk menumbuhkan minat bacanya. Misalnya, ajak ia ke toko buku, simpan buku-buku di rumah agar mudah dijangkau olehnya. Dengan begitu ia bisa melihat dan meraih buku itu dengan mudah.

 

Berikan hadiah buku saat ia berulang tahun

 

Salah satu caranya lainnya adalah dengan menghadiahkan si kecil buku yang menarik untuk ulang tahunnya. Bunda juga bisa mendorong anggota keluarga lain memberikan hadiah yang sama.

 

Meskipun terdengar sepele, namun langkah-langkah di atas diharapkan dapat membuat minat baca si kecil sudah ada sejak dini.

Memililih Mainan Edukatif Untuk Anak

bukuananda.com

Bunda, sebagai orang tua, kita pasti sering deh membelikan si kecil mainan. Ada baiknya juga, Bunda memilihkan mainan edukatif buatnya. Namun, beberapa orang tua memiliki kekhawatiran saat membelikan mainan bagi anak mereka. Seperti apa mainan yang cocok dan tepat buat anak, ya?

 

Tipsnya, pilih mainan yang berguna memberikan dampak baik bagi tumbuh kembang si kecil. Tidak hanya mengasah kemampuan baru, tapi juga bisa membuat si kecil mempelajari cara menjalin komunikasi dengan orang lain.

 

Lalu bagaimana ya tipsnya membelikan mainan buat anak? Simak di bawah ini, Bund!

 

Sesuaikan dengan umur

 

Belikan mainan sesuai dengan umur anak, hal ini karena kemampuan si kecil bakal sulit berkembang jika Bunda memberikan alat permainan yang tidak sepadan dengan usianya. Misalnya mainan untuk anak 3 tahun nggak akan sama dengan anak-anak dengan kemampuan motorik lebih kuat. Pastikan mainan ini cocok baginya

 

Harga bukan acuan

 

Jangan mengukur mainan si kecil dari harga namun dari fungsi. Nggak semua mainan berharga mahal mengandung nilai edukasi yang tinggi. Ingat tujuan kita membeli mainan, jika bisa dijadikan inventasi masa depan si kecil, kenapa nggak?

 

Perhatikan Bentuk dan Keamanan

 

Salah satu hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah bentuk dan keamanan. Jangan pilih mainan dengan ujung tajam dan kasar. Jangan pilih yang mengandung racun dan nggak mudah hancur. Senantiasa perhatikan kandungan dan peringatan dalam kemasan.

 

Libatkan keinginan anak

 

Libatkan si kecil saat hendak membelikannya mainan, ketahui preferensi si kecil terhadap mainan anak yang ia inginkan. Dengan menanyakan pendapatnya, Bunda jadi mengetahui minat si kecil dan menyesuaikan keinginannya juga. Si kecil pun merasa bahwa keinginan dan pendapatnya dihargai.

 

Nah itu dia 4 tips bagi Bunda yang sedang ingin membelikan si kecil mainan. Yuk lebih diperhatikan lagi dengan seksama.

Ini Dia 5 Mainan Anak Laki-laki yang Bisa Jadi Referensi!

bukuananda.com

Membelikan mainan untuk anak-anak bisa jadi tugas yang cukup membingungkan bagi para orang tua. Jujur saja, kita sering tidak mau merogoh kocek terlalu dalam, untuk membeli mainan yang tidak berguna, karena hanya dipakai untuk usia tertentu saja. Apalagi anak laki-laki, rasanya tidak banyak pilihan mainan yang bisa dibeli. Nah, untuk itu yuk, sekarang kita tengok dulu 5 mainan yang cocok untuk anak laki-laki.

 

 

    1.  Robot-robotan

 

 

Robot-robotan termasuk yang cukup digemari baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Dengan bermain ini anak bisa berlatih fokus dan kesabaran serta kreativitas. Jika Bunda membelikan robot yang harus dirakit sendiri, maka itu akan melatih fokus dan kesabarannya. Namun, perlu diperhatikan ya supaya jangan membeli robot dengan banyak potongan kecil untuk balita. Bisa-bisa nanti termakan dan jadi bahaya.

 

    1.  Mobil-mobilan

 

 

Mobil-mobilan ada yang dikendalikan dengan remote control dan ada yang bisa dinaiki. Jika mobil-mobilan dengan remote, anak bisa mengembangkan imajinasi serta pola pikirnya. Sedangkan mobil-mobilan yang dinaiki bisa mengasah kemampuan motorik halus dan spasialnya. Kalau harganya mahal, Bunda bisa bawa mereka naik mobil-mobilan di mall. Jaman sekarang ini sudah banyak mobil-mobilan yang bisa dinaiki yang ada di taman bermain atau mall.

 

    1.  Yoyo

 

 

Bermain yoyo berguna untuk pertumbuhan anak, lho, Bund. Karena anak bisa memaksimalkan keseimbangan otak kiri dan kanan, meningkatkan kemampuan logika dan menguatkan konsentrasi. Ini karena bermain yoyo melibatkan aktifitas konsentrasi, ketangkasan tubuh, koordinasi mata dan tangan, serta kreativitas.

 

 

    1.  Sepeda

 

 

Naik sepeda akan melatih perkembangan motorik si buah hati, mengasah otot, kekuatan fisik dan keseimbangan. Selain itu, tentu saja dengan olahraga fisik ini si kecil akan menjadi lebih sehat dan kuat.

 

 

    1.  Bola

 

 

Permainan dengan menggunakan bola ada banyak, seperti basket, baseball, golf maupun sepak bola. Tidak hanya tubuhnya jadi lebih sehat dan kuat tapi juga mengajarkan cara mencari strategi supaya menang. Selain itu juga membangun relasi dan melatih kemampuan sosialisasi dengan teman-teman atau keluarganya.

 

Nah, itu lah 5 mainan yang bisa diberikan untuk anak laki-laki. Semoga menginspirasi ya Bund. Jadi, mainan untuk anak laki-laki tidak harus selalu mahal kan?

Inilah 5 Permainan yang Bisa Dimainkan Saat Listrik Padam!

bukuananda.com

Ketika listrik padam sering kali kita bingung harus mengerjakan apa. Kita yang sudah terbiasa dengan listrik, jadi tidak tahu harus mengerjakan apa karena lampu mati, dan semua alat elektronik juga mati. Situasi ini semakin bertambah sulit ketika si kecil juga mulai rewel. Nah, berikut ini ada 5 permainan dan aktifitas yang bisa dilakukan bersama si kecil di rumah ketika listrik padam. Apa saja itu? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini ya!

 

 

    1.  Berkemah

 

 

Dirikan tenda di ruang tamu, ambil bantal, dan kantong tidur. Bila perlu singkirkan meja, sofa dan barang-barang lainnya yang tidak perlu. Nah, Bunda dan si kecil bisa berpura-pura sedang berkemah di tengah alam terbuka sambil bercanda dan mengobrol. Seru kan pastinya? hihi

 

 

    1.  Bermain cahaya glow stick

 

 

Selain berfungsi sebagai penerangan, tongkat cahaya bisa menjadi sarana bermain bagi anak-anak. Hanya dengan menekuk tongkat untuk mengaktifkannya, maka suplai cahaya untuk 12 sampai 36 jam akan terpenuhi. Ukuran serta bentuknya juga bermacam-macam, seperti kalung dan gelang.

 

 

    1.  Bersosialisasi

 

 

Jika listrik padam di siang hari, bisa nih undang tetangga atau teman terutama yang punya anak seusia dengan si kecil. Kita bisa bermain permainan tradisional, ular tangga, monopoli atau kartu misalnya. Bisa juga main tebak kata. Selain menyenangkan, juga bisa memperkaya kosa kata anak-anak.

 

 

    1.  Manjakan anak dengan makanan

 

 

Saat listrik padam, tentu makanan di dalam kulkas juga jadi tidak bertahan lama kan. Nah, sebaiknya segera diolah. Ajak si kecil untuk membantu sebatas yang bisa dia lakukan. Misal es krim bisa dijadikan dessert dengan sereal dan buah-buahan. Pastinya si kecil bakal suka.

 

 

    1.  Bermain bayangan

 

 

Cukup dengan menyinari ruangan dengan lampu senter, Bunda bisa ciptakan bayangan yang menarik. Bisa ciptakan kupu-kupu, serigala, rusa, kelinci dan sebagainya. Bisa lihat tutorial di Youtube. Cari dinding yang bisa jadi kanvas buat pertunjukan bayangan ini.

 

Nah, itu tadi 5 permainan yang bisa dilakukan bersama si kecil saat lampu padam ya. Semoga jadi lebih menyenangkan dan tidak bosan. Selamat mempraktekannya Bunda!

Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak

bukuananda.com

Pendidikan anak tentunya tidak lepas dari peran orang tua. Meski banyak juga yang masih berpikir dan menyerahkan pendidikan anak hanya pada instansi sekolah saja. Padahal kenyataannya, tentu tidak lah demikian. Orang tua tetap memiliki peran penting dalam mendidik anak-anaknya.

 

Berikut ini 5 peran penting yang bisa dilakukan orang tua terkait pendidikan anak. Yuk kita simak bersama.

 

 

    1. Pilih sekolah sesuai dengan minat anak

 

 

Hal ini untuk memudahkan Bunda dalam mengembangkan minat bakat mereka. Jika anak suka menggambar, masukkan anak pada sekolah yang memiliki ekstrakurikuler menggambar. Jika anak senang bahasa asing, maka masukkan sekolah yang mengenalkan beberapa bahasa asing.

 

 

    1. Dampingi anak belajar di rumah

 

 

Tidak semua anak bisa langsung memahami pelajaran yang diberikan di sekolah. Di sini, peran orang tua sangat penting. Dampingi si kecil belajar sehingga bisa memahami materi yang belum dikuasainya.

 

 

    1. Ciptakan suasana nyaman dalam belajar

 

 

Sebisa mungkin ciptakan suasana yang mendukung anak untuk bisa konsentrasi dalam belajar. Misalnya cahaya yang cukup, apakah anak membutuhkan musik klasik atau kecilkan volume televisi. Kenali bagaimana anak kita bisa lebih konsentrasi dalam belajar. Tentunya setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam belajar ya Bunda.

 

 

    1. Perhatian dan kasih sayang

 

 

Ini menjadi hal yang penting. Misal anak mengalami masalah dengan teman-temannya, orang tua akan membantu mengatasinya. Begitu pula saat anak mengalami kesulitan belajar, orang tua dapat mencarikan solusinya. Buat si kecil tahu bahwa kita selalu ada untuk dia, bahwa apapun yang terjadi kita akan selalu mendukungnya.

 

 

    1. Menanamkan budi pekerti

 

 

Budi pekerti sebaiknya diajarkan sejak dini. Ajarkan anak berkata sopan, menyapa orang lain, menghargai orang lain, tidak berkata jorok dan sebagainya. Sehingga anak akan tumbuh tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas secara akademik tapi juga baik dalam bersikap.

 

Nah, itu tadi ya Bunda 5 peran penting yang bisa dilakukan orang tua terkait dengan masalah pendidikan anak. Ternyata sangat penting kan Bunda? Semoga artikel ini bermanfaat ya.

3 Mitos yang Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

bukuananda.com

Dalam masa tumbuh kembang anak, banyak sekali pemahaman dan metode yang masih keliru dan sering kali diterapkan. Misalnya anak dua tahun tidak bisa duduk diam selama dua jam di kelas, akan dicap mengalami gangguan konsentrasi, anak lima tahun harus ikut macam-macam les sehingga tidak punya waktu bermain. Penting bagi orang tua untuk benar-benar memahami proses tumbuh kembang anak dan tidak termakan oleh mitos-mitos yang salah. Berikut ini 3 mitos yang sering dipercaya dan justru menghambat tumbuh kembang anak.

 

 

    1.  Mitos: Bisa membaca usia dini adalah tanda-tanda kejeniusan

 

 

Tentu saja bisa membaca di usia dini adalah hal yang baik, tetapi jika anak benar-benar memahami apa yang ia baca. Jika hanya tau cara membaca atau nama suatu benda bukan berarti si anak benar-benar paham dengan apa yang dia ucapkan. Memaksa anak menghafalkan banyak kata tanpa tau maknanya di saat otak masih terus berkembang akan menyebabkan hiperleksia yaitu kondisi si anak bisa membaca tapi kesulitan untuk menangkap maknanya dan itu bukan lah tanda kejeniusan.

 

 

    1.  Mitos: Anak perlu ditempatkan di kelas khusus karena terlambat bicara dibanding anak-anak lain

 

 

Hanya karena anak Bunda terlambat bicara dan orang-orang di sekitar Bunda atau guru menyarankan supaya anak ditempatkan di kelas khusus atau melabeli mereka dengan diagnosis tertentu, jangan buru-buru menerimanya. Suatu penelitian menyatakan bahwa 60% anak yang mulanya terlambat bicara, pada akhirnya bisa mengejar ketertinggalan dalam waktu 2 sampai 3 tahun.

 

 

    1.  Mitos: Bunda harus fokus mengembangkan otak bayi sedini mungkin

 

 

Otak memang membutuhkan input tapi tidak perlu selalu dengan cara-cara khusus. Lingkungan natural bayi pun biasanya juga memberi stimulus untuk perkembangan otaknya, misal suara, sinyal, sentuhan, rasa, atau bau. Misalnya ketika seorang ibu bernyanyi sambil memakaikan baju, si ibu sebenarnya sedang merangsang gelombang otak anak untuk bekerja secara aktif.

 

Nah, itu tadi ya Bunda 3 mitos yang sering kali dipercaya oleh para orang tua. Jadi sekarang harus lebih teliti lagi ya. Agar proses tumbuh kembang anak bisa terus berjalan dengan optimal. Semoga informasi ini bermanfaat buat Bunda ya.